Mengubah Takdir Di Novel Kuno

Mengubah Takdir Di Novel Kuno
Air Terjun


__ADS_3

Dibandingkan dengan kekacauan di Keluarga Wei, Lin Feili dan Wu Yanshi sebenarnya sangat menikmati perjalanan mereka. Ma Zheng yang membawakan kereta untuk mereka.


"Sekarang kita sudah berada di luar kota kekaisaran. Kau tidak perlu berpura-pura lagi," ucap Lin Feili. Bagi orang biasa, berpura-pura lumpuh sepanjang hari akan terasa sangat tidak nyaman.


"Jika kita bertemu seseorang di pegunungan, identitas kita pasti ketahuan," jawab Wu Yanshi tersenyum tipis. Ia tak ingin usahanya selama ini sia-sia karena kesalahan kecil.


Namun, Lin Feili tiba-tiba tersenyum licik, "Bagaimana kalau aku membantumu mengubah wajahmu?"


"Bahkan kamu bisa mengubah wajah?" tanya Wu Yanshi menaikkan alisnya.


Lin Feili pernah mempelajari teknik ini di kehidupan nyata. Walau teknik ini bisa dengan mudah dilihat, tapi lebih baik daripada tidak sama sekali.


"Aku punya teknik mengubah wajah yang tidak bisa dibandingkan dengan teknik biasa lainnya. Kau pasti akan terkejut," jawab Lin Feili percaya diri.


"Kalau kamu berkata begitu, kamu bisa melakukannya," ucap Wu Yanshi. Sebenarnya ia menyadari senyum licik Lin Feili. Gadis ini pasti memiliki ide buruk untuknya.


Lin Feili menyuruh Wu Yanshi menutup mata dan mulai mengubah wajahnya. Wajahnya yang begitu tampan harus disamarkan dengan baik.


"Tuan, wajah tampan Wu Yanshi benar-benar hancur karenamu," ucap si emas. Ia menutup mata karena tidak tahan melihat hal yang mengerikan itu.


Si hitam hanya bisa menghela napas. Ia tahu bisa menyinggung siapapun, asalkan bukan Lin Feili. Ini pasti pembalasan Lin Feili pada Wu Yanshi karena malam pernikahan itu.


Setelah cukup lama, Lin Feili bertepuk tangan dan tersenyum lebar, "Selesai! Sempurna!"


Wu Yanshi membuka mata dan melihat Lin Feili tersenyum lebar.


"Lihatlah. Kemampuan menggambarku bagus, kan?" ucap Lin Feili sambil menyodorkan cermin.


Wu Yanshi menatap cermin dan melihat orang yang begitu berbeda. Ia membeku sejenak.


Di cermin itu, terlihat seorang pria tercengang dengan wajah kasar dan bulat. Jenggot melintang menutupi wajah dan ada tahi lalat besar tepat di dekat bibirnya.

__ADS_1


"Wajah yang kubuat untukmu ini tidak buruk. Bahkan jika ada yang bertemu dengan kita, tidak akan ada yang mengenalimu," ucap Lin Feili bangga.


Wu Yanshi hanya bisa pasrah tidak berdaya. Meski begitu, teknik mengubah wajah Lin Feili ini benar-benar yang terbaik yang pernah dia lihat. Jika ia tak berpikir jernih, ia juga akan mengira itu bukanlah wajahnya.


"Teknik mengubah wajahmu sangat bagus. Tapi aku tidak tahu apa yang akan dipikirkan orang-orang ketika melihat seorang pria jelek menikahi seorang wanita cantik sepertimu. Mungkin mereka akan iri setengah mati," ucap Wu Yanshi tertawa dengan wajah bulatnya itu.


Namun, Lin Feili merasakan firasat buruk melihat Wu Yanshi tertawa dengan wajah itu.


Setelah beberapa saat, Lin Feili dan Wu Yanshi akhirnya tiba di tempat tujuan.


"Pangeran, Putri, kita sudah sampai di air terjun," ucap Ma Zheng dari luar kereta.


Lin Feili dan Wu Yanshi turun dari kereta bersama. Mata Ma Zheng melotot saat melihat seorang pria berwajah bulat dan tidak dikenal itu. Tidak mungkin dia tidak tahu jika ada pria lain di kereta.


Ia bertanya, "Siapa dia?"


Lin Feili hanya bisa tersenyum. Sedangkan Wu Yanshi berbicara dengan lesu, "Ma Zheng."


"Benar. Putri menggunakan teknik mengubah wajah padaku," jawab Wu Yanshi lesu.


Ma Zheng tak dapat menahan senyumnya. Pangerannya yang tampan tak tertandingi sekarang menjadi orang cupu berwajah bulat. Ini terlalu lucu.


"Tertawalah jika kau mau. Tapi kalau tersedak jangan salahkan aku," ucap Wu Yanshi masih lesu.


"Hahaha ... Pangeran .... Pangeran benar-benar jelek saat ini," ucap Ma Zheng tertawa terbahak-bahak sampai air matanya keluar.


Wu Yanshi menghela napas acuh, "Istriku, Ma Zheng telah bersamaku bertahun-tahun. Jika identitasku ingin disembunyikan, maka wajahnya juga harus diubah. Ingat, wajahnya harus sama jeleknya seperti wajahku."


Ma Zheng langsung tercekat. Ia tak mau melakukan hal ini, "Pangeran, aku salah! Aku benar-benar tidak sopan! Maafkan aku sekali ini saja! Pangeran, aku tidak akan menertawakanmu lagi."


"Putriku, tolong mulai," ucap Wu Yanshi lembut.

__ADS_1


Lin Feili dan Wu Yanshi mengabaikan permohonan Ma Zheng. Wajah Ma Zheng langsung berubah menjadi jelek dan tragis.


Penampilan Wu Yanshi yang sebelumnya menyedihkan, terlihat lebih baik jika dibandingkan dengan wajah Ma Zheng.


Ma Zheng hanya bisa pasrah menatap pasangan itu. Mereka benar-benar penjahat yang kejam.


Mereka melanjutkan perjalanan ke dalam hutan. Sebuah lembah besar muncul di depan Lin Feili. Pemandangannya begitu indah.


Suara air yang deras terdengar jelas. Mendengar suara ini saja Lin Feili tahu jika air terjun itu tidak kecil.


"Istriku, apakah kamu suka di sini?" tanya Wu Yanshi.


Lin Feili mengangguk senang, "Bagus sekali. Lebih baik dari yang kubayangkan."


"Aku senang kalau istriku puas," ucap Wu Yanshi.


Lin Feili menoleh melihat dua pria besar berkulit gelap di sisinya dan berkata, "Aku akan mulai berkultivasi di bawah air terjun sekarang. Kalian berdua bebas melakukan apa yang kalian inginkan."


Setelah mengatakan itu, Lin Feili tak lagi mempedulikan Wu Yanshi dan Ma Zheng. Sejak awal dia hanya ingin datang sendiri.


Ma Zheng menatap Wu Yanshi, "Pangeran, Putri datang ke sini hanya untuk berkultivasi?"


"Apalagi yang akan dia lakukan selain berkultivasi?" Wu Yanshi bertanya balik.


"Lalu, untuk apa kita di sini?" tanya Ma Zheng.


"Agar tidak terlalu bosan di istana," jawab Wu Yanshi santai.


"Pangeran ...," lirih Ma Zheng.


"Pemandangan di sini cukup bagus. Kau juga bisa berkultivasi di sini," ucap Wu Yanshi.

__ADS_1


Ma Zheng hanya bisa menghela napas. Ternyata Wu Yanshi dan Ma Zheng hanya akan menjadi penjaga Lin Feili.


__ADS_2