Mengubah Takdir Di Novel Kuno

Mengubah Takdir Di Novel Kuno
Kedatangan Tamu


__ADS_3

Waktu berlalu dalam sekejap.


Lin Feili terus berlatih setiap hari. Ia baru berhenti latihan jika merasa dirinya akan pingsan. Setiap malam, dia meminum pil Hadiah Langit dan berkultivasi sampai matahari terbit.


Kemajuan Lin Feili sangat cepat. Ditambah dengan metode kultivasinya yang aneh, kecepatan kultivasi Lin Feili membuat Wu Yanshi tercengang. Menurutnya, bukan pil Hadiah Langit yang membuat peningkatannya begitu cepat.


Ma Zheng semakin kagum melihat Lin Feili. Ia berpikir Lin Feili hanya mampu bertahan selama satu hari. Namun, Lin Feili benar-benar melakukannya setiap hari seolah ia tak merasakan sakit atau putus asa.


Sedangkan Wu Yanshi dan Ma Zheng selalu berburu binatang iblis untuk menjadi makanan mereka.


Keterampilan memasak Ma Zheng cukup bagus. Lin Feili bisa makan makanan enak setiap hari. Apalagi daging binatang iblis itu penuh energi kultivasi yang bisa membantu memulihkan kekuatannya.


Akhirnya, acara panahan kekaisaran akan segera dimulai. Lin Feili, Wu Yanshi, dan Ma Zheng pun pulang.


Kini, Lin Feili dapat dengan jelas merasakan perubahan yang terjadi di tubuhnya. Walau tubuhnya masih rentan seperti sebelumnya, tapi kekuatannya jauh dibanding sebelumnya.


Ototnya lebih kencang dan kulitnya lebih berkilau. Ia telah memakan banyak binatang iblis yang kaya akan nutrisi. Fisiknya jelas lebih kuat sekarang.


Lin Feili dan Wu Yanshi sampai di Istana Wu pada sore hari.


Sedangkan Keluarga Wei masih dalam kekacauan. Melihat Lin Feili yang tak kunjung kembali, mereka mencari dokter lain untuk mengobati bintik-bintik di wajah Wei Yue.


Namun, hasil yang mereka dapatkan selalu sama.


"Suamiku, besok adalah acara panahan kekaisaran. Yue harus berpartisipasi. Namun, bagaimana ia bisa datang dengan keadaannya sekarang?" tanya Du Wenyin yang selalu cemas.


Mereka telah menyembunyikan rahasia ini sampai sekarang. Namun, mustahil bisa menyembunyikannya lagi besok.


"Besok adalah acara panahan. Seharusnya Lin Feili sudah kembali. Apakah mungkin Lin Feili tidak akan hadir?" ucap Wei Chu dengan ekspresi muram.


"Bagaimana mungkin?" tanya Du Wenyin.


"Fisik Lin Feili sampah dan Pangeran Wu lumpuh. Tidak mungkin dari mereka ada yang ikut berpartisipasi," jelas Wei Chu.

__ADS_1


"Jika mereka bisa tidak datang, kita dapat membuat alasan kalau Yue sedang tidak enak badan. Kita tidak boleh membiarkan Kaisar atau Putra Mahkota tahu tentang hal ini," ucap Du Wenyin.


"Tapi aku sudah mempersiapkan banyak hal untuk acara panahan ini," ucap Wei Yue tidak terima. Acara ini hanya diadakan setiap 2 tahun sekali. Bahkan ia sudah meminum pil roh.


"Apa kau ingin Kaisar dan Putra Mahkota melihatmu seperti ini?" tanya Wei Chu dingin. Ia telah merawat dan mendidik Wei Yue agar menjadi wanita tak terkalahkan. Ia tak ingin usahanya gagal setelah bertahun-tahun.


Tiba-tiba, kepala pelayan berlari ke arah mereka, "Tuan, ada kabar baik."


"Kabar macam apa yang bisa dianggap baik di saat seperti ini?" ucap Wei Chu tak bisa lagi menahan amarahnya.


"Pangeran dan Putri Wu telah kembali," ucap kepala pelayan yang mendapatkan kabar ini dari penjaga yang selalu mengintai Istana Wu.


Wajah ketiga orang itu langsung berbinar. Selama Lin Feili bisa menyembuhkan wajah Wei Yue, maka situasi mereka akan aman.


Wei Chu segera memerintahkan untuk menyiapkan kereta kuda dan membawa Wei Yue ke Istana Wu.


*


Saat Lin Feili baru saja memasuki kamar dan akan beristirahat, pelayan melaporkan kalau Wei Chu datang untuk menemuinya.


Saat itu, Wu Yanshi juga masuk ke kamarnya, "Wei Chu datang dan ingin menemuimu. Bagaimana? Apa ingin bermain dengan mereka?"


Lin Feili tertawa, "Tentu saja kita harus menemuinya."


Wu Yanshi menatap Lin Feili dalam. Mengingat sikap Lin Feili, pasti sesuatu telah terjadi sejak kejadian di Toko Linen.


Lin Feili dan Wu Yanshi berjalan ke aula dengan tenang dan tidak terburu-buru. Hal ini membuat amarah Wei Chu semakin memuncak.


Ia adalah calon besan Kaisar. Berani sekali mereka membuatnya menunggu.


"Pangeran dan Putri Wu emang orang yang sibuk," sindir Wei Chu.


Lin Feili dan Wu Yanshi adalah orang yang cerdas. Mereka bisa langsung tahu kemarahan di dalam ucapan Wei Chu.

__ADS_1


"Apakah ada sesuatu hingga Perdana Menteri Wei menemui kami?" tanya Wu Yanshi tenang, seolah yang disindir Wei Chu bukanlah dia.


Wei Chu agak merasa bingung. Ia selalu berpikir Wu Yanshi adalah pangeran yang lemah dan tidak memiliki status apa-apa.


Namun, melihatnya bicara langsung di depannya sekarang, ia merasakan aura yang menekannya keluar dari tubuh Wu Yanshi.


Wei Chu menahan tekanan itu dan menjawab, "Aku datang ke sini hari ini untuk meminta bantuan Putri Wu."


"Bantuanku?" tanya Lin Feili dengan wajah cantiknya yang bingung.


Melihat wajah Lin Feili yang kebingungan, hati Wei Chu sedikit goyah. Mungkinkah Lin Feili benar-benar tak ada hubungannya dengan penyakit yang dialami Wei Yue?


"Baru-baru ini, bintik-bintik merah muncul di wajah Wei Yue. Aku berharap Putri Wu bisa menyembuhkannya," ucap Wei Chu. Walau ia sedang meminta bantuan, tapi ekspresi wajahnya tetap angkuh. Dengan identitasnya, tidak mungkin Lin Feili berani menolak.


Lin Feili tersenyum dingin dan menatap Wei Yue yang berada di belakang Wei Chu. Suaranya agak memprovokasi, "Nona Wei datang ke sini untuk meminta bantuanku?"


Wei Yue sebenarnya sangat tidak ingin datang ke Istana Wu. Padahal ia yang ingin menghancurkan Lin Feili, tapi sekarang ia harus meminta bantuannya. Mau dikemanakan wajahnya?


"Minta bantuanmu? Mimpi!" jawab Wei Yue terpancing emosi.


"Oh, kalau begitu silakan pergi. Aku sibuk," cibir Lin Feili malas. Sebenarnya ia tak berniat mengobati Wei Yue sejak awal.


Ia bukan orang yang baik hati. Orang yang menyinggung perasaannya harus siap membayar harganya.


Wei Chu muram. Padahal ia datang ke sini secara pribadi, tapi Lin Feili masih berani begitu sombong, "Lin Feili, kau sudah tahu identitasku, tapi kau masih berani menolak? Aku adalah perdana menteri yang agung. Siapa pun yang berani menolakku, apa kau tahu apa yang terjadi pada mereka?"


Senyum Lin Feili tak secerah tadi. Dengan wajah dan suara dingin yang menusuk tulang, ia berkata, "Bagaimana pun, aku adalah Putri Wu. Sebagai perdana menteri, apa yang bisa kau lakukan terhadapku? Jika kau memang memiliki kemampuan, lakukan sekarang. Jangan terus-terusan bicara omong kosong. Aku terlalu malas mendengarnya."


Wei Chu tak bisa lagi menahan amarahnya. Dengan jabatannya di kekaisaran, orang-orang akan langsung tunduk padanya atau setidaknya memberi wajah. Namun, Lin Feili benar-benar bersikap arogan.


"Lin Feili, apa kau pikir hidupmu akan bahagia sebagai Putri Wu? Pangeran Wu hanyalah anak haram Kaisar yang tidak disukainya. Dengan identitas begitu, kau bisa apa?" ucap Wei Chu marah sampai tak memikirkan apa yang diucapkan.


Hampir semua orang tahu jika Wu Yanshi adalah anak haram Ye Qin Mo, tapi tak ada yang benar-benar mengatakannya secara langsung di hadapan banyak orang.

__ADS_1


Atmosfer di sekitar Lin Feili seolah turun ke nol derajat. Seketika ia merasa kesulitan bernafas.


"Apa kau sadar dengan apa yang kau katakan?" suara dingin Wu Yanshi terdengar. Matanya memancarkan badai yang dapat memporak-porandakan wilayah ini seketika.


__ADS_2