
Dua orang tadi memberi hormat pada Kaisar.
"Kami memberi hormat pada Kaisar," ucap dua orang itu dengan serentak, sambil membungkukkan tubuh mereka.
"Bangunlah, Guru Li dan Guru Zhe," jawab Kaisar sambil tersenyum setelah menerima penghormatan mereka.
Seolah tahu rasa penasaran orang-orang, Kaisar memperkenalkan mereka pada semua orang, "Mereka berdua adalah guru yang akan merekrut murid ke Akademi Bintang Jatuh."
Mendengar nama Akademi Bintang Jatuh membuat orang-orang bersemangat. Itu adalah akademi impian semua orang. Akademi itu terletak di antara Kekaisaran Aglea dan Kota Awan.
Setiap tahun, Akademi Bintang Jatuh akan merekrut kultivator berbakat dan mendidik mereka menjadi kultivator tingkat tinggi.
Akademi Bintang Jatuh memiliki sumber daya tak terbatas. Setiap murid bisa menggunakan dengan bebas. Karena itu, kecepatan kultivasi mereka juga akan jauh lebih cepat daripada orang biasa.
Bisa memasuki Akademi Bintang Jatuh adalah suatu kehormatan besar. Bahkan jika ada seseorang yang mengatakan ia berasal dari Akademi Bintang Jatuh, orang akan memuja-mujanya.
Namun, sangat sulit untuk bisa memasuki akademi itu. Setiap tahun, hanya ada beberapa kultivator yang berhasil masuk. Bahkan, hanya yang dipilih oleh guru perekrut yang bisa mengikuti ujian masuk. Mereka memilih berdasarkan kekuatan. Selain itu, hanya ada satu kesempatan ujian untuk lulus.
Untuk memasuki Akademi Bintang Jatuh juga masih memiliki satu cara lain, yaitu mendapatkan surat undangan. Namun, hal ini sangat langka terjadi.
Hanya orang-orang yang dipercaya oleh guru perekrut yang bisa mendapat undangan ini. Seseorang yang bisa mendapatkan undangan itu tak perlu diragukan lagi bakatnya. Mereka pasti yang terkuat diantara generasinya.
Para kultivator menunggu mereka dengan gugup. Bisa saja guru perekrut menyukai salah satu diantara mereka.
Lin Feili juga memerhatikan Li Yayun dan Zhe Jiyin.
__ADS_1
Melihat sikap Ye Qin Mo dan orang-orang lainnya, Lin Feili yakin bukan merekalah yang saat itu dirasakan oleh si hitam dan si emas. Artinya, serigala petir itu adalah perbuatan Li Yayun dan Zhe Jiyin.
Menyadari tatapan Lin Feili, Li Yayun dan Zhe Jiyin tersenyum padanya. Namun, Lin Feili langsung membuang muka acuh tak acuh. Ia tak akan membalas senyuman orang yang ingin mencelakainya.
Melihat sikap Lin Feili, mereka berdua tidak merasa keberatan. Mereka bisa memaklumi sikapnya uang seperti itu.
"Kaisar, kami telah menemukan bibit unggul," ucap Li Yayun.
Ye Qin Mo tersenyum dan pandangannya langsung jatuh ke Lin Feili. Penampilan Lin Feili di kompetisi kali ini memang sangat menakjubkan.
Awalnya ia ingin memanfaatkan kesempatan ini agar Ye Xuan lah yang masuk ke Akademi Bintang Jatuh. Namun, ia tak menyangka Lin Feili akan menjadi begitu kuat.
Melihat hal ini, orang-orang langsung mengerti. Ternyata Akademi Bintang Jatuh adalah alasan mengapa hadiah kompetisi tahun ini sangat besar. Pasti hal itu dilakukan untuk menarik perhatian dua guru perekrut.
"Guru, siapa saja murid yang telah kalian pilih?" tanya Ye Qin Mo sebagai formalitas padahal ia sudah tahu jawabannya.
Pong Wenbin terkejut saat dirinya ditunjuk, "A-aku?"
"Benar, kamu," jawab Zhe Jiyin yakin.
Untuk Ye Xuan, ia memang memiliki kekuatan dan bakat. Tidak diragukan lagi bahwa ia akan memasuki Akademi Bintang Jatuh. Walau semangatnya sedikit hilang, itu bisa kembali lagi setelah masuk ke akademi. Hal ini karena pendidikan di akademi sangat keras. Mereka hanya akan memelihara bunga dan membuang rumput liar.
Sedangkan kekuatan Pong Wenbin memang berada di rata-rata. Namun, ia memiliki kecerdasan yang sangat cocok di Akademi Bintang Jatuh. Sedangkan gadis yang dimaksud bernama Qing Yi. Matanya berbinar bahagia ketika mendengar dirinya terpilih.
Orang-orang menatap mereka bertiga dengan iri.
__ADS_1
"Apakah kalian bertiga bersedia masuk ke Akademi Bintang Jatuh?" tanya Zhe Jiyin. Ia hanya bertanya sekedarnya saja. Ia tahu tidak akan ada kultivator yang menolak ini.
Seperti yang diharapkan, Ye Xuan dan dua lainnya mengangguk. Tentu saja mereka tidak akan menyia-nyiakan kesempatan. Selama mereka bekerja keras untuk ujian masuk, mereka pasti lulus.
Kemudian, tatapan semua orang tertuju pada Lin Feili. Padahal, penampilan Lin Feili sangat bagus dalam kompetisi ini. Tapi, mengapa ia tidak mendapat tawaran? Apakah kedua guru itu tahu jika Lin Feili menggunakan trik licik untuk mendapatkan peringkat pertama?
Mata Wei Luxi yang tadinya gelap, sekarang bersinar cerah. Ia sangat puas melihat Lin Feili diabaikan.
Namun, belum lama kepuasannya tiba-tiba kedua guru itu melakukan sesuatu yang membuat orang-orang membelalak.
Li Yayun dan Zhe Jiyin berjalan menghampiri Lin Feili. Mereka membawa undangan merah emas yang berkilau.
"Nona Lin, apakah Anda tertarik bergabung dengan Akademi Bintang Jatuh?" tanya Li Yayun memberikan undangan itu.
Semua orang menarik napas melihat undangan itu. "Lihat, itu undangan akademi yang langka! Tidak disangka Lin Feili mendapatkannya!" ucap seseorang.
Bermimpi dipilih untuk mengikuti ujian masuk saja sudah ketinggian, apalagi bermimpi mendapatkan surat undangan. Kebanyakan dari mereka tidak pernah mengharapkan hal itu.
Bahkan seorang Putra Mahkota saja hanya memiliki kesempatan untuk mengikuti ujian masuk. Namun, Lin Feili bisa langsung masuk dengan mudah. Ia bisa mendapat kepercayaan dari dua guru perekrut.
Kekuatannya pasti sudah diperhitungkan.
"Siapa yang menyangka hal ini. Kekuatannya membuat semua orang tercengang!" ucap seseorang. Sekarang mereka tahu mengapa dua guru tidak menghampiri Lin Feili sejak awal. Ternyata bukan karena Lin Feili tidak dipilih, tapi karena Lin Feili adalah yang terpenting.
Pong Wenbin terkejut untuk sesaat, tapi kemudian wajahnya gembira, "Lin Feili memang tidak sederhana. Ia bisa membuat kedua guru memercayainya."
__ADS_1
Ru Wanjing tersenyum kecut melihat ini. Ia bahkan tak bisa mengikuti ujian masuk Akademi Bintang Jatuh.
Jika Li Yayun dan Zhe Jiyin mengeluarkan surat undangan saja sudah membuat orang-orang terkejut, jawaban Lin Feili selanjutnya lebih membuat tercengang.