
"Lin Feili!" ucap Pong Wenbin melambaikan tangannya ketika Lin Feili menoleh ke arahnya.
Lin Feili sedikit mengerutkan dahi. Padahal, kompetisi kekaisaran baru saja selesai. Seharusnya, setiap orang tetap di rumah untuk memulihkan diri. Ia tak menyangka Pong Wenbin akan menemuinya.
"Kalian memang mencariku?" tanya Lin Feili memastikan.
Pong Wenbin mengangguk, "Kami memang mencarimu. Sedang ada pelelangan di pasar. Aku dengar, banyak barang mahal dan berharga di sana. Aku dan Wanjing datang ke sini untuk memberitahumu. Apa kau tertarik?"
"Lelang? Aku juga ingin pergi," ucap Lin Feili dengan mata berbinar.
Bagi para kultivator, untuk memenuhi kebutuhan kultivasi mereka, salah satunya adalah lewat lelang. Biasanya, barang yang ada di lelang lebih berkualitas dan langka daripada yang ada di toko biasa. Namun, tentu saja lebih mahal.
Lin Feili sedang membutuhkan setidaknya senjata yang bagus sekarang. Ia tak bisa terus menggunakan pedang biasa, yang dapat dipatahkan dengan mudah oleh harimau sinar bintang.
"Lelang akan dimulai pukul 5 sore. Kalau begitu, kita bertemu langsung di pasar saja," ucap Pong Wenbin, merasa senang dengan persetujuan Lin Feili.
Lin Feili mengangguk.
Kemudian, ia masuk kembali ke kamarnya. Sekarang, ia akan mengecek telur binatang iblis yang sebelumnya ia dapat.
Sejak pertama kali menerimanya, ia belum sempat memeriksa. Ditambah lagi, ia sedikit terganggu dengan perekrutan Akademi Bintang Jatuh.
Jadi, Lin Feili belum tahu binatang iblis apa yang ada di dalam telur itu.
Setelah diperhatikan, telur itu tingginya sekitar 15 meter. Warnanya putih bersih dengan corak merah yang terlihat rumit.
Corak merah itu adalah segel yang mengunci binatang iblis.
__ADS_1
Lin Feili agak bingung. Pola yang ada di telur itu sangat berbeda dengan apa yang ada di ingatannya. Baik di dunia nyata, maupun dunia novel.
"Tuan, pola ini bukan pola biasa," ucap si hitam.
Si emas juga mengangguk menyetujui, "Benar, Tuan. Sepertinya binatang iblis di dalamnya juga tidak biasa. Kami dapat merasakan itu."
Si hitam dan si emas juga sejenis binatang roh, tapi tidak bisa menebak binatang apa yang ada di dalam telur. Bahkan, mereka mengakui jika energi binatang iblis di dalam telur sangat kuat.
Artinya, binatang iblis yang didapat Lin Feili memang luar biasa.
"Padahal, telur binatang iblis sudah merupakan hadiah yang mahal. Namun, kekaisaran masih memberi kita binatang iblis yang kuat?" Lin Feili dipenuhi keterkejutan.
Ia tidak berharap apa-apa pada telur ini sebelumnya. Namun ternyata ini di luar dugaannya. Isi telur yang ia pikir biasa-biasa saja, rupanya merupakan binatang iblis luar biasa.
Bahkan, hal ini tidak ada disebutkan di dalam novel. Alur novel sudah berubah. Jadi, ia tidak tahu binatang iblis apa yang ada di dalam telur.
"Sepertinya, orang di kekaisaran tidak tahu tentang kekuatan telur ini. Karena, telur ini memiliki tameng yang dapat menghalangi energi. Hanya kita yang bisa merasakannya," jelas si hitam, menjawab rasa penasaran Lin Feili.
"Ternyata aku untung besar," Lin Feili tertawa.
Binatang iblis dengan level rendah akan sulit untuk berkembang, walau pemiliknya merawat dengan baik. Karena, potensi mereka terbatas.
Sedangkan binatang iblis level tinggi memiliki potensi tak terbatas. Jadi, mereka bisa tumbuh semakin kuat dengan bantuan pemiliknya. Mereka juga dapat membantu lebih banyak.
Lin Feili tak ragu lagi. Ia langsung mengambil pisau dan mengiris jarinya, kemudian meneteskan darah ke telur itu. Pola merah yang berada di telur berubah menjadi cahaya keemasan yang menyilaukan.
Untungnya ini siang hari, bukan malam. Jadi, cahaya itu tidak akan menarik perhatian kultivator lain.
__ADS_1
Darah Lin Feili mengalir melewati pola. Setelah pola-pola dilewati, pola segel itu akan menghilang. Sampai darah Lin Feili mengalir pada pola terakhir, semua segel telah menghilang sepenuhnya.
Krak!
Krak!
Telur mulai retak.
Lin Feili dan dua binatang di sampingnya mengintip ingin tahu. Mereka sangat penasaran binatang iblis yang kuat itu seperti apa.
Ketika retakan telur semakin banyak, keluar cakar kecil dari dalam. Kemudian, diikuti dengan bulu-bulu putih dan bagian tubuh lainnya.
Akhirnya, telur itu pecah dan muncul binatang kecil berbulu putih.
"Tuan!" ucap binatang itu dengan suara nyaring. Tubuhnya terlihat tidak bisa diam dan terus bergerak ke sana ke mari, melihat-lihat ruangan Lin Feili.
Wajah Lin Feili mengerut melihat binatang iblis yang lebih mirip seperti kucing itu. Ia memang terlihat imut dan menarik, tapi benar-benar jauh dari ekspektasi Lin Feili.
"Ini yang kalian bilang binatang iblis kuat?" Lin Feili terheran. Biasanya, binatang iblis level tinggi akan memiliki penampilan sangar dan energi yang mendominasi. Sangat berbanding terbalik dengan binatang yang ada di depannya sekarang.
Si hitam dan si emas juga bingung. Mereka juga tidak berharap binatang iblis level tinggi akan seperti ini. Benar-benar diluar nalar.
Si emas pun datang mendekatinya dan melihat lebih teliti.
"Tuan, lihatlah ada simbol mahkota di dahinya," ucap si emas yang masih menatap lekat binatang iblis itu. Simbol mahkota artinya ia adalah raja binatang iblis.
Lin Feili pun segera mengangkat binatang iblis itu dan menatap dahinya. Benar saja, pola mahkota terukir di dahinya.
__ADS_1
"Raja apa? Raja kucing?" Lin Feili hampir tertawa terbahak-bahak.
Sedangkan si hitam dan si emas sudah terbahak-bahak duluan mendengar ucapan Lin Feili.