
Mereka semakin ingin tahu.
Walau Lin Feili tidak dalam perhitungan mereka, tapi mereka sudah mendengar jika ia mengalahkan raja serigala petir. Mungkin ia memang kuat.
"Mengapa Putri Wu sudah keluar? Apakah ia membunuh harimau sinar bintang?" tanya seseorang mewakili pertanyaan semua orang.
"Tidak mungkin. Walau Putri Wu bukan lagi sampah, tetap saja ia bukan lawan Yang Mulia Putra Mahkota atau Lin Xue," jawab yang lain.
"Menurut pendapatku, Yang Mulia Putra Mahkota sudah membunuh harimau sinar bintang, jadi Putri Wu merasa tidak ada gunanya lagi berada di hutan lama-lama," seseorang memberikan pendapat yang disetujui yang lain.
Lin Feili mengabaikan pendapat-pendapat itu. Pong Wenbin dan Ru Wanjing membungkuk dan memberi hormat pada Kaisar sebelum mengambil tempat duduk untuk beristirahat.
Ru Wanjing akhirnya bisa duduk di kursi yang empuk dan nyaman. Ia merilekskan tubuh dan pikirannya.
Selama 3 hari ini, ia tidak pernah menjalani hari dengan damai. Bahkan, ia tidak berani tidur nyenyak karena takut binatang iblis akan menyerang.
Menjalani 3 hari yang sangat pahit itu, Ru Wanjing tak berpikir untuk mengulanginya. Ia tak bisa tahan dengan hidup seperti itu.
Sedangkan Pong Wenbin mengambil pelajaran yang berharga. Ia tahu seseorang tidak mungkin menjadi kuat dan mendapat kehormatan jika hanya duduk santai. Untuk menjadi kuat, harus melewati banyak penderitaan.
Selama 3 hari ini, ia telah membuat perubahan drastis. Ini lebih baik daripada ia berkultivasi selama 3 bulan di rumah. Bahkan, ia sudah menerobos.
Meski ia tidak masuk 3 besar, tapi hasil akhir ini lebih baik dari perkiraannya. Ia sudah cukup puas.
Lin Feili duduk tenang. Wajahnya yang menawan tidak menunjukkan tanda kelelahan sedikitpun, seolah ia memang duduk di sana sejak awal dan tidak pernah masuk ke Gunung Hong.
Sedangkan Lin Yi yang berada di sana menatap Lin Feili dengan sinis. Ia mengira Lin Feili akan mati di hutan. Namun ternyata keberuntungan Lin Feili sungguh bagus.
"Tunggu saja sampai kakak keluar. Aku ingin lihat sampai kapan kau bisa duduk santai seperti itu," gumam Lin Yi.
Wei Luxi juga menatapnya penuh kebencian, "Memangnya kenapa jika sampah ini masih hidup? Setelah ini, ia akan mati tidak lama lagi."
Pertarungan Lin Feili dan raja serigala petir membuat orang-orang memerhatikannya. Wei Luxi tidak akan membuat Lin Feili mengambil pusat perhatian.
Setelah acara panahan kekaisaran ini selesai, ia akan menyewa pembunuh bayaran. Ia harus segera membuat sampah itu mati!
Tak lama, pada kultivator lain juga mulai meninggalkan hutan. Pejabat-pejabat yang melihat anaknya keluar dengan selamat akhirnya bisa menghela napas lega.
Terlepas dari peringkat yang akan didapatkan anak mereka, selama mereka aman dan selamat, mereka sudah merasa bahagia.
__ADS_1
Sudah hampir semua kultivator keluar dari hutan. Namun, Ye Xuan dan Lin Xue yang sudah mereka tunggu-tunggu tak kunjung keluar.
"Mengapa Yang Mulia Putra Mahkota belum juga keluar? Apakah ia masih bertarung dengan harimau sinar bintang?" tanya seseorang penasaran.
"Mungkin harimau sinar bintang sangat sulit dihadapi. Jadi, Yang Mulia Putra Mahkota butuh waktu yang lebih lama. Ini sangat wajar," jawab seseorang yang bisa didengar semua kultivator.
Mendengar itu, semua kultivator menatap Lin Feili.
Ye Xuan sedang bertarung dengan harimau sinar bintang? Hahaha padahal Lin Feili sudah membunuhnya.
Setelah cukup lama menunggu, sosok yang mereka tunggu-tunggu akhirnya keluar.
"Ye Xuan!" teriak Wang Ru melihat jubah anaknya yang sudah sangat ia kenal. Ia bangkit dan tersenyum lebar.
Namun, ketika ia menyadari kondisi tubuh Ye Xuan, wajahnya langsung memucat. Jubah emas kebesaran Ye Xuan sudah penuh dengan darah.
Melihat wajah Ye Xuan, Wang Ru sadar jika lukanya serius. Wang Ru segera menghampiri Ye Xuan, putra satu-satunya.
"Xuan, apa yang terjadi padamu?" tanya Wang Ru dengan khawatir, ingin menarik tangan Ye Xuan.
Ketika itu, wajahnya semakin pucat, "Ka-kau, tanganmu ...."
Ye Qin Mo pun mengerutkan wajah. Walau ia tahu akan selalu ada korban dalam kompetisi ini, tapi menurutnya kekuatan Ye Xuan lebih dari cukup untuk keluar dengan selamat.
Namun sekarang, ia tidak hanya terluka, tapi juga terluka parah.
Para pejabat kekaisaran juga terkejut. Padahal Ye Xuan sudah berada di tingkat menengah tahap akhir, tapi ia terluka parah. Artinya, harimau sinar bintang sangat kuat.
Para kultivator lain yang baru mengetahui keadaan Ye Xuan menghela napas panjang. Lengan Ye Xuan benar-benar patah. Bahkan sebagai Putra Mahkota, akan sulit untuk menyembuhkannya.
Para tabib kekaisaran yang sudah disiapkan langsung menghampiri Ye Xuan dan mengobati lukanya. Setelah itu, mereka juga mengobati kultivator lain.
Melihat keadaan Ye Xuan yang sangat parah, hati Lin Changkong semakin gelisah. Sampai sekarang, Lin Xue belum juga keluar.
"Gong!" terdengar suara gong mendengung, tanda sebagai kompetisi sudah berakhir. Pintu masuk dan keluar sudah ditutup. Itu hanya akan dibuka pada kompetisi selanjutnya.
Melihat itu, Lin Changkong berdiri dengan panik, "Yang Mulia, putriku belum keluar."
Orang-orang yang mendengar itu merasa penasaran. Kekuatan Lin Xue adalah yang terbaik setelah Ye Xuan. Melihat ia belum keluar benar-benar aneh.
__ADS_1
"Tidak ada siapapun lagi di dalam," jawab Ye Qin Mo. Ia juga sedikit heran. Kata-katanya membuat semua orang terkejut.
Hati Lin Changkong semakin kacau. Jika Lin Xue masih belum keluar, bukankah berarti dia sudah mati?
Namun, Lin Changkong berpikir itu sangat tidak masuk akal. Dengan kekuatannya, Lin Xue tidak mungkin mati di sana.
Wei Chu juga agak terkejut, tapi di lain sisi ia juga merasa senang. Jika Lin Xue benar-benar sudah mati, berarti Kediaman Jenderal semakin lemah. Mereka hanya memiliki Lin Yi sekarang.
"Xue tidak mungkin mati!" Wei Luxi berteriak tidak terima.
Namun, Ye Xuan angkat bicara, "Lin Xue benar-benar sudah meninggal."
Kata-kata Ye Xuan ibarat batu yang dilemparkan ke air yang tenang, langsung membuat ricuh. Jika Ye Xuan yang mengatakannya, kemungkinan itu memang benar.
Lin Xue sudah mati!
"Apakah Anda melihatnya dengan mata kepala sendiri?" tanya Lin Yi, masih menolak kenyataan ini.
Ye Xuan mengangguk, "Iya."
"Ti-tidak mungkin," tubuh Wei Luxi lemas dan ia terjatuh ke tanah. Wajahnya dipenuhi ketidakpercayaan. Ia menunggu Lin Xue dengan hormat, tapi ternyata ia sudah mati dalam kompetisi.
Lin Yi menatap Ye Xuan dengan bingung. Namun, tidak mungkin juga Ye Xuan berbohong. Itu tidak akan ada gunanya.
Tetapi kakaknya begitu kuat. Bagaimana ia bisa mati?
Kondisi Lin Changkong sudah tidak karuan, tapi ia masih bisa bertanya dengan sopan, "Maaf, Yang Mulia Putra Mahkota. Apakah aku bisa tahu bagaimana Lin Xue bisa meninggal?"
"Tuan, apakah Ye Xuan akan menjawab dengan jujur?" tanya si emas cemas.
Namun, Lin Feili tetap acuh tak acuh, "Bahkan jika ia jujur, orang mati tidak bisa bicara, kan? Bukti apa yang ia miliki?"
Karena Lin Feili berani membunuh Lin Xue, ia juga sudah memikirkan konsekuensinya.
"Ah, benar!" jawab si emas. Ia percaya dengan Lin Feili.
"Dan ... ia juga tidak akan mengatakan yang sebenarnya," lanjut Lin Feili tersenyum lembut.
Si hitam dan si emas agak ragu dengan ucapan Lin Feili yang ini. Namun, mendengar jawaban Ye Xuan, si hitam dan si emas langsung ingin bersujud di depan tuannya.
__ADS_1
"Lin Xue mati terbunuh oleh harimau sinar bintang. Sejujurnya, lukaku juga disebabkan oleh harimau sinar bintang," ucap Ye Xuan.