
Wajah cantik Lin Feili berubah menjadi serius.
"Boom! Boom!"
Dua serangan secepat kilat menerjang ke arah Lin Feili. Jantungnya berdegup kencang dan dia dengan cekatan menghindari serangan itu, menjauh sejauh mungkin.
Binatang iblis itu tidak menyerah dengan jarak yang dibuat Lin Feili. Tatapan binatang iblis itu sangat tajam.
Lin Feili langsung mengenali binatang iblis yang baru saja menyerangnya. Itu adalah binatang iblis tingkat menengah, Rubah Api.
Seluruh tubuh rubah api berwarna merah menyala. Di manapun dia berada, suhu di sekitarnya akan naik. Ia ahli dalam kecepatan dan serangan diam-diam. Ia menang sering menyerang para kultivator.
Lin Feili memegang pedang, matanya berkilau dingin.
Rubah api memamerkan taringnya saat melihat Lin Feili. Wajahnya garang dan menyeramkan. Ia terlihat tidak puas karena gagal pada serangan pertama.
Lin Feili memejamkan mata dan energi kultivasinya meledak. Dalam sepersekian detik, ia sudah di depan rubah api dan menyerang.
Di udara, hanya bisa terlihat kilatan perak dan suara sesuatu jatuh ke tanah.
Kepala rubah api jatuh ke tanah, masih dengan taring yang terpampang. Namun, wajah itu tidak seseram sebelumnya.
Lin Feili mendarat ke tanah dengan santai. Pedang panjangnya bergerak, ia langsung mengeluarkan kristal roh dari dalam tubuhnya.
__ADS_1
Dengan kekuatan Lin Feili saat ini, rubah api bukan apa-apa baginya.
Dalam perjalanan Lin Feili selanjutnya, ia bertemu banyak binatang iblis. Lin Feili menyingkirkan semuanya dengan mudah, seolah mereka adalah semut.
Acara panahan kekaisaran diadakan di Gunung Hong yang memiliki banyak binatang iblis. Kebanyakan kekuatan binatang iblis itu setara dengan para kultivator.
Jika tidak, para keluarga besar tidak akan membiarkan keturunan mereka ikut berpartisipasi. Itu hanya akan merugikan mereka.
*
Malam menyelimuti langit. Malam ini Gunung Hong sangat ricuh.
Binatang iblis lebih suka aktif di malam hari. Suara lolongan dan raungan tak henti-hentinya terdengar.
"Tuan, ini sudah sangat larut. Lebih baik segera cari tempat untuk bermalam," ucap si emas menyarankan.
Untuk beristirahat di Gunung Hong pada malam hari tidaklah mudah. Banyak binatang iblis yang ganas yang harus dihindari.
Lin Feili sudah sering berlatih di pegunungan. Dari pengalamannya, ia tahu bagaimana cara agar bisa beristirahat dengan baik.
Dalam pekatnya malam, Lin Feili terus bergerak dengan lincah, menyisakan bayangan putih yang melayang seperti hantu.
Setelah sekian lama berpindah-pindah, akhirnya ia menemukan tempat yang aman untuk beristirahat.
__ADS_1
Biasanya, orang-orang akan menyalakan api unggun saat malam. Namun, si hitam dan si emas melihat sepertinya tuannya tidak berniat melakukan itu.
"Tuan, mengapa kau tidak menyalakan api?" tanya si emas penasaran.
"Binatang iblis tingkat rendah sangat sensitif dengan api. Jika kita menyalakan api, maka sama saja menyerahkan nyawa," jawab Lin Feili sambil menjelaskan.
Mendengar jawaban Lin Feili, mata si emas dan si hitam berbinar, memuja Lin Feili dalam hati. Tuan mereka benar-benar yang terbaik.
Lin Feili pun mulai memejamkan mata dalam keadaan berkultivasi. Energi kultivasi di pegunungan ini sangat melimpah dan bermanfaat untuk kultivator.
*
Para kultivator yang sedang beristirahat kebanyakan tidak tahu jika sebenarnya mereka sedang diawasi.
"Aku dengar Lin Feili dijuluki sampah di Kekaisaran Aglea. Tapi melihat bakatnya di kompetisi ini, sepertinya ia adalah yang terbaik," ucap seorang pria yang mengenakan jubah hitam. Matanya berkedip kagum melihat Lin Feili.
"Tadinya Lin Xue berencana untuk membunuh Lin Feili. Kali ini Lin Feili pasti akan terganggu," ucap Li Yayun tersenyum tipis.
Zhe Jiyin mengangguk dan menjawab, "Para kultivator lain sudah mulai membentuk tim, tapi gadis ini terlihat akan tetap sendiri."
Pada usia Lin Feili, menghabiskan malam sendiri tidaklah mudah. Apalagi kebanyakan musuhnya adalah kultivator berpengalaman.
Jika ada rekan satu tim yang berjaga, maka baru bisa beristirahat dengan baik. Namun, Lin Feili sepertinya pengecualian.
__ADS_1
"Aku suka gadis ini. Tak mudah menemukan seseorang dengan tekad yang kuat dalam acara panahan kekaisaran," ucap Li Yayun tersenyum.
"Kualitas generasi muda kali ini sangat menurun. Hanya sedikit yang memiliki bakat istimewa. Namun, aku menemukan satu di acara panahan kekaisaran ini," imbuh Zhe Jiyin.