Mengubah Takdir Di Novel Kuno

Mengubah Takdir Di Novel Kuno
Monster Pemakan


__ADS_3

"Tuan, sepertinya karena dia baru lahir penampilannya masih seperti itu. Menurutku dia adalah harimau putih," ucap si emas memberi pendapat.


Lin Feili kembali memperhatikan dengan seksama. Namun, tetap ada keraguan di hatinya, "Dia adalah harimau?"


Lin Feili tak dapat membayangkannya. Yang ia tahu binatang di tangannya saat ini sangat imut dan lucu. Meski begitu, ia tahu binatang ini akan menjadi binatang iblis luar biasa nantinya. Si hitam dan si emas tak mungkin mengada-ada jika ia punya kekuatan besar.


"Apakah kalian tahu dia jenis binatang iblis apa?" tanya Lin Feili. Ia sudah bertemu banyak binatang iblis, tapi ia tidak banyak tahu tentang mereka.


Si hitam dan si emas menggeleng, "Tidak, Tua. Kami tidak pernah bertemu dengan binatang iblis seperti itu."


Lin Feili menatap binatang di depannya, "Hei, kau binatang iblis seperti apa?"


Binatang iblis bisa berbicara jika kekuatan mereka sudah cukup dan pertumbuhan mereka mendekati sempurna. Meskipun begitu, binatang iblis tetap bisa berkomunikasi lewat kekuatan roh dengan pemiliknya.


Walau tidak bisa berbicara, setidaknya ia dan pemiliknya bisa saling memahami.


Binatang iblis itu menggeleng, "Tidak tahu."


Lin Feili juga tidak terkejut dengan jawabannya. Sebenarnya, binatang itu sangat menyedihkan. Ia sudah disegel sejak lahir, jadi tidak bisa tahu ia jenis apa.


Namun seiring pertumbuhannya, Lin Feili yakin mereka akan segera mengetahui dia adalah binatang iblis jenis apa.


Lin Feili membelai lembut bulu binatang itu dan tersenyum, kemudian berkata, "Sekarang kita adalah satu keluarga."


"Tuan, cepat beri nama untuknya!" pinta si emas sambil tertawa.


Lin Feili berpikir dalam-dalam dan menyebutkan nama, "Mulai sekarang, kami akan memanggilmu Chiang!"


Chiang artinya kucing yang kuat. Walau Lin Feili tahu itu adalah harimau, tapi karena bentuknya yang menggemaskan, ia tetap ingin menganggapnya sebagai kucing. Adapun untuk pola mahkota di dahinya, Lin Feili yakin binatang itu cepat atau lambat akan menjadi kuat.


Setelah mendengar nama Chiang, si hitam dan si emas menatap Lin Feili dengan tajam. Lin Feili keheranan dengan sifat mereka.

__ADS_1


"Mengapa kalian marah seperti itu padaku?" tanya Lin Feili yang bingung.


"Tuan, Anda tidak memberi nama sebagus itu untuk kami!" si hitam protes. Matanya memancarkan kebencian yang kuat.


"Benar! Sekali lihat orang juga tahu jika kami tidak begitu disayang. Bahkan kami tidak bisa memiliki nama yang bagus," tambah si emas yang juga ikut marah.


Memikirkan namanya, si hitam dan si emas tersenyum pahit. Awalnya, mereka berharap nama mereka dapat menggemparkan dunia. Namun, nama mereka terdengar seperti lelucon.


Mendengar protes si hitam dan si emas, Lin Feili hanya bisa menggeleng. Padahal, nama hanyalah panggilan biasa, tapi mereka menganggapnya begitu serius.


Namun, Lin Feili pasti tak bisa membujuk mereka begitu saja.


"Sebenarnya tidak seperti itu. Baiklah, kalau begitu aku akan memikirkan nama baru yang lebih hebat," ucap Lin Feili sambil berpikir.


"Benarkah? Jadi apa nama baru kami?" tanya si hitam dan si emas secara bersamaan dengan penuh semangat.


"Monster hitam dan monster emas. Bagaimana? Bukankah nama itu sangat hebat?" tanya Lin Feili setelah menyebutkan nama baru mereka.


"Nama itu, benar-benar ...," mereka tak dapat berkata-kata. Nama itu sungguh hebat, sesuai harapan mereka.


*


Setelah masalah nama selesai, Lin Feili menyuruh pelayan untuk menyiapkan makanan Chiang. Binatang iblis perlu banyak makanan. Sedangkan Chiang sudah disegel begitu lama, pasti ia sudah sangat lapar sekarang.


Ketika melihat makanannya datang, Chiang terlebih dulu mengelus kaki Lin Feili, kemudian menghampiri makanannya dan melahap dengan sangat bersemangat.


Lin Feili dan dua lainnya yang berada di situ tercengang melihat gaya makan Chiang. Lin Feili berseru, "Oh, tidak! Ada monster pemakan lain di sini!"


Si hitam dan si emas saja sudah makan sangat banyak. Namun, ternyata Chiang bisa makan dua kali lebih banyak daripada mereka berdua.


Lin Feili memijat dahi.

__ADS_1


Menyediakan sumber daya untuk dirinya saja sudah sulit. Sekarang, ia malah memiliki 3 lagi yang harus dibiayai. Lin Feili akan jatuh miskin jika begini.


Memikirkan hal ini, Lin Feili mengeluarkan kristal-kristal roh yang dia dapat selama kompetisi, "Untungnya ada lelang nanti sore. Aku bisa membuat pil dari kristal ini untuk dijual. Setidaknya bisa membantu keuanganku."


Saat Lin Feili sedang memikirkan pil apa yang akan dia buat untuk dijual di pelelangan, mata Chiang berbinar melihat kristal roh di tangan Lin Feili.


"Tuan, aku mau itu," ucap Chiang dengan suara kecil dan imutnya. Ia berjalan menghampiri Lin Feili dan meninggalkan sisa makanannya.


Lin Feili mengangkat alis, "Kau benar-benar mau kristal roh ini?"


"Ya, aku mau," jawab Chiang tanpa ragu.


Walau Lin Feili tidak tahu apa yang akan dilakukan Chiang dengan kristal roh, tapi ia tetap memberikannya karena Chiang menginginkannya. Ia meletakkan kristal roh itu di depan Chiang.


Si hitam dan si emas saling pandang, "Dia seharusnya tidak bisa langsung menyerap energi kristal roh itu, kan?"


Kristal roh berisi energi binatang iblis. Itu hampir sama seperti inti dari seluruh kekuatan binatang iblis. Setelah mencapai tingkat tertentu, binatang iblis dapat menyerap kristal roh untuk meningkatkan kekuatan mereka sendiri.


Namun, hal itu tidak semudah kedengarannya.


Energi binatang iblis yang ada di dalam kristal sangat ganas. Hanya binatang iblis yang kuat yang bisa menyerap energi itu. Apalagi, kristal roh yang di dapat Lin Feili berasal dari binatang iblis kuat.


Walau si hitam dan si emas masih dapat menyerapnya, tapi Chiang masih terlalu kecil dan tubuhnya belum cukup kuat.


"Mari kita lihat saja apa yang akan dia lakukan. Walau ia bisa menyerapnya, pasti itu tidak banyak," jawab si hitam. Karena Chiang sendiri yang meminta kristal roh, seharusnya tidak ada masalah.


Dengan mata berbinar, Chiang langsung melahap kristal itu.


Krak!


Cangkang keras kristal roh mulai retak. Cairan di dalam kristal mulai merembes keluar. Chiang langsung mengulurkan lidah merahnya dan menghisap habis cairan itu. Bahkan, ia juga mengunyah cangkang kristal roh dan menghabiskannya tanpa sisa.

__ADS_1


Setelah menghabiskan kristal roh, Chiang menjilat mulutnya dan kembali memakan sisa makanan yang tadi ia tinggalkan.


__ADS_2