Mengubah Takdir Di Novel Kuno

Mengubah Takdir Di Novel Kuno
Penginapan yang Penuh


__ADS_3

Saat ini, Kota Bintang Jatuh sedang ramai-ramainya. Murid-murid yang ingin ujian di Akademi Bintang Jatuh pasti akan datang ke sini untuk mencari penginapan.


Karena itu, ramainya kota ini saat ini diisi oleh para kultivator yang ingin mengikuti ujian akademi.


Kuota penerimaan murid di Akademi Bintang Jatuh sangat sedikit. Dalam waktu singkat ini, penduduk telah melihat banyak kultivator yang sangat kuat yang saling bertarung satu sama lain ataupun adu kekuatan.


Jadi, saat ada wajah asing masuk ke penginapan, wajar orang-orang langsung memperhatikan.


Namun, saat mereka melihat penampilan Lin Feili yang luar biasa, wajah mereka terkejut sekaligus kagum.


"Wah, aku tidak pernah melihat wanita secantik ini."


"Hah? Wanita secantik ini mengikuti ujian di Akademi Bintang Jatuh?"


"Aku dengar murid tercantik Akademi Bintang Jatuh adalah Lan Yuyan. Wanita itu bukan dia, kan?"


"Aku cukup beruntung bisa melihat Lan Yuyan kemarin. Dan walaupun wanita ini bukan Lan Yuyan, tapi kecantikannya sebanding dengan Lan Yuyan."


Semua pria di sana menatap dengan penuh kekaguman dan ketertarikan. Kecantikan seperti itu benar-benar menyegarkan mata mereka.


"Nona, apakah Anda ingin makan atau menginap?" tanya seorang pelayan dengan ramah.


"Menginap," jawab Lin Feili singkat.


"Nona sangat beruntung. Akhir-akhir ini ada banyak orang yang menginap dan di sini hanya tersisa satu kamar. Baiklah saya akan mereservasinya untuk Anda," ucap pelayan itu.


Lin Feili hanya mengangguk. Ia memerhatikan sekeliling. Saat ini, bisnis penginapan pasti laku keras. Bisa mendapatkan satu kamar dalam percobaan pertama memang layak disebut beruntung.


"Untuk satu malam seharga 100 koin emas. Nona akan menginap berapa malam?" tanya pelayan itu lagi.


"Tiga malam," jawab Lin Feili.


Satu malam, seratus koin. Harga ini cukup mahal bagi orang biasa. Namun, para kultivator yang datang kebanyakan bangsawan dan latar belakangnya tidak sederhana. Jadi, harga itu tidak akan menjadi masalah untuk mereka.


"Baik," ucap pelayan itu dan akan segera menyiapkan kamar Lin Feili.


Namun, tiba-tiba seorang wanita berpakaian merah yang dikelilingi oleh penjaga masuk ke dalam penginapan.


"Siapkan 5 kamar untukku," ucapnya menyela.


Pelayan langsung meminta maaf saat mendengar permintaannya, "Maaf, Nona. Tapi penginapan kami sudah penuh."

__ADS_1


"Penuh?" wanita itu mengerutkan kening.


Pelayan itu mengangguk dan menjawab lagi, "Benar, Nona. Mungkin Nona bisa mencari di penginapan lain."


Suasana hati Su Yueru tidak terlalu baik saat ini. Ia baru saja sampai ke sini dan ingin langsung beristirahat, tapi tak ada kamar lagi untuknya?


Mata Su Yueru menyapu sekeliling dan pandangannya jatuh ke tangan Lin Feili yang memegang kunci kamar, "Mengapa dia bisa dapat kamar?"


Pelayan segera menjawab, "Nona ini datang lebih dulu dan mendapat kamar terakhir."


Lin Feili yang tak memedulikan wanita itu akan segera pergi. Ia sudah terlalu lama di perjalanan dan ingin segera mandi untuk menyegarkan diri.


Namun, saat ia baru saja melangkah, Su Yueru tiba-tiba berkata, "Aku akan membayarmu 600 koin emas. Jadi, berikan kamar itu padaku."


Su Yueru tak memikirkan di mana penjaganya akan tinggal. Saat ini ia hanya memikirkan dirinya yang ingin segera istirahat.


"Tidak tertarik," jawab Lin Feili dingin.


Kata-kata Su Yueru penuh penghinaan dan arogan. Dia adalah tipe orang yang tidak disukai Lin Feili.


600 koin emas? Tentu saja Lin Feili tak peduli.


Sedangkan para kultivator lain yang sedang makan di sana juga memerhatikan sedikit keributan ini.


Namun, respon Lin Feili benar-benar sesuai harapan kultivator lain. Jika ia menyerah pada Su Yueru hanya karena 600 koin emas, tentu mereka akan kecewa.


Sedangkan Lin Feili sangat tidak senang dengan penolakan Su Yueru. Ia menaikkan harga, "1.000 koin emas!"


Lin Feili mengabaikannya dan terus berjalan.


"2.000 koin emas!"


"3.000 koin emas!"


Setiap kali Lin Feili melangkah, Su Yueru akan menaikkan harganya.


"5.000 koin emas!"


Orang-orang yang ada di sana sangat terkejut. Penawaran 3.000 koin emas saja sudah terlalu banyak dan sekarang ia menawarkan 5.000 koin emas.


Namun, dari awal Lin Feili memang tidak tertarik. Jadi, ia hanya mengabaikan Su Yueru.

__ADS_1


Su Yueru yang tidak terima tiba-tiba meraih bahu Lin Feili dan menghentikannya, "Jangan terlalu arogan. Penawaran terakhirku adalah 5.000 koin emas."


Para kultivator yang menonton di sana menunjukkan sedikit keserakahan. Jika mereka dibayar 5.000 koin emas untuk 3 malam, mereka pasti akan menyerahkan kamar mereka. Apalagi ada terlalu banyak kultivator saat ini. Jika tidak dapat penginapan sekarang, setidaknya mereka harus tidur di bawah pohon.


Namun, tentu saja itu bukan hal besar mengingat kekuatan mereka.


Saat ini, seorang pria dengan berani mendekati Su Yueru, "Aku akan memberikan kamarku jika kau membayar 5.000 koin emas. Bagaimana?"


Su Yueru melirik dingin pria itu, "Aku hanya mau kamarnya!"


Di depan banyak orang, Lin Feili tak memberinya sedikit wajah. Sekarang, bukan lagi kamar yang dia inginkan, tapi memberi pelajaran pada wanita itu.


Lin Feili hanya mengerutkan kening. Wanita di depannya benar-benar tidak masuk akal. Sedangkan pria yang menawar tadi hanya bisa kembali duduk dengan pasrah.


"Lihatlah mereka berdua akan berdebat. Sangat menarik."


"Jika itu aku, aku pasti akan langsung menerimanya."


"Kau salah. Dia adalah wanita yang arogan. Tidak mungkin ia langsung memberinya kamar."


Para kultivator lain saling berbisik mengutarakan pendapat mereka.


"Aku akan memberimu 5.000 koin emas jika kau berhenti menggangguku," ucap Lin Feili dingin. Ia meninggalkan sekantong koin berisi 5.000 koin emas.


Ia hanya pendatang baru di sini dan tak ingin mencari banyak masalah. Ia pun langsung pergi menaiki tangga.


Namun, sikap Lin Feili tersebut langsung menggemparkan seisi penginapan yang menonton.


5.000 koin emas hanya agar Su Yueru tak mengganggunya?


Awalnya mereka pikir Su Yueru sudah sangat kaya membayar 5.000 koin emas untuk menginap 3 malam. Ternyata, wanita bergaun putih itu lebih kaya lagi karena membayar 5.000 koin emas hanya agar Su Yueru tak mengganggunya.


Pantas saja sejak tadi ia mengabaikan berapapun tawaran yang dikatakan Su Yueru.


Tak hanya orang yang ada di penginapan itu, Su Yueru juga terkejut dengan tindakan Lin Feili. Ia tak menyangka akan diperlakukan seperti ini.


Apalagi, saat melihat tatapan orang-orang padanya langsung berubah. Hal itu semakin membuatnya merasa tertampar.


Awalnya ia berpikir Lin Feili menolak hanya karena ingin mendapatkan harga lebih tinggi. Namun, ternyata ia salah.


"Jangan anggap aku pengemis! Ambil lagi uangmu!" teriak Su Yueru sambil mendorong kantong koin dari meja, menyebabkan beberapa koin terjatuh.

__ADS_1


Lin Feili menghentikan langkahnya. Kesabarannya benar-benar hampir habis. Ia berkata dengan dingin, "Dari kata-katamu barusan, apa berarti sebelumnya kau menganggapku pengemis?"


__ADS_2