
Lin Feili agak bingung. Ia tidak pernah mendengar tentang perbedaan kelas ini. Jadi, ia tak mengerti apapun.
Pong Wenbin yang sadar dengan kebingungan Lin Feili pun berbisik, "Masalah kelas ini, biasanya anak muda duduk di kursi kelas dua, sedangkan rakyat biasa di kursi kelas tiga. Kursi kelas satu hanya untuk mereka yang punya harta dan kekuasaan."
Lin Feili mengangguk, tidak terlalu peduli.
"Memangnya kenapa jika mereka duduk di kursi kelas satu? Tidak ada yang bisa dibanggakan dari hal ini," ucap Ru Wanjing yang merasa kesal. Sekarang ia merasa Wei Yue tidak terlalu buruk. Ternyata Li Mei lebih buruk lagi daripada Wei Yue karena ia sangat sombong.
Li Mei mengangkat dagunya dengan angkuh, "Jika kau ingin duduk di kursi kelas satu, kau harus memiliki kemampuan!"
Lin Feili tidak menyangka Ru Wanjing akan membantunya melawan Li Mei. Namun, sebelum ia sempat membalas ucapan Li Mei, seorang pelayan rumah lelang datang menghampirinya.
"Nona, sebagai tamu terhormat, tuan Zhen Tian telah menyiapkan ruangan VIP untuk Anda dan kedua teman Anda," ucap pelayan itu dengan hormat.
Kata-kata tersebut membuat Li Mei tiba-tiba terdiam. Apa yang dia katakan? Apakah ruangan VIP sudah disiapkan untuk Lin Feili? Tapi, sebenarnya apa kualifikasi yang dimilikinya?
Wang Tao juga terkejut. Hampir tidak ada orang di seluruh kekaisaran yang memiliki kualifikasi untuk mendapatkan ruangan tontonan VIP. Bagaimana mungkin Lin Feili bisa mendapatkannya?
Lin Feili merasa ragu. Dia melihat dari wajah Li Mei dan Wang Tao bahwa ruangan VIP sangatlah langka, bahkan lebih baik daripada kursi kelas satu.
"Untuk apa menyiapkan ruangan VIP untukku?" tanya Lin Feili. Dia curiga karena dia dan rumah lelang Zhen tidak memiliki hubungan dekat. Jika mereka melakukan ini karena kejadian sebelumnya, itu terlalu berlebihan.
Pelayan itu tersenyum dan menjawab dengan sopan, "Pangeran Wu adalah pelanggan VIP di rumah lelang kami. Karena Nona adalah Putri Wu, tentu saja Nona berhak dengan ruangan VIP itu."
Lin Feili akhirnya mengerti. Ternyata karena Wu Yanshi. Dengan identitasnya, ia mampu menjadi pelanggan VIP di rumah lelang Zhen.
Setelah pelayan itu pergi, Lin Feili tersenyum anggun dan menatap ke arah Li Mei, "Aku hanya memiliki ruangan VIP. Ah, aku sangat iri dengan kursi kelas satu."
__ADS_1
Wajah Li Mei dan Wang Tao menjadi suram.
Ye Xuan juga terkejut dengan hal ini. Ternyata orang seperti Wu Yanshi adalah pelanggan VIP di rumah lelang Zhen. Padahal, dia sendiri sudah menggunakan identitas kekaisaran tapi tetap tidak bisa menjadi pelanggan VIP di sini. Apa yang sudah dilakukan Wu Yanshi sehingga bisa menjadi pelanggan VIP?
"Lelang sudah akan di mulai. Ayo, pergi," ucap Lin Feili pada Pong Wenbin dan Ru Wanjing.
Mendengar itu, Ru Wanjing terkejut bahagia, "Aku ... aku boleh pergi juga?"
"Tentu saja," jawab Lin Feili sambil mengangguk dan tersenyum.
Wajah Ru Wanjing sumringah. Ia selalu bertanya-tanya bagaimana isi ruangan VIP yang langka itu. Ia tidak menyangka akan bisa mengetahuinya hari ini.
Mereka pun pergi ke ruangan VIP tanpa ragu.
Ketika mereka bertiga pergi, yang lainnya juga pergi ke aula lelang.
*
Petugas membawa Lin Feili dan dua lainnya ke ruang tontonan yang terletak di lantai dua. Ruangan itu memiliki ukuran 4 kali 4 dan memiliki pemandangan yang jelas ke seluruh aula lelang.
Ruangan itu sangat nyaman dengan kursi yang empuk. Di tengah ruangan terdapat meja yang sudah diatur dengan teh berkualitas tinggi dan kue-kue lezat untuk dinikmati. Selain itu, ada tiga katalog barang lelang yang tersedia di sana untuk dibuka.
Ru Wanjing terkejut setelah melihat ruangan VIP ini. Dia berkata, "Pelayan VIP benar-benar berbeda. Ruangan ini jauh lebih baik daripada semuanya."
Sebelumnya, Ru Wanjing hanya bisa duduk di kursi kelas dua saat menghadiri pelelangan. Awalnya dia pikir kursi kelas dua sudah cukup baik, namun setelah melihat ruangan VIP, dia benar-benar merasakan perbedaan di antara keduanya.
Pong Wenbin juga merasakan hal yang sama, "Ruangan VIP benar-benar luar biasa. Desainnya sangat elegan dan mewah. Sangat berbeda jauh dengan yang ada di bawah. Biasanya di sana sangat panas."
__ADS_1
Lin Feili tersenyum, "Hanya ada sedikit ruangan VIP di rumah lelang ini. Tentu saja mereka menyiapkan yang terbaik."
Dia mengakui bahwa rumah lelang Zhen pantas mendapatkan posisi ini di Kekaisaran Aglea. Mereka memiliki pikiran bisnis yang cerdas dengan membedakan kelas secara jelas, sehingga membangkitkan semangat kompetitif orang dan membuat mereka ingin memiliki yang lebih tinggi daripada status mereka saat ini.
Hal ini bisa dilihat dari Li Mei dan Wang Tao yang tidak merasa puas hanya dengan kursi kelas satu.
Li Mei duduk di kursi kelas satu untuk pertama kalinya saat menghadiri lelang ini. Awalnya dia sangat senang, tapi sekarang ia merasa sangat marah saat melihat Lin Feili duduk di ruangan VIP.
Sebagai kultivator Kota Kekaisaran yang telah lulus ujian Akademi Bintang Jatuh, masa depannya sangat cerah. Ketika dia kembali ke sini untuk pertama kalinya, dia berharap semua orang akan memperhatikannya.
Namun, kenyataannya semua orang malah membicarakan Lin Feili. Dia merasa penasaran dan bertanya-tanya bagaimana Lin Feili bisa mendapatkan undangan untuk mengikuti ujian di Akademi Bintang Jatuh.
Dia merasa sangat cemburu karena Lin Feili dapat surat undangan dari Akademi Bintang Jatuh sedangkan ia tidak. Namun, yang paling membuatnya kesal adalah Lin Feili telah menikah dengan Wu Yanshi! Bagaimana mungkin hal itu terjadi!
Lin Feili mengambil katalog pelelangan yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Sekarang dia hanya ingin melihat apakah ada barang apa pun yang menarik minatnya di sini.
Kemudian, Ru Wanjing tiba-tiba berbicara, "Lin Feili, apakah kau tahu kenapa Li Mei sangat ingin menyerangmu?"
"Karena aku mendapatkan surat undangan dari Akademi Bintang Jatuh," ucap Lin Feili.
"Benar. Tapi itu hanya salah satunya. Apa kau tahu alasan lainnya?" tanya Ru Wanjing lagi.
Lin Feili menggeleng. Ia tidak tahu alasan lain mengapa Li Mei terlihat begitu dendam dengannya, "Apa alasan lainnya?"
"Dulu, Li Mei menyukai Wu Yanshi," jawab Ru Wanjing.
Lin Feili terkejut dan tidak percaya setelah mendengar kata-katanya. Meskipun dia sudah mempertimbangkan berbagai kemungkinan, dia tidak pernah berpikir bahwa itu akan menjadi alasannya! Li Mei benar-benar menyukai Wu Yanshi?
__ADS_1