Mengubah Takdir Di Novel Kuno

Mengubah Takdir Di Novel Kuno
Benar-Benar Tidak Sabar


__ADS_3

"Ayah, aku akan bekerja keras," ucap Lin Xue bertekad. Menurutnya, ini adalah kesempatan terakhirnya. Jika ia tak bisa memberikan penampilan yang bagus, maka ia tak bisa lagi bersinar di bawah matahari.


Lin Changkong mengangguk. Awalnya ia ingin Lin Xue dan Lin Yi memberi penampilan bagus bersama dalam acara panahan kekaisaran. Namun sekarang ia hanya bisa mengandalkan Lin Xue.


Jika Lin Xue berhasil masuk ke-3 besar, maka rumor-rumor negatif tentang Kediaman Jenderal setidaknya akan berkurang.


"Kerja keraslah dengan baik," ucap Lin Changkong menepuk bahu Lin Xue sambil tersenyum menenangkan.


Walau Lin Feili membuat Lin Yi tidak bisa berkompetisi, setidaknya saingan Lin Xue, yaitu Wei Yue juga tidak bisa berkompetisi. Kediaman Perdana Menteri tidak memiliki kesempatan kali ini.


Tidak banyak generasi muda yang bisa menandingi kekuatan Lin Xue. Masuk ke-3 besar tidak sulit sama sekali.


Namun, Lin Changkong tak bisa menahan diri untuk tidak melihat Lin Feili.


Sejak saat Lin Feili bisa memblokir pukulannya, ia sudah tahu jika Lin Feili bisa berkultivasi dan kekuatannya tidak lemah.


Tapi yang ia rasakan hanyalah sekepalan tangan. Ia tidak tahu seberapa kuat Lin Feili sebenarnya.


Lin Feili memilih seekor kuda hitam yang bagus. Ia naik dan duduk di kuda itu, kemudian mengangkat cambuk, memerintahkan untuk masuk ke wilayah pegunungan.


Semua orang merasa terkejut melihat Lin Feili yang lebih dulu masuk.


"Bukankah Putri Wu tidak bisa berkultivasi? Ia masuk ke pegunungan sendirian, apa ia tidak takut mati jika bertemu dengan binatang iblis?" seru seseorang melihat Lin Feili yang semakin menjauh.


Binatang iblis sangat mengerikan. Setiap kali acara panahan kekaisaran diadakan, akan selalu ada korban jiwa. Karena itu, jika generasi muda merasa dirinya lemah, maka ia tidak akan mengorbankan diri dengan mengikuti kompetisi.


Namun, Lin Feili terkenal sampai di kota kekaisaran. Memasuki pegunungan sendirian sama saja mencari mati.


"Kau ini sangat ketinggalan berita. Apa kau tidak tahu? Saat itu Putri Wu mengalahkan Lin Yi di Rumah Sakit Dokter Dewata. Semua orang tahu seberapa kuat kultivasi Lin Yi!" tambah seseorang memberitahu.


"Benarkah? Aku dengar Putri Wu menggunakan beberapa trik untuk mengalahkan Lin Yi. Jika ia memang bisa berkultivasi, mengapa ia selalu dijuluki sampah?" tanya seseorang keheranan.


Yang lain pun menjadi ragu-ragu. Tak ada yang yakin yang mana yang benar dan mana yang salah.


"Menurutku, Putri Wu memang menggunakan beberapa trik saat itu. Jika tidak, tidak mungkin Kediaman Jenderal tidak pernah memperhatikannya," jawab seseorang berdasarkan opininya.


Semua mengangguk setuju, merasa ucapan ini masuk akal.

__ADS_1


Saat ini Wu Yanshi tidak ikut berkompetisi. Lin Feili juga tidak bisa berkultivasi. Jika ia berhadapan dengan Lin Xue, maka apa yang akan terjadi?


Mereka merasa kasihan dengan Lin Feili.


Namun, kematian dalam kompetisi adalah hal biasa. Jika Lin Xue memanfaatkan kondisi ini dan membunuh Lin Feili, maka Wu Yanshi tidak bisa berbuat apa-apa.


"Kak, kau harus berhasil!" teriak Lin Yi memberi semangat.


Lin Xue memandang Lin Yi, kemudian melihat Wei Luxi yang liriknya. Lin Xue balas berteriak, "Tentu saja! Aku akan menjadi yang terbaik dalam kompetisi ini!"


Setelah mengatakan itu, Lin Xue mencambuk kudanya untuk masuk ke dalam pegunungan. Ia harus segera menemukan Lin Feili dan menghabisinya.


Acara panahan kekaisaran berlangsung selama 3 hari. Semua peserta yang berpartisipasi harus bertahan hidup sampai hari terakhir sebelum keluar.


Ada juga penjaga kekaisaran yang berpatroli di dalam pegunungan. Mereka bertugas untuk menyampaikan informasi ke luar.


Sedangkan Ye Qin Mo langsung mengirim orang untuk mencari berita tentang Wu Yanshi. Ia harus tahu apa yang direncanakan Wu Yanshi.


*


Di dalam pegunungan.


Lin Feili masih berjalan terus ke dalam pegunungan. Suasana di sana begitu tenang. Hanya ada suara langkah kuda yang berlari.


Lin Feili tetap menajamkan matanya untuk berwaspada.


Si hitam dan si emas terlahir memiliki bakat yang bagus. Mereka sudah berkultivasi selama bertahun-tahun di Cincin Horacio. Baik kekuatan fisik ataupun kecerdasan intelektual, mereka sangat kuat.


Saat ini, Lin Feili bukan tandingan kedua makhluk itu. Namun, karena Lin Feili ingin meningkatkan kekuatan seseorang mungkin, ia tak pernah membiarkan mereka berdua keluar.


Lin Feili percaya pada penilaian si hitam.


"Acara panahan kekaisaran tahun ini sangat berbeda dari yang sebelumnya. Namun, hadiah tahun ini lebih besar daripada sebelumnya," ucap si hitam memperhatikan sekitar.


Pasti sesuatu telah terjadi. Jika tidak ada masalah, tidak mungkin keluarga kekaisaran memberikan hadiah yang begitu besar.


"Orang-orang itu sepertinya hanya pengamat acara panahan ini dan tidak berbahaya," ucap si emas memperhatikan orang-orang yang sedang bersembunyi di sekitar mereka. Di dalam diri mereka tidak ada aura membunuh. Mereka hanya ingin melihat penampilan Lin Feili di acara panahan kekaisaran.

__ADS_1


Lin Feili mengangguk mendengar ucapan si emas, "Tidak masalah apapun tujuan mereka selama aku bisa mendapat apa yang aku butuhkan."


Lin Feili tidak peduli dengan hal lain.


"Bagi kultivator lain, mengalahkan harimau sinar bintang benar-benar sulit," ucap si emas tersenyum.


Jika seseorang yang levelnya berada di bawah dan bertemu dengan harimau sinar bintang, kemungkinan besar mereka akan mati. Namun, harimau sinar bintang bukanlah masalah bagi Lin Feili.


Bibir Lin Feili melengkung membentuk senyum tipis, "Hal yang paling merepotkan bukanlah harimau sinar bintang, tetapi orang-orang itu."


Ye Qin Mo menyatakan dengan jelas siapapun yang bisa membawa kristal roh harimau sinar bintang, maka ia akan menjadi pemenangnya.


Lin Feili yakin, orang-orang itu tidak akan memikirkan bagaimana cara membunuh harimau sinar bintang, tapi memikirkan cara bagaimana membunuh orang yang berhasil menjatuhkan harimau sinar bintang.


Si hitam dan si emas terdiam. Mereka tahu jelas hal ini. Biasanya, para kultivator memiliki kelompok atau organisasi sendiri. Sangat jarang yang sendirian seperti Lin Feili.


"Tuan, apa yang kau rencanakan?" tanya si hitam penasaran.


Lin Feili tersenyum ringan, "Kita ikuti kemauan alam."


Kuda itu terus berlari masuk ke dalam pegunungan. Posisi Lin Feili tidak terpengaruh pada gerak kuda yang cepat. Ia tetap stabil dan memperhatikan sekeliling dengan cermat.


Sebenarnya ia sudah tahu beberapa posisi di hutan ini berdasarkan ingatan dari novel yang ia baca. Jadi, Lin Feili tidak terlalu takut.


Apalagi, saat ini ia melewati jalan yang memiliki binatang iblis paling sedikit. Namun jika ia masuk semakin dalam lagi, maka binatang iblis akan semakin banyak.


Waktu berlalu perlahan.


Lin Feili sangat beruntung kali ini, karena setelah perjalanan yang begitu lama ia tidak menemukan satupun binatang iblis.


"Tuan, seseorang mengikuti kita," ucap si emas.


Ekspresi Lin Feili tidak berubah. Ia tetap tenang dan tersenyum ringan, "Lin Xue benar-benar tidak sabar. Kita biarkan saja dia terus membuntuti kita."


Tak ada yang hebat dari teknik bersembunyi Lin Xue. Lin Feili sudah lama mengetahuinya. Wanita itu pasti sudah tidak sabar mencari tempat terpencil untuk membunuhnya.


Lin Feili tersenyum licik.

__ADS_1


Karena Lin Xue sudah sangat gatal untuk membunuhnya, maka Lin Feili akan mencarikan tempat yang bagus untuknya.


Pertengkaran mereka terlalu sengit. Salah satu harus mati.


__ADS_2