Mengubah Takdir Di Novel Kuno

Mengubah Takdir Di Novel Kuno
Dua Wanita yang Adu Mulut


__ADS_3

Tatapan tajam dan aura dingin yang dikeluarkan Lin Feili menusuk Su Yueru. Su Yueru baru pertama kali merasakan hal ini dari orang yang seumuran dengannya. Tatapan Lin Feili seolah telah merasuk ke dirinya dan membuatnya membeku tak bisa merespon.


Walau kata-kata Lin Feili terdengar seperti pertanyaan, tapi Su Yueru benar-benar tak memiliki jawaban.


Orang-orang di sana pun merasakan hal yang sama. Saat ini, pandangan mereka terhadap Lin Feili berubah, tak lagi menganggap remeh dirinya.


Sedangkan wajah Su Yueru yang tadinya terkejut kembali berubah menjadi arogan. Bahkan jika ia memang menganggap Lin Feili sebagai pengemis lalu kenapa?


"Aku memang menganggapmu seperti itu. Jadi, berikan kamar itu padaku! Jika kau tidak mau, bagaimana pun juga kau harus memberikannya!" teriak Su Yueru dengan angkuh.


Lin Feili benar-benar tak bisa menahan diri lagi. Amarahnya sungguh dipacu oleh Su Yueru.


Ia menjawab dengan dingin, "Kau pikir kau siapa? Beraninya kau menyuruhku memberikanmu kamarku? Berkaca!"


"Kau tidak layak!" lanjut Lin Feili sambil menggebrak meja, membuat meja itu hancur menjadi serpihan.


Orang yang menonton begitu terkejut dengan tindakan Lin Feili. Awalnya ia masih bersikap baik, tapi setelah Su Yueru mengatakan hal-hal tidak masuk akal, ia menjadi marah.

__ADS_1


Sekarang, mereka sadar jika wanita bergaun putih itu sejak awal tidak takut dengan wanita berbaju merah. Hanya saja, ia malas menghadapinya.


"Apa kau pikir menghancurkan meja itu luar biasa? Siapa di Kota Bintang Jatuh ini yang tak memiliki kekuatan? Aku juga bisa melakukannya!" cibir Su Yueru, walau awalnya tadi ia sempat dibuat terkejut.


Lin Feili menyeringai dan menjawab dengan dingin, "Jika kau punya nyali, ayo!"


Suaranya begitu mendominasi.


Hanya beberapa kata, tapi bisa membuat orang-orang merinding. Kini mereka tahu kalau wanita bergaun putih itu bukanlah orang yang bisa diprovokasi.


Namun, saat mereka saling ribut mengenai tantangan Lin Feili, tiba-tiba terdengar suara menyindir, "Aku pikir siapa yang orang yang tak punya sopan santun, ternyata wanita dari keluarga Su."


Mereka semua menoleh ke arah sumber suara.


Ternyata yang berbicara adalah seorang wanita dengan gaun ungu yang nyentrik. Walau fitur wajahnya tidak terlalu menonjol, tapi berbeda dengan fisiknya.


Bahkan, Lin Feili juga terpana melihatnya.

__ADS_1


Di usia mereka yang sekarang, sangat jarang melihat gadis dengan tubuh menakjubkan seperti itu. Pinggangnya ramping dan bahunya indah, leher dan kakinya jenjang, menunjukkan betapa seksinya dia.


"Dai Jia! Kenapa kau di sini?" teriak Su Yueru yang terlihat tidak senang dengan kehadiran wanita bergaun ungu itu.


Dai Jia tersenyum meremehkan dan menatap Su Yueru dari atas sampai bawah, "Aku dengar seseorang menggunakan uang untuk menggertak orang lain. Bagaimana aku bisa tinggal diam?"


"Apa yang aku lakukan bukan urusanmu!" bentak Su Yueru.


"Tentu saja itu urusanku. Melihatmu menderita juga termasuk urusanku," jawan Dai Jia santai.


Lin Feili memerhatikan kedua wanita yang saling adu mulut di depannya. Dari perdebatan itu, ia tahu jika keduanya saling benci dan menyimpan dendam.


"Karena kau ingin ikut campur urusanku, maka jangan salahkan aku kalau kasar," ucap Su Yueru tanpa basa-basi. Ia melambaikan tangan dan menyuruh 5 pengawalnya untuk memberi pelajaran pada Lin Feili dan Dai Jia.


Lin Feili menatapnya dingin, "Jangan terburu-buru, biarkan aku yang mulai!"


"Karena kau cari mati, jangan harap aku melepaskanmu," sinis Lin Feili.

__ADS_1


__ADS_2