
Pria tua itu mengabaikan ucapan Lin Feili dan menanyakan hal lain, "Gadis kecil, apa yang akan kau jual? Aku bisa melihatnya, tapi sepertinya itu tidak bisa dijual hari ini."
Mendengar pertanyaannya, Lin Feili langsung mengeluarkan botol putih dari kantong dimensinya.
Si pria tua langsung tertarik karena biasanya botol putih berisi pil. Ia pun langsung mengambil botol putih itu dan membukanya.
Aroma pil yang khas menusuk hidungnya.
"Ini ... pil aliran darah?" tanya pria tua yang terkejut itu. Pil aliran darah adalah pil tingkat dua. Pil itu bisa membersihkan aliran darah dan menghilangkan kotoran-kotoran di dalam tubuh, sehingga kultivasi dan penyerapan energi akan lebih mudah dilakukan.
Walau pil aliran darah bukan pil tingkat tertinggi, tapi di seluruh kekaisaran hanya ada satu master pil yang dapat membuatnya. Karena itu pil ini jarang terlihat.
Bagaimana mungkin gadis kecil di depannya memiliki 3 pil?
"Tuan memiliki penglihatan yang bagus," ucap Lin Feili.
Mendengar jawaban Lin Feili, tatapan pria tua itu langsung berubah. Keberadaan master pil sangat langka. Jika Lin Feili bisa mengeluarkan 3 pil sekaligus, artinya ada master pil hebat di belakangnya. Kekuatannya juga tidak bisa diremehkan.
Karena hal itu, Lin Feili layak diperlakukan dengan baik. Sikap orang tua itu lebih ramah, "Gadis kecil, aku harus memanggilmu apa?"
Lin Feili tersenyum, "Namaku Lin Feili."
Pria tua terkejut mendengar namanya. Ternyata gadis cantik ini adalah Lin Feili yang sedang terkenal sekarang.
"Jadi kau adalah Putri Wu. Perkenalkan aku adalah Zhen Tian. Kau bisa memanggilku Tuan Zhen saja," jawab Zhen Tian.
"Tuan Zhen," ucap Lin Feili menangkupkan tangannya.
"Jadi, apakah pil ku bisa dilelang hari ini, Tuan?" tanya Lin Feili.
Zhen Tian tersenyum, "Tentu saja. Tiga pil ini bisa menjadi penutup yang bagus di pelelangan. Putri Wu bisa tenang. Pil ini pasti mendapat harga tinggi. Aku sebagai manajer pelelangan juga tidak akan meminta satu sen pun dari hasil ini nanti."
Lin Feili bingung mendengar jawabannya. Ia melambaikan tangan, "Tidak bisa begitu, Tuan. Apa yang seharusnya ku berikan, harus ku berikan."
__ADS_1
"Jangan khawatir. Keberadaan 3 pil aliran darah sudah cukup untuk menarik perhatian orang-orang besar agar datang ke tempat lelang ini. Itu sudah lebih dari cukup. Aku tidak akan meminta komisi apapun," ucap Zhen Tian.
Melihat Zhen Tian yang bertekad, Lin Feili tak lagi menolak, "Kalau begitu, aku berterima kasih kepada Tuan Zhen."
Lin Feili tahu, harta berharga adalah barang penting di pelelangan. Walaupun pelelangan Zhen Tian adalah yang terbesar di kekaisaran, tetap saja mereka masih harus bersaing dengan rumah lelang lainnya.
Mereka bersaing dengan cara membandingkan harta berharga. Semakin berharga harta itu, maka para pemburu harta akan memilih tempat yang memiliki harta paling berkualitas.
Dengan adanya 3 pil aliran darah sudah cukup untuk menaikkan popularitas rumah lelang Zhen Tian. Hal ini juga bisa membuatnya memiliki hubungan baik dengan rumah lelang ini.
"Putri Wu, jika kau memiliki barang yang sama, aku harap kau bisa menjualnya ke rumah lelang ini," ucap Zhen Tian.
"Tentu," ucap Lin Feili.
Setelah meninggalkan ruangan harta, Lin Feili memikirkan identitas Zhen Tian. Komisi untuk 3 pil aliran darah sangatlah besar. Jika dia hanya orang biasa, ia tidak mungkin mampu menolaknya.
Tampaknya, posisi Zhen Tian di rumah lelang ini cukup kuat.
Lin Feili kembali duduk di samping Pong Wenbin dan Ru Wanjing. Ru Wanjing langsung bertanya padanya, "Bagaimana? Apakah barangmu tidak bisa dijual hari ini?"
"Aku datang tepat waktu dan beruntung barangku akan dilelang hari ini," jawab Lin Feili tersenyum.
Pong Wenbin dan Ru Wanjing terkejut mendengar jawabannya. Mereka menatap Lin Feili takjub dan penasaran apakah hal itu benar.
Namun, Pong Wenbin mulai memahami situasi, "Sepertinya barang yang kau bawa sangat berharga."
Ru Wanjing juga mulai mengerti setelah mendengar ucapan Pong Wenbin. Sebelumnya ia tak berpikir terlalu jauh.
Ketika mereka sedang mengobrol, tiba-tiba sebuah suara datang menginterupsi. Suara itu tajam dan nadanya kasar, seolah ia tak peduli jika memiliki banyak lawan. Ia bertanya, "Apakah kau Lin Feili?"
Lin Feili mengernyitkan keningnya. Apakah dia kenal dengan orang yang sombong itu? Dia memiringkan wajahnya dan memandang ke belakang, melihat seorang wanita yang tampak berusia 17 tahun dengan wajah yang sangat indah, namun dagunya menunjukkan sifat angkuhnya.
Wanita itu mengenakan gaun merah tua yang membuatnya terlihat asing. Ia memiliki gaya yang khas. Namun, ketika Lin Feili melihat penghinaan di matanya, Lin Feili jadi tak berminat.
__ADS_1
"Li Mei!" teriak Ru Wanjing. Ia tak menyangka akan melihat Li Mei di sini.
Mendengar teriakan Ru Wanjing, Lin Feili akhirnya tahu siapa wanita di depannya. Dia adalah Li Mei, putri dari Jenderal Li. Penampilannya luar biasa dan bakatnya tak tertandingi.
Tahun lalu, ia mengikuti tes masuk ke Akademi Bintang Jatuh dan berhasil. Selama ini, ia berkultivasi di akademi. Tidak ada yang menyangka ia akan datang ke rumah lelang Zhen Tian.
Kekaisaran Aglea memiliki banyak jenderal, tapi dua yang paling terkenal adalah Lin Changkong dan ayah Li Mei, yaitu Li Xiaolong.
Namun, Lin Feili tak pernah berinteraksi dengan Li Mei sebelumnya. Di novel, ia juga tak pernah membaca Li Mei pernah berhubungan dengan Lin Feili. Jadi, Lin Feili tak tahu mengapa Li Mei mencarinya hari ini.
Melihat Lin Feili yang belum juga menjawab, Li Mei sedikit kesal dan kembali bertanya dengan suara keras, "Aku bertanya, apakah kau Lin Feili?"
"Kenapa?" Lin Feili menjawab dengan acuh.
Li Mei baru saja pulang, tapi ia mendengar seluruh orang membicarakan Lin Feili karena ia mendapatkan surat undangan dari guru perekrut.
Undangan itu sebagai wujud kehormatan besar. Siapa pun yang mendapat undangan itu bisa langsung menjadi murid di akademi. Namun, ia tak menyangka Lin Feili akan menolaknya.
Sampah seperti Lin Feili berani sekali mengabaikan guru perekrut.
Awalnya, Li Mei ingin memberinya pelajaran, tapi mendengar jawaban acuh tak acuh Lin Feili, ia menjadi bingung.
"Aku dengar kau menolak undangan dari guru perekrut. Jangan sombong karena kau sudah kuat. Kau tidak ada apa-apanya di dalam akademi, tapi berani sekali menolak guru," ucap Li Mei dengan tatapan jijik.
Mendengar ucapannya, Lin Feili langsung tahu tujuan Li Mei menghampirinya. Ternyata ia ingin membuat masalah. Lin Feili pun menjawab dengan santai, "Kenapa? Kau iri?"
Tiga kata itu seolah langsung menusuk titik lemah Li Mei. Wajahnya sudah memerah karena marah.
"Aku? Iri padamu? Mimpi! Tidak ada hal yang layak dari dirimu yang bisa membuatku iri!" ucap Li Mei, berusaha menekan amarah di dalam hatinya.
"Jika kau memang tidak iri, lalu mengapa kau terus membual?" tanya Lin Feili tajam.
Pong Wenbin dan Ru Wanjing yang sedang menonton, diam-diam mengagumi Lin Feili dalam hati.
__ADS_1
Tujuan Li Mei datang sudah jelas untuk mencari masalah. Jika yang menghadapi dia adalah orang lain, mungkin orang itu sudah menyerah sejak awal. Namun, Li Mei salah mencari lawan kali ini.
Lin Feili tetap tenang saat melawannya, bahkan dia bisa membuat Li Mei terdiam. Mereka agak bersimpati pada Li Mei. Mereka sudah tahu seberapa tajam mulut Lin Feili saat dulu ia sering berdebat dengan Lin Xue. Sayang sekali, Li Mei tidak mengetahui hal ini.