
Lin Feili sungguh tak bisa menahan emosinya lagi. Wanita seperti Su Yueru tak akan menyerah jika tak diberi pelajaran.
Dai Jia juga tak kenal takut. Melihat pengawal yang mendekat, ia langsung menyingsingkan lengan baju dan siap untuk bertarung.
Bugh!
Brak!
Bang!
Kondisi di penginapan sekarang ricuh. Suara pukulan dan tendangan terus terdengar. Orang-orang di penginapan tak lagi menyantap makanan mereka, melainkan menonton dengan asyik.
Lin Feili bergerak dengan lincah, tepat, dan sadis. Setiap pukulan dan tendangannya membuat pengawal Su Yueru terlempar ke luar. Pertarungan Dai Jia juga tak kalah sengit. Mereka berdua dengan cepat melempar ke lima penjaga keluar.
"Sekarang giliranmu," ucap Lin Feili dingin.
Su Yueru begitu terkejut. Pengawalnya tidaklah lemah. Ia tak menyangka dengan kekuatan Lin Feili dan Dai Jia para pengawalnya dikalahkan begitu cepat.
Dai Jia juga sebenarnya agak terkejut dengan kekuatan Lin Feili. Ia tak menyangka kekuatan wanita bergaun putih begitu kuat. Bahkan, kekuatannya tak sebanding dengan Lin Feili.
Sangat jarang bertemu dengan wanita kuat seperti itu.
"Jika kau berani menyentuh sehelai rambutku, maka kau akan menanggung konsekuensinya," ucap Su Yueru yang sudah ketakutan setengah mati.
__ADS_1
Namun, Lin Feili mengabaikannya dan langsung menyerang Su Yueru hingga dia terlempar keluar.
"Aku tunggu," jawab Lin Feili santai, tak khawatir sedikitpun. Ancaman Su Yueru sia-sia di matanya.
Lin Feili menatap pelayan di dekatnya dan melirik koin emas yang berjatuhan. Ia berkata, "Anggap koin itu sebagai kompensasi untuk meja yang telah ku hancurkan."
Setelah itu, Lin Feili langsung naik ke lantai dua menuju kamarnya. Tak ada lagi yang menghalangi jalannya.
Tadinya, si pelayan sudah sangat panik melihat meja yang rusak. Ia berpikir pasti tak akan dapat gaji bulan ini.
Namun karena Lin Feili sudah mengatakan hal itu, maka ia tak perlu khawatir lagi. Apalagi, itu adalah 5.000 koin emas.
Bahkan, jika semua properti di penginapan ini dihancurkan, koin itu masih bisa menutupi biayanya.
"Apa ada masalah?" tanya Lin Feili.
Tadi, Dai Jia membantu Lin Feili karena ia juga memiliki dendam pribadi, bukan karena ia peduli dengannya.
"Hai, aku Dai Jia. Siapa namamu?" tanya Dai Jia dengan senyum cerah.
Melihat ketulusan matanya, Lin Feili tersenyum dan menjawab, "Aku Lin Feili."
"Aku sangat senang bisa bertemu denganmu. Caramu mengatasi masalah benar-benar mirip dengan caraku. Ayo kita berteman!" ucap Dai Jia tanpa basa-basi.
__ADS_1
Senyum Lin Feili melebar mendengar ucapan Dai Jia. Kekuatannya tidak lemah. Namun, ia orang yang tak berpikir panjang dan spontan. Tapi, hal itu disukai Lin Feili.
"Oke," jawab Lin Feili.
Senyum Dai Jia semakin cerah mendengar jawaban Lin Feili. Namun, sedetik kemudian wajahnya kembali murung. Ia berkata, "Akhir-akhir ini Kota Bintang Jatuh sangat ramai. Selangkah saja aku telat, penginapan sudah penuh. Aku dan kultivator lainnya akan beristirahat di bawah pohon. Aku akan mencarimu di hari ujian."
Lin Feili segera menjawab, "Bagaimana kalau kau tinggal bersamaku? Walau kamarnya tidak terlalu besar, setidaknya lebih baik daripada istirahat di bawah pohon."
Mata Dai Jia berbinar, tapi ia langsung melambaikan tangannya, "Tidak, tidak! Aku pasti akan mengganggumu. Tenang saja. Aku sangat kuat dan tidak masalah istirahat di bawah pohon."
Lin Feili terkekeh kecil. Dengan tubuh seksi Dai Jia, siapa yang tahu masalah apa saja yang akan dia hadapi jika beristirahat di hutan.
"Kau adalah temanku. Tidak akan merepotkan," jawab Lin Feili. Di kehidupan novel, ia sudah tahu banyak sifat orang. Walau tokoh Dai Jia tidak pernah muncul, tapi Lin Feili langsung tahu sifat aslinya. Jadi, ia tak mengkhawatirkan hal itu.
"Baiklah, kalau begitu maaf aku akan merepotkanmu," ucap Dai Jia berterima kasih.
"Tidak masalah," jawab Lin Feili santai.
Mereka berdua pun masuk ke kamar.
Dai Jia adalah orang yang ekstrovert. Ia bertanya pada Lin Feili apakah ia akan ikut dengannya untuk jalan-jalan berkeliling kota. Namun, Lin Feili sudah berjalan sejak kemarin dan hanya ingin istirahat sekarang.
Dai Jia pun tak memaksa Lin Feili dan pergi sendiri.
__ADS_1