Mengubah Takdir Di Novel Kuno

Mengubah Takdir Di Novel Kuno
Tidak Sederhana


__ADS_3

"Kau yang melakukan ini? Siapa namamu?" tanya Wang Tao.


"Lin Feili! Jika kau ingin bertarung, aku akan melawanmu. Tapi, waktuku tak banyak untukmu," jawab Lin Feili angkuh.


Semua orang terdiam saat Lin Feili berbicara. Dia sangat gila karena berani memprovokasi Wang Tao, yang berada di level kultivasi tahap menengah tingkat angin. Tidak hanya tidak mundur, tetapi juga berinisiatif untuk menantangnya.


"Kak Wang, tunggu apa lagi? Cepat bantu aku hancurkan wajahnya!" desak Li Mei tidak sabar.


"Ah, baiklah!" jawab Wang Tao ragu-ragu. Sebenarnya ia tidak tahu harus bertarung atau tidak. Ia yakin tidak ada pria yang akan sangat kejam ketika berhadapan dengan wanita secantik Lin Feili.


Ketika Wang Tao ragu-ragu, seorang staf lelang memasuki ruangan. Staf tersebut melihat situasi di dalam ruangan dan telah mendengar keseluruhan cerita sebelumnya. Dia sangat terkejut karena tidak pernah berpikir bahwa Li Mei akan muncul di rumah lelang.


Rumah lelang Zhen Tian merupakan usaha yang memiliki pengaruh besar di seluruh Kekaisaran Aglea. Kekuatan mereka sangat kuat dan dihormati oleh semua orang.


Siapa pun yang datang harus menghormati rumah lelang ini, bahkan jika mereka berselisih atau saling membenci, mereka harus menyelesaikannya setelah acara lelang selesai agar tidak merusak reputasi rumah lelang.


Dalam beberapa tahun terakhir, jika seorang kultivator mengeluarkan kekuatan roh mereka di depan rumah lelang, mereka akan dimasukkan ke dalam daftar hitam. Saat ini, tidak ada yang berani menimbulkan masalah di sini.


Ketika staf rumah lelang muncul, semua orang menyadari bahwa pertempuran Li Mei dan Lin Feili sudah berakhir.


Meskipun reputasi rumah lelang Zhen Tian agak menurun saat ini, semua orang tahu bahwa tempat ini bukan tempat yang baik untuk berkelahi. Bahkan keluarga kekaisaran harus menghormati rumah lelang ini.


Meskipun keluarga kekaisaran memiliki kendali penuh di Kekaisaran Aglea, namun pengaruh rumah lelang Zhen Tian meluas ke seluruh wilayah kekaisaran dan memiliki kekuatan yang menakjubkan.


Sekarang, Lin Feili dan Li Mei telah menimbulkan masalah di rumah lelang Zhen Tian dan kemungkinan besar akan masuk daftar hitam oleh rumah lelang. Ini bukanlah hal yang lucu dan tidak bisa dianggap enteng.


Ada banyak toko yang berada di bawah kendali rumah lelang Zhen Tian. Jika seorang kultivator ingin membeli barang-barang yang berkaitan dengan kultivasi, mereka harus membelinya dari Zhen Tian.


Namun, jika mereka masuk daftar hitam, pilihan mereka akan sangat terbatas dan sulit untuk memperoleh barang yang mereka butuhkan.

__ADS_1


"Nona Li, Putri Wu, pelelangan akan segera dimulai. Saya harap kalian berdua memberiku sedikit wajah dan jangan berkelahi di sini, oke?" ucap staf rumah lelang, Zhen Nicheng. Wajahnya ramah dan tidak ada sedikitpun kemarahan dalam suaranya.


Lin Feili menahan amarahnya dan tersenyum, "Saya minta maaf karena telah mengganggu kenyamanan di rumah lelang ini."


Mendengar kata-katanya, Zhen Nicheng melirik Lin Feili.


Dalam sekejap mata, Lin Feili mampu menahan amarahnya dan benar-benar mengubah ekspresinya dengan lancar dan mudah. Hanya dengan poin ini saja, dia langsung tahu bahwa Lin Feili tidak sederhana!


Tidak hanya itu, tetapi dia juga sudah tahu bahwa Li Mei memprovokasi Lin Feili terlebih dahulu, tetapi Lin Feili masih meminta maaf. Dari situ, dia tahu bahwa Lin Feili sangat berpikiran terbuka.


"Putri Wu terlalu serius. Kami merasa sangat terhormat karena Putri berpartisipasi dalam rumah lelang kami," jawab Zhen Nicheng sopan.


Lin Feili hanya tersenyum. Pada saat itu, dia tahu Zhen Nicheng juga tidak sederhana! Kultivasi pria ini lebih tinggi dari setiap orang di ruangan. Fakta itu saja sudah cukup untuk membuatnya kagum.


Tapi, orang kuat seperti Zhen Nicheng tidak lebih dari anggota staf di rumah lelang. Tampaknya dia benar-benar meremehkan rumah lelang Zhen Tian.


Namun, sikap Li Mei sebaliknya, "Lin Feili telah merusak wajahku! Jika kau pikir aku akan melepaskannya, maka kau sedang bermimpi!"


Setelah Zhen Nicheng berbicara, suasana ruangan terasa tegang dan semua orang merasakan hal itu.


Semua orang melihat ke arah Li Mei dan merasa khawatir. Mereka tahu gadis itu tak mengerti batasannya. Namun, Wang Tao mengerti apa yang sebenarnya dimaksud Zhen Nicheng.


Jika Zhen Nicheng memasukkan mereka ke dalam daftar hitam, toko-toko yang berada di bawah naungan rumah lelang akan menutup pintu mereka untuk Li Mei dan Wang Tao. Kondisi itu sangat buruk dan tak menyenangkan.


"Tuan Zhen, kami mohon maaf telah membuat keributan di rumah lelang ini," ucap Wang Tao sopan.


Mendengar ucapan Wang Tao, Li Mei semakin marah. Wajahnya sudah dihancurkan begitu parah, tapi ia harus tetap mengalah? Tidak ada kata ditindas di dalam kamus Li Mei!


Walau ia tahu kekuatan rumah lelang Zhen Tian, tapi ia yakin mereka tak akan berani memasukkannya ke dalam daftar lelang.

__ADS_1


"Wang Tao, jika kau tak membunuh Lin Feili hari ini, maka jangan harap kita bisa bersama!" teriak Li Mei berapi-api.


Zhen Nicheng mengerutkan kening. Li Mei ini benar-benar arogan. Bahkan ia tak segan sedikitpun pada rumah lelang Zhen Tian.


Melihat itu, Wang Tao segera memblokir Li Mei dengan satu tangan, "Maaf, Tuan Zhen. Kami tidak akan bertengkar lagi. Ini sudah berakhir sekarang."


"Bagus," ucap Zhen Nicheng dingin. Kemudian, ia pergi dan masuk ke rumah lelang.


Setelah kepergian Zhen Nicheng, Wang Tao berbisik ke Li Mei, "Jangan khawatir. Aku akan membalaskan dendammu setelah acara ini berakhir. Ingat! Jangan sekali-kali membuat masalah saat kau berada di rumah lelang."


Li Mei yang tadinya sangat emosi, perlahan mulai tenang setelah mendengar ucapan Wang Tao. Ia menyeringai, "Kau harus berjanji padaku untuk membunuhnya."


"Tentu saja," jawab Wang Tao santai. Dari percakapan yang ia dengar, ternyata Lin Feili sudah menikah. Jadi, ia pasti tidak ada hubungannya dengan rumah lelang.


Yang perlu ia lakukan sekarang hanyalah membunuhnya.


"Tuan, mereka ingin membunuhmu setelah acara ini berakhir," lapor si emas dengan marah.


"Biar saja mereka mencoba," jawab Lin Feili santai dan menyeringai.


"Pasangan sialan! Memikirkan mereka saja sudah membuatku marah! Tuan tenang saja dan tidak perlu bergerak. Aku yang akan membunuh mereka," ucap si hitam bersemangat.


Si hitam dan si emas berapi-api. Tuan mereka yang selalu diam dan tak pernah mencari masalah malah diganggu. Karena sudah begitu, mereka akan membuat Li Mei membayar harganya!


"Li Mei, jangan terlalu marah. Kita adalah murid di Akademi Bintang Jatuh. Kita bisa duduk di kursi kelas satu, sedangkan orang lain duduk di kursi kelas dua," ucap Wang Tao tersenyum.


Kursi di rumah lelang dibagi menjadi kursi kelas satu, kelas dua, dan kelas tiga. Hal ini ditentukan dengan cermat berdasarkan status.


Kelas pertama adalah yang paling nyaman. Dari tempat ini juga bisa melihat lelang dengan sangat jelas. Sedangkan tempat kedua kualitasnya di bawah kelas pertama. Dan kelas ketiga adalah yang paling padat.

__ADS_1


Walau semua kalangan boleh mengikuti lelang, tapi kelas yang didapat sudah bisa menentukan identitas.


"Benar. Orang lain hanya bisa duduk di kursi kelas kedua. Aku ingin tahu bagaimana mereka masih bisa begitu sombong," ucap Li Mei dengan suara kuat dan melirik ke arah Lin Feili.


__ADS_2