
Waktu pernikahan tiba.
Lin Feili meninggalkan kamarnya dengan dikelilingi oleh sekelompok pelayan. Di luar, Lin Feili melihat sosok pria yang luar biasa berpakaian merah.
Wu Yanshi duduk di atas kuda dan mengenakan jubah merah yang serasi dengan gaunnya. Wajahnya yang tampan tersenyum lebar, menyihir siapapun yang melihatnya, menarik perhatian semua orang.
Pada saat itu, Lin Feili tiba-tiba merasa seolah-olah orang yang dicintainya akan menikahinya. Ia merasa sangat gembira.
Wu Yanshi juga sangat terkejut melihat Lin Feili. Ia selalu berpikir bahwa Lin Feili akan kelihatan begitu cantik dengan riasan dan rambutnya yang ditata sebagai pengantin.
Namun, kecantikan yang dia lihat sekarang melampaui imajinasinya.
Lin Feili terlihat elegan, menawan, dan mempesona dalam satu waktu. Wu Yanshi tak pernah memikirkan pengantin wanita seperti apa yang dia inginkan. Namun saat melihat Lin Feili, ia tahu mempelai wanitanya ingin terlihat seperti ini.
Kedua pasang mata bertemu, saling tersenyum bahagia.
Lin Feili menaiki tandu pengantin, diiringi dengan suara petasan. Ia dibawa ke istana kekaisaran Wu Yanshi.
Istana Wu sangat ramai. Tamu-tamu sudah datang dan saling berbincang tentang pernikahan dengan bahagia.
"Aku dengar, tanggal pernikahan ini ditentukan oleh Pangeran Wu sendiri. Sepertinya Pangeran Wu sangat menantikan untuk menikah dengan Lin Feili."
"Siapa yang tidak ingin menikahi wanita cantik sepertinya? Bahkan Putra Mahkota saja bertindak sekolah dia kehilangan jiwanya."
"Ssstt, jangan mengatakan itu kuat-kuat."
Setelah hari ini, Lin Feili akan menjadi Putri Wu.
Lalu, orang-orang itu kembali berbisik-bisik, "Apakah Kediaman Jenderal akan datang hari ini? Lin Feili dan Pangeran Wu bahkan tidak menganggap mereka."
"Kaisar saja datang. Tentu saja Lin Changkong tidak mungkin tidak datang."
"Sepertinya ini balas dendam Lin Feili. Kita semua tahu bagaimana perlakuan Kediaman Jenderal pada Lin Feili."
Ini adalah pernikahan yang paling banyak dilihat di kota kekaisaran. Mantan tunangan Putra Mahkota menikahi Pangeran Wu dan akan menjadi Putri Wu. Ia mengabaikan ayahnya dan membuat Kediaman Jenderal kehilangan muka.
Memikirkannya saja, orang-orang merasa pernikahan ini sangat menarik.
__ADS_1
Suara petasan bersahut-sahutan. Orang-orang mulai berhenti berbicara dan melihat ke arah gerbang.
Pengantin wanita telah tiba!
Wu Yanshi dan Lin Feili berjalan bersama ke aula depan. Pakaian mereka yang merah cerah menurut perhatian semua orang.
Melihat Wu Yanshi duduk di kursi rodanya, orang-orang merasa emosional. Pria yang memiliki ketampanan begitu luar biasa, sayangnya lumpuh. Jika tidak, mereka akan menjadi pasangan yang paling fenomenal.
Tiba-tiba, suara lain terdengar, "Yang Mulia Kaisar telah tiba! Yang Mulia Putra Mahkota telah tiba!"
Semua orang berbalik dan membungkuk.
"Silahkan bangkit semuanya. Hari ini adalah hari yang membahagiakan untuk Pangeran Wu dan Putri Wu. Semua orang boleh bersantai," ucap Ye Qin Mo sambil tersenyum.
"Terima kasih Kaisar!"
Suasana hati Wei Chu saat ini sangat baik. Pernikahan hari ini membuat Lin Changkong kehilangan wajah. Kaisar sudah datang, tapi dia belum datang juga. Ini tidak bisa dianggap masalah kecil.
Namun, saat Wei Chu mengangkat kepalanya, ia melihat Lin Changkong dan anggota keluarga lainnya berdiri tepat di belakang Kaisar dan Putra Mahkota.
Ye Qin Mo tertawa kecil, "Kebetulan kami bertemu di luar istana dan memilih untuk masuk bersama."
Wajah Wei Chu langsung suram. Lin Changkong benar-benar beruntung!
Lin Changkong yang melihat perubahan ekspresi Wei Chu, ia tertawa dalam hati. Ia sudah tahu apa yang akan direncanakan Wei Chu. Namun, Kaisar ada di sini sekarang dan ia tak bisa melakukan apa-apa.
"Karena semua orang sudah di sini, maka pernikahan bisa dimulai!" ucap Ye Qin Mo yang sekaligus menjadi perintah.
Ia duduk di kursi tertinggi. Ini adalah posisi khusus untuknya. Kaisar datang secara pribadi ke acara pernikahan, artinya ini adalah kehormatan yang tak tertandingi untuk Istana Wu.
Sekarang, semua orang fokus kepada sosok yang berjalan. Sebelumnya semua orang hanya memperhatikan kedatangan Kaisar dan tak melihat dengan jelas penampilan pengantin wanita.
Dengan sekali lihat, mereka semua begitu tercengang.
Lin Feili benar-benar cantik! Penampilannya tak bisa tertandingi. Bahkan cahayanya tidak redup saat ia berdiri di samping Wu Yanshi.
"Wah, Putri Wu benar-benar cantik! Kita baru tidak melihatnya beberapa hari dan dia tampak semakin cantik."
__ADS_1
"Siapa yang bilang wanita paling cantik di kota kekaisaran adalah Wei Yue? Menurutku yang paling cantik adalah Putri Wu!"
Semua orang memuji Lin Feili. Kebanyakan dari mereka adalah pasiennya. Sedangkan yang lainnya adalah para pemuda yang membeli pil roh pada Lin Feili. Mereka secara tulus berterima kasih padanya.
Ye Xuan menatap wajah yang begitu cantik dan menawan yang ada di depannya. Ia sudah mengenal Lin Feili selama 10 tahun, tapi ia tak pernah benar-benar menatapnya.
Ia selalu menganggap Lin Feili sampah yang sangat tidak layak untuk bersanding dengannya. Penampilannya juga kalah jauh dengan Lin Xue.
Melihatnya sekarang, Lin Xue lah yang kalah jauh dengannya. Ia lah yang seharusnya menjadi pengantin pria. Melihat Wu Yanshi di posisi itu, hatinya merasa sesak dan penuh penyesalan.
Lin Xue yang sejak tadi memperhatikan Ye Xuan, melihat ke arah Lin Feili. Ia menatapnya iri. Bagaimana Lin Feili bisa berubah menjadi begitu cantik dalam waktu singkat?
Lin Feili juga menoleh ke arah Lin Xue. Mata mereka bertemu. Bunga api kebencian di antara mereka terpercik.
"Pertama, beri hormat kepada Kaisar."
Wu Yanshi dan Lin Feili membungkuk untuk memberi hormat. Untungnya Wu Yanshi menahan diri untuk tidak menatap jijik pada Kaisar.
Ye Qin Mo pun merasa tenang dan menerima penghormatan mereka.
"Kedua, memberi hormat kepada langit dan bumi."
Lin Changkong membeku. Seharusnya Mereka memberi hormat kepada orang tua setelah memberi hormat pada Kaisar. Apakah mereka mengabaikannya?
Wu Yanshi dan Lin Feili membungkuk ke langit dan bumi.
"Suami dan istri saling menghormat."
Semua orang tercengang melihat tindakan mereka. Sepertinya hubungan antara Lin Feili dan Kediaman Jenderal memang tidak bisa menemukan titik terang.
Wajah Lin Changkong terlihat begitu marah. Ia mengepalkan erat tinjunya di bawah jubahnya. Berani sekali ia menghinanya di depan semua orang.
Putri yang sangat tidak berbakti!
Ye Qin Mo mengerutkan alis. Wu Yanshi dan Lin Feili sudah melewati batas, "Bukankah tahap kedua adalah menghormat kepada orang tua? Apa yang kalian maksud ini?"
Aula itu langsung hening. Kaisar tidak lagi mentoleransi tindakan mereka. Apa yang akan mereka lakukan sekarang?
__ADS_1