
"Saat ini, akulah yang menang. Aku yang membunuh Li Mei. Tapi, kau malah mengatakan seharusnya aku tak membunuhnya. Sekarang aku tanya padamu. Jika aku yang mati, apa kau akan mengatakan hal yang sama pada Li Mei?" ucap Lin Feili dengan ketus.
Li Xiaolong terdiam. Tentu saja ia tidak akan mengatakan hal itu. Untuk apa dia peduli dengan hidup dan mati Lin Feili?
Yang pasti, ia tidak terima dengan kematian putrinya!
Para penonton yang memerhatikan perubahan wajah Li Xiaolong akhirnya mengerti. Jika keadaan berbalik, pasti Li Xiaolong akan bersikap beda.
Sejak awal, Li Mei telah berencana untuk membunuh Lin Feili!
Jika hari ini Lin Feili yang mati, maka pertarungan ini akan berhenti dan mereka akan merayakannya.
Sekarang, Lin Feili mengatakan hal itu dengan blak-blakan. Tentu saja Li Xiaolong harus menanggung malu.
"Jika tidak ada lagi yang ingin Jenderal Li bicarakan, maka lebih baik tetap diam. Karena kalian telah berani menyinggung aku, Lin Feili, maka kalian harus berani menanggung akibatnya," ucap Lin Feili dengan angkuh dan arogan. Tak perlu menundukkan diri pada musuh.
__ADS_1
Bahkan pada Li Xiaolong sekalipun.
"Lin Feili, apa kau tidak takut aku akan membalas dendam?" ancam Li Xiaolong. Wajahnya benar-benar berantakan sekarang. Ia bertekad untuk membalaskan dendam Li Mei.
"Takut? Aku adalah Lin Feili. Aku tak pernah takut pada siapapun. Tapi ingat ini! Jika kau berani menyinggungku lagi, maka siap-siap aku akan menghancurkan seluruh keluargamu," ucap Lin Feili menyangkal semua ancaman Li Xiaolong.
Kemudian, ia melanjutkan, "Aku bukan orang yang naif. Aku akan melakukan apa yang aku katakan."
Orang-orang menarik napas dingin. Akhirnya, pertarungan hidup dan mati antara Lin Feili dan Li Mei selesai. Hasil akhir langsung terlihat. Lin Feili berhasil membunuh Li Mei.
Namun, saat ini Lin Feili dan Li Xiaolong berseteru. Lin Feili bahkan berani melawan seorang jenderal.
Bagaimana bisa seorang anak 16 tahun memiliki aura seperti itu? Li Xiaolong bisa gila jika terus memikirkan hal ini.
Lin Feili sendiri tak memedulikan tatapan maupun pemikiran orang-orang. Ia pergi dengan acuh dan turun dari panggung meninggalkan kerumunan.
__ADS_1
Setiap langkahnya menusuk ke relung hati semua orang. Pada saat ini, tak ada yang berani bersuara. Mereka hanya mampu mengamati punggung Lin Feili yang semakin menjauh.
Dalam hati mereka berbisik, Putri Wu benar-benar hebat!
Air di pelupuk mata Li Xiaolong tak dapat lagi terbendung. Awalnya ia dan Li Mei ingin menyingkirkan Lin Feili. Namun, Li Mei malah mati di pertarungan hidup dan mati ini.
Tak ada lagi yang bisa ia lakukan selain balas dendam. Apalagi semua ucapannya tadi didengar seluruh orang. Tak mungkin Li Xiaolong menarik kata-katanya lagi. Jika tidak, reputasinya sebagai jenderal bisa hancur.
"Sejak kapan Lin Feili menjadi begitu kuat?" tanya Ye Guan heran. Kekuatan Lin Feili hampir setara dengan Ye Xuan.
Ye Xuan menggeleng, "Tidak tahu."
Melihat Ye Xuan muram dan frustasi, Ye Guan berhenti bicara. Ia tahu saudara laki-lakinya menyukai Lin Feili. Namun, tak mungkin baginya untuk memiliki Lin Feili saat ini.
"Sampah sialan!" rutuk Lin Yi dengan marah. Dia tak pernah berpikir Li Mei akan kalah dari Lin Feili. Bahkan sampai dia mati.
__ADS_1
Sekali lagi, Kota Kekaisaran gempar. Semua orang membicarakan pertarungan hari ini, tentang betapa kuatnya Lin Feili.
Saat kompetisi kekaisaran, tak ada yang melihat kekuatan Lin Feili. Namun hari ini, mereka semua bisa menyaksikannya secara langsung.