Mengubah Takdir Di Novel Kuno

Mengubah Takdir Di Novel Kuno
Menjadi Lebih Seru


__ADS_3

Bagi para perampok, tempat ini adalah hidup mereka. Jika ada yang ingin mengambil tempat mereka, sama saja seperti membunuh mereka. Mereka akan mati.


Mereka telah hidup di tempat ini selama bertahun-tahun. Tentu saja mereka tak akan tinggal diam saat ada yang ingin mengambil tempat mereka. Mereka akan memberi pelajaran.


Berbeda dengan Zhao Xiaoyao yang tak mengerti apa-apa. Ia baru datang dan ingin menyerang Lin Feili, tapi malah ia dulu yang diserang tanpa sebab.


Melihat keterkejutan Zhao Xiaoyao, Lin Feili menyeringai. Ternyata ini akan menjadi lebih seru dari yang ia bayangkan.


"Siapa yang akan kalian serang?" teriak Zhao Xiaoyao panik.


"Yang akan kami serang adalah kau!" jawab pemimpin perampok.


*


Bugh!


Brak!


Bang!


Task!


Boom!


Suara dentuman, pukulan, dan tendangan terus terdengar. Mereka saling bertarung satu sama lain. Lin Feili, Shen Qinchang, dan Zhang Mingxi juga terlibat dalam pertarungan itu.


Para perampok bertarung seperti kambing yang siap disembelih. Setiap kali mereka bergerak pasti akan mati.


Melihat kekuatan kedua pria itu, menurut penilaian Lin Feili mereka akan segera mencapai tahap Agung.


Padahal, usia mereka masih terlihat 17 atau 18 tahun, tapi berhasil menerobos begitu banyak. Jika dibandingkan Li Mei, tentu saja mereka lebih berbakat.


Wajah pemimpin perampok langsung muram. Ia tak menyangka dua pria yang terlihat memiliki banyak harta, ternyata juga sangat kuat. Ia mulai panik melihat anak buahnya sudah banyak yang tumbang.


Sedangkan Lin Feili juga menghabisi para perampok sambil berjalan ke arah Zhao Xiaoyao.


"Sepertinya pelajaran yang ku berikan padamu sebelumnya tidak cukup," sinis Lin Feili pada Zhao Xiaoyao. Ia tersenyum dingin. Sambil membunuh para perampok, ia juga memprovokasi Zhao Xiaoyao.

__ADS_1


"Kau sendiri yang menyinggung perasaanku. Tentu saja aku tak akan melepaskanmu!" jawab Zhao Xiaoyao marah.


Ia ingin sekali segera membunuh Lin Feili, tapi mendekatinya saja ia tak bisa. Para perampok dari gunung ini terus menyerangnya tanpa henti.


"Sebenarnya kenapa kalian menyerangku?" tanya Zhao Xiaoyao yang sudah tak berdaya menghadapi perampok yang begitu banyak.


Para perampok gunung menatap sinis ke arah Zhao Xiaoyao dan menjawab, "Kau datang ke wilayah kami dan ingin mengambil target kami. Sekarang kau masih bertanya kenapa? Bodoh!"


"Tuan Muda, mereka adalah perampok gunung," ucap seorang pria yang sudah mengerti kondisi saat ini.


Akhirnya, Zhao Xiaoyao juga mengerti.


Ia menatap Lin Feili dengan kemarahan yang memuncak. Lin Feili benar-benar wanita yang tidak beruntung. Baru saja ia membuat Zhao Xiaoyao mengejarnya untuk balas dendam, tapi ia sudah dikepung perampok lain.


"Aku tidak berniat merebut wilayahmu. Aku hanya ingin membunuh wanita itu," jelas Zhao Xiaoyao.


Walau ia memiliki banyak anak buah, tapi itu tak sebanding dengan banyaknya perampok gunung. Jika mereka terus bertarung, dia pasti juga terluka. Jadi, mau tidak mau dia hanya bisa menjelaskan.


Namun, para perampok gunung mencibir mendengar penjelasan Zhao Xiaoyao, "Alasanmu benar-benar tidak masuk akal. Apa kau pikir kami akan percaya?"


Para perampok itu semakin membenci Zhao Xiaoyao. Bodoh sekali dia ingin bermain dengan trik yang sangat mudah dibaca seperti itu. Apa dia pikir mereka bodoh?


Itulah harga yang harus dibayar jika mereka berani masuk ke wilayah perampok gunung.


Brak! Bugh! Bang!


Sebelum Zhao Xiaoyao bisa berbicara lagi, para perampok gunung sudah menyerangnya.


Kelompok Zhao Xiaoyao bertarung dengan hati-hati. Walau jumlah mereka lebih sedikit dari para perampok gunung, setidaknya kekuatan mereka agak lebih kuat daripada perampok. Jadi, mereka masih bisa menanganinya.


Lin Feili menatap Zhao Xiaoyao dengan dingin dan tersenyum aneh. Ia terus menyapu jalan yang dihalangi oleh para perampok itu dan berjalan mendekati Zhao Xiaoyao.


"Tuan Muda Zhao, tidak ku sangka kita akan bertemu lagi," ucap Lin Feili menatapnya sambil menyeringai. Nada bicaranya penuh ejekan.


Zhao Xiaoyao menggertakkan giginya, "Apa kau pikir dengan memprovokasi para perampok gunung ini akan membuatku melepaskanmu?"


Lin Feili menjawab sambil tersenyum melihat sekeliling, "Para preman sewaanmu itu sudah sibuk berurusan dengan para perampok gunung. Apa kau pikir mereka masih bisa menanganiku sambil bertarung dengan perampok gunung?"

__ADS_1


Mendengar jawaban itu, Zhao Xiaoyao melihat sekeliling. Apa yang dikatakan Lin Feili benar. Mereka tak mungkin menghadapi Lin Feili dengan kondisi seperti ini.


"Karena kau ingin memberiku pelajaran, maka aku dulu yang akan mengajarimu," ucap Zhao Xiaoyao menantang.


Dengan senyum lebar, Lin Feili langsung melompat ke udara dan dengan segera meraih Zhao Xiaoyao. Tanpa basa-basi, ia mengangkat Zhao Xiaoyao dan melemparkannya ke kerumunan para perampok yang sedang bertarung dengan bawahannya.


Brak!


Zhao Xiaoyao jatuh dengan keras ke tanah menyebabkan debu berhamburan.


"Uhuk," ia pun terbatuk-batuk kesakitan. Tubuhnya terlempar ke tanah begitu saja tanpa sempat mempersiapkan apapun.


Lin Feili mulai menghampiri Zhao Xiaoyao. Matanya yang jernih langsung berkilat marah ke arah Zhao Xiaoyao.


Para perampok gunung yang melihat Lin Feili begitu mudah mengalahkan Zhao Xiaoyao, mereka tahu Lin Feili tak akan mudah dikalahkan. Jadi, mereka lebih memilih untuk menyerang anak buah Zhao Xiaoyao dengan semakin ganas.


Zhao Xiaoyao yang melihat Lin Feili perlahan menghampirinya langsung bergidik ketakutan. Pelajaran yang sebelumnya diberikan Lin Feili masih terlintas jelas di benaknya.


Tentu saja, kekuatannya tak bisa dibandingkan dengan Lin Feili. Ia tak mungkin menang melawan Lin Feili.


"Hey! Kalian kesini!" teriak Zhao Xiaoyao pada anak buahnya.


Mendengar perintah itu, para anak buahnya segera mengetahui kondisi Zhao Xiaoyao. Mereka pun langsung menerobos para perampok gunung untuk menyelamatkan Zhao Xiaoyao.


Namun, perampok gunung begitu banyak. Walau mereka ingin membantu Zhao Xiaoyao, tapi mereka tak dapat melewati para perampok.


"Tuan Muda, kami tidak bisa ke sana," teriak seorang pria dengan tidak berdaya.


Wajah Zhao Xiaoyao langsung memucat.


Awalnya ia sangat yakin para anak buah sewaannya akan lebih dari cukup untuk menghabisi Lin Feili. Namun, ia tak menyangka rencananya malah menjebak dirinya sendiri dan membuatnya jatuh ke dalam kehancuran.


Sedangkan keadaan Zhao Xiaoyao sangat berbanding terbalik dengan Shen Qinchang dan Zhang Mingxi. Mereka berdua melawan perampok dengan sangat mudah. Setiap tebasan mereka pasti selalu membuka jalan.


Seperti ucapan Shen Qinchang sebelumnya. Para perampok ini hanyalah segerombolan tak penting dan bukan lawan sepadan untuk mereka.


Para perampok yang diserang sudah tak berdaya dan hanya bisa merintih kesakitan. Pemimpin perampok sangat panik dengan situasi ini. Seharusnya ia tahu tak boleh memprovokasi mereka karena dua anak muda itu bukan lawannya.

__ADS_1


"Tuan, tolong kasihani kami," pemimpin perampok langsung memohon agar ia tak kehilangan bawahan semakin banyak lagi.


__ADS_2