Mengubah Takdir Di Novel Kuno

Mengubah Takdir Di Novel Kuno
Pil Roh


__ADS_3

Lin Xue dan Lin Yi akhirnya tiba di Rumah Sakit Dokter Dewata. Mereka langsung melihat antrian yang begitu panjang. Mereka juga mendengar orang-orang di sana saling berdiskusi.


"Dokter Lin benar-benar bagaikan dewa! Ia menjual pil roh yang begitu langka."


"Aku dengar, pil ini dibuat sendiri olehnya. Sungguh kemampuan yang tak tertandingi."


Lin Xue menganga. Lin Feili yang membuat pil itu? Bahkan Han Zhi yang telah berguru dengan Yang Hao begitu lama belum bisa membuat pil roh.


Lin Feili yang tinggal 16 tahun di rumah, tidak mungkin memanggil seorang guru untuk mengajarinya.


Lin Xue dan Lin Yi segera menerobos kerumunan dan melihat pil yang dibariskan di rak. Itu adalah pil yang sebenarnya mereka butuhkan!


"Kakak haruskah kita membelinya?" tanya Lin Yi cemas.


Walau mereka bermusuhan dengan Lin Feili, tapi tetap saja acara panahan akan diadakan. Mereka harus meningkatkan kekuatan mereka.


"Ya," jawab Lin Xue mengangguk.


Lin Xue dan Lin Yi segera berjalan menerobos kerumunan menuju ke kasir. Orang-orang menatap tajam ke arah mereka. Berita tentang Lin Xue yang membuat Lin Feili buta telah tersebar ke seluruh wilayah kekaisaran.


"Dua pil roh!" ucap Lin Xue pada Yang Chaoyue yang berada di sana.


Harga pil itu 50.000 koin emas. Dua pil itu lebih murah dibandingkan meminta bantuan pada Han Zhi. Apalagi Lin Feili sedang tidak ada di sini. Jadi, ia bisa membeli pil tanpa rasa malu.


Yang Chaoyue menahan tawa di hatinya. Ternyata prediksi Lin Feili benar. Lin Xue dan Lin Yi akan datang.


Melihat Yang Chaoyue yang hanya diam, Lin Xue berteriak, "Berikan pil ku!"


"Tuan kami berkata hal ini bisa dijual kepada siapapun, kecuali orang-orang dari Kediaman Jenderal," jawab Yang Chaoyue menatapnya jijik. Dua orang ini selalu menyakiti tuan mereka, tapi masih bisa datang dengan tidak tahu malu.


"Lin Feili tidak ada di sini sekarang. Aku akan memberikanmu tip 1.000 koin emas jika kau menjual pil itu padaku," Lin Xue mencoba menyuap dengan suara pelan. Ia masih menjaga citranya di depan banyak orang.


"Kau ingin menyuapku? Jangan mimpi!" ucap Yang Chaoyue terkekeh.


Saat mereka jatuh dan terpuruk, Lin Feili lah yang membantu mereka mendapatkan pekerjaan. Ia memperlakukan mereka dengan baik dan mengajarkan keterampilan medisnya. Jangankan 1.000 koin emas, 10 juta koin emas saja tidak akan membuat Yang Chaoyue berpaling darinya.


"Kalian pergilah! Rumah sakit kami tidak menerima kehadiran kalian!" ucap Liu Ming kasar. Ia menatap mereka jijik.


Lin Xue menjadi sangat marah, "Kau berani bicara seperti itu padaku? Kau pasti sudah siap mati!"


Lin Yi juga menambahkan, "Jika kalian tidak ingin mati, maka serahkan pil roh itu pada kami! Mengorbankan hidup kalian demi Lin Feili tidak ada gunanya!"

__ADS_1


"Aku tidak menyangka jika putri dari Keluarga Lin mengancam akan membunuh orang hanya untuk beberapa pil," ucap seseorang yang keluar dari rumah sakit. Siapa lagi kalau bukan Lin Feili.


Wajah Lin Xue dan Lin Yi berubah. Mereka takut diejek.


"Hanya 1.000 koin emas? Bukankah nona-nona ini terlalu pelit?" ejek Lin Feili.


"Lin Feili!" Lin Xue mengerang marah.


"Pil roh ini dibawa orang lain untuk dijual kepada semua orang. Mengapa kau mengizinkan kami membelinya?" tanya Lin Yi dingin.


Lin Feili tertawa kecil, "Siapa yang bilang pil Ini dibawa oleh orang lain?"


"Karena tidak mungkin kau yang membuat pil ini," ucap Lin Xue dengan nada mengejek.


"Sayangnya memang aku yang membuat pil itu," jawab Lin Feili.


"Lin Feili, jangan bertingkah sombong dan mengatakan omong kosong dengan tidak tahu malu," ucap Lin Xue terus-menerus mengejek Lin Feili. Ia ingin orang-orang tahu kejelekan Lin Feili.


Lin Feili tersenyum dingin dan menjawab dengan nada mengancam, "Apa kau tidak bisa melihat jika itu adalah pil yang ku buat sendiri? Bahkan jika bukan aku yang membuat pil itu, memangnya kenapa? Kalau aku mengatakan tidak dijual padamu, maka tidak akan dijual padamu."


Kemudian, Lin Feili mengeraskan suaranya, "Rumah Sakit Dokter Dewata tidak menerima siapapun dari Kediaman Jenderal. Jika ada yang membeli pil ini dan ketahuan memberikannya pada orang-orang di Kediaman Jenderal, maka orang itu tidak akan bisa masuk lagi ke Rumah Sakit Dokter Dewata!"


Suaranya tegas dan tak terbantahkan.


"Lin Feili, kau mengancam kami!" ucap Lin Xue marah.


"Kalau aku mengancammu, kau bisa apa?" Lin Feili acuh tak acuh.


"Kau cari mati!" teriak Lin Yi.


Energi kultivasi Lin Yi meledak. Ia mengumpulkannya di tangan dan mendaratkan pukulan di wajah Lin Feili. Apa Lin Feili berpikir ia tak berani memukulnya di hadapan publik? Ia perlu memberinya pelajaran.


Mata Lin Feili menajam. Ia mengangkat tangan dan menerima pukulannya. Karena energi mereka bertemu, percikan api berterbangan di udara.


Lin Yi sudah mencapai tahap menengah tingkat udara tingkat akhir. Sedangkan Lin Feili diketahui tidak bisa berkultivasi. Jika ia menerima pukulan Lin Yi, bukankah ia akan terluka parah?


Namun, saat ini Lin Feili benar-benar memegang tangan Lin Yi. Lin Feili tidak terluka sama sekali.


Lin Yi tercengang. Walau ia sudah mendengar jika Lin Feili berkultivasi, tapi ia sangat percaya diri kalau Lin Feili bukan lawannya.


Namun, dalam cengkraman yang erat itu, Lin Yi bisa merasakan jika kekuatan Lin Feili sebenarnya lebih kuat darinya.

__ADS_1


"Ini ... tidak mungkin!" teriak Lin Yi. Sejak kapan Lin Feili berkultivasi sehingga kekuatannya lebih kuat darinya?


Lin Xue juga tercengang mengetahui Lin Feili tidak mati.


"Lepaskan aku!" berontak Lin Yi. Jika ia kalau di hadapan semua orang, maka akan sangat memalukan.


"Bagaimana jika aku tidak melepaskannya?" tanya Lin Feili dingin. Sikap angkuh Lin Yi selalu membuatnya muak.


"Jika kau tidak melepaskanku, maka aku akan membunuhmu!" ucap Lin Yi dengan suara semakin keras.


"Sepertinya kau tidak sadar dengan situasi saat ini," Lin Feili tertawa dengan memesona.


Kemudian, telapak tangan Lin Feili membengkokkan pergelangan tangan Lin Yi.


Klek!


Suara tulang yang patah terdengar di telinga semua orang.


"Aaarrrrrgggghhhhh ...," Lin Yi menjerit hebat. Darah menetes dari tangannya. Tulang tangan Lin Yi dipatahkan oleh Lin Feili.


Lin Xue masih berdiri di tempatnya dengan bingung. Semua terjadi begitu cepat sebelum dia sempat melakukan apapun.


"Lin Feili, berani sekali kau menyakiti Lin Yi. Kau sudah siap mati?" Lin Xue berteriak marah. Lin Yi adalah putri yang sangat dicintai Lin Changkong. Melihat keadaannya seperti ini, bukankah Lin Changkong akan marah besar?


"Dulu aku tidak pernah melakukan apapun padamu, tetapi bukankah kau selalu mencoba membunuhku? Mengatakan hal-hal seperti itu, sedikit menggelikan," ucap Lin Feili. Ia tidak perlu mengkhawatirkan apapun lagi.


"Lin Feili, Aku tidak akan melepaskanmu!" teriak Lin Yi. Darah masih menetes dari tangannya. Ia tidak pernah terluka begitu serius sejak ia lahir.


Lin Feili berjalan ke arah Lin Yi dan menepuk wajahnya, "Ck, ck, tatapanmu benar-benar galak."


Lalu, suara Lin Feili berubah dingin dan berbisik pelan, "Apakah kau tahu, selama bertahun-tahun aku menatapmu seperti itu?"


Lin Yi gemetar.


"Jika kau pintar, maka kalau lain kali kau melihatku lebih baik ambil jalan memutar. Jika tidak, maka tidak hanya satu tangan saja yang patah," bisik Lin Feili.


Lalu, ia menatap dingin Lin Xue dan Lin Yi, "Enyah!"


Lin Xue benar-benar ingin memukul Lin Feili sekarang. Namun, ia mengurungkan niat mengingat keadaan Lin Yi.


Setelah dua bersaudara itu pergi, kerumunan orang itu langsung berbisik-bisik. Lin Feili benar-benar membalas perbuatan mereka dengan kejam.

__ADS_1


Namun, jika melihat masa lalunya, maka semua tindakannya itu benar. Jika ia tak membalas dengan kejam, maka ia akan langsung diinjak-injak.


__ADS_2