Mengubah Takdir Di Novel Kuno

Mengubah Takdir Di Novel Kuno
Pil Ketiga


__ADS_3

Melihat pil pertama sudah dimenangkan oleh Ye Xuan, orang-orang hanya bisa menghela napas pasrah.


"Jika Yang Mulia Putra Mahkota tidak menawarnya, mungkin pil itu bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi lagi. Apakah dia akan membeli ketiganya?" tanya Ru Wanjing menebak-nebak.


Inilah yang menyebabkan banyak orang menyembah ahli pil. Karena dengan menjual satu pil saja bisa membuatnya menjadi kaya.


"Dia tidak mungkin berani," jawab Pong Wenbin yakin.


"Baiklah. Sesi kedua kita mulai!" teriak Zhen Fu.


"100.000 koin emas!"


Kali ini tawaran dimulai dengan 100.000 koin emas lagi. Namun, bukan Ye Xuan yang berteriak. Ternyata, itu adalah Wei Chu.


Lin Feili tersenyum tipis melihat Wei Chu menawar. Ternyata dunia ini memang sangat kecil sehingga bisa bertemu musuh dimanapun.


Orang-orang menunggu Ye Xuan bereaksi, tapi setelah beberapa saat, Ye Xuan kelihatannya tidak akan menawar.


Walaupun kedudukan Wei Chu tinggi, tapi mereka sedikit lebih berani padanya dibandingkan melawan Ye Xuan.


"110.000 koin emas!"


"120.000 koin emas!"


Melihat orang-orang menaikkan harga tawaran, wajah Wei Chu langsung muram. Ia tak menyangka banyak orang yang akan melawannya.


Saat Li Mei baru saja tiba, ia melihat sekarang sudah sesi kedua. Ia pun langsung ikut menawar, "150.000 koin emas!"


"160.000 koin emas!" Wei Chu kembali menaikkan tawaran.


"170.000 koin emas!" teriak Li Mei tidak mau kalah. Namun, harga ini sudah hampir dua kali lipat daripada pil pertama.


Ia sudah ikut banyak pelelangan dan ia tahu pil ketiga nanti pasti akan lebih mahal harganya. Jadi, ia harus mendapatkannya kali ini.


"200.000 koin emas!" teriak Wei Chu menaikkan semakin tinggi, dua kali lipat daripada pil pertama.


Mendengar harga ini, Li Mei langsung lemas. Ia pun menyerah. Dia tahu masalah penyakit wajah Wei Yue. Melihat kondisi ini, Wei Chu pasti tidak akan menyerah dengan mudah.


Dia pun bertekad akan mendapatkan pil ketiga.


Pil kedua langsung diberikan kepada Wei Chu sebagai pemenang sesi kedua. Wajahnya terlihat sangat puas.


"Sekarang, sesi terakhir kita mulai!" teriak Zhen Fu.


"150.000 koin emas!" teriak Li Mei yang langsung menawar dengan harga sangat tinggi. Orang-orang menghela napas pasrah, apalagi orang biasa. Kultivator lain mengurungkan niat mereka untuk menawar.

__ADS_1


Harga itu terlalu mahal untuk mereka. Sebuah pil memang sangat berharga bagi kultivator. Namun, hanya orang kaya yang dapat memilikinya.


Melihat reaksi orang-orang, Li Mei merasa bangga dengan dirinya sendiri. Dia ingin melihat siapa yang berani melawannya sekarang.


Namun tiba-tiba, suara dingin terdengar.


"150.001 koin emas!"


Semua orang terkejut mendengar penawaran ini. Biasanya, paling sedikit orang akan menaikkan harga sebanyak 1.000 koin emas. Bahkan, tidak sedikit yang menaikkan dengan harga 10.000 koin emas.


Kali ini, Lin Feili hanya menaikkan harga 1 koin emas. Ini tak bisa disebut menawar, tapi memprovokasi Li Mei!


Li Mei menghela napas kasar.


"160.000 koin emas!"


"160.001 koin emas!"


"170.000 koin emas!"


"170.001 koin emas!"


Tak peduli sebanyak apapun Li Mei menawar, Lin Feili akan menaikkan 1 koin emas. Dari nada suaranya, sangat jelas ia hanya bermain-main dan mengejek Li Mei.


"Lin Feili, kau keterlaluan! Jangan berbuat sesukamu!" teriak Li Mei penuh amarah. Baru kali ini ia sangat membenci seseorang. Ia harus membunuh Lin Feili besok.


"Mengapa? Aku hanya mengikutimu. Bukankah tadi kau juga tidak tahu malu saat melakukan ini?" jawab Lin Feili dengan tenang.


Li Mei benar-benar mati kutu dan tak bisa menjawab perkataan Lin Feili. Karena itu, ia lanjut menawar, "200.000 koin emas!"


"200.001 koin emas!"


Orang berpikir tawaran Li Mei sudah sangat mahal, tapi tak disangka Lin Feili tetap melawannya. Li Mei benar-benar sesak dibuat oleh satu koin itu.


"250.000 koin emas!"


"250.001 koin emas!"


Amarah kian mencekam dari suara Li Mei, tapi Lin Feili tetap berbicara dengan tenang. Sebenarnya tidak peduli seberapa mahal harganya, lagipula itu adalah pil miliknya. Apalagi, Rumah Lelang Zhen tak mengambil komisi darinya.


Lin Feili hanya tidak ingin menjual pil itu pada Li Mei.


"300.000 koin emas!" teriak Li Mei menggila. Harga ini sama dengan gabungan dari dua pil sebelumnya.


"300.001 koin emas!" Lin Feili tidak berhenti menawar. Orang-orang merasa Lin Feili tak akan melepaskan Li Mei.

__ADS_1


"Li Mei, jangan menawar lagi. Harga ini sudah sangat tinggi. Biarkan dia jatuh miskin," ucap Wang Tao menghiburnya.


Li Mei mengangguk lesu. Ia tak sanggup melawan lagi. Jika ia memilih menawar lagi dan Lin Feili melepaskannya, maka dia yang akan tamat.


"300.001 koin emas satu kali! 300.001 koin emas dua kali! 300.001 koin emas tiga kali! Selamat Putri Wu, Anda memenangkan pil aliran darah," teriak Zhen Fu sambil mengetuk palu mengesahkan.


Pil aliran darah langsung diantar ke ruangan Lin Feili. Pong Wenbin dan Ru Wanjing melihat pil itu dengan iri.


Itu adalah pil impian setiap kultivator. Mereka tak menawar karena tak memiliki uang sebanyak itu.


Melihat mata kedua orang itu yang penuh dengan kekaguman dan keinginan dengan pil aliran darah, Lin Feili mengeluarkan sebuah botol porselen putih dari kantong dimensinya.


"Ini adalah pil aliran darah untuk kalian. Hadiah dariku," ucap Lin Feili memberikan dua pil aliran darah lainnya pada mereka.


"Apa? Hadiah untuk kami?" Pong Wenbin dan Ru Wanjing kebingungan.


"Benar. Ini hadiah untuk kalian," jawab Lin Feili. Ia membuat 5 pil aliran darah. Dua pil sudah ia jual, dua pil lagi untuk Pong Wenbin dan Ru Wanjing, dan satu lagi untuk dirinya.


"Tidak! Tidak! Ini terlaku mahal. Aku tidak bisa menerimanya," ucap Pong Wenbin. Pil itu baru saja terjual dengan harga 200.000 koin. Bagaimana mungkin dia bisa menerima begitu saja.


Mata Ru Wanjing yang tadinya berbinar bahagia melihat pil itu, akhirnya meredup mendengar ucapan Pong Wenbin. Jika Pong Wenbin tidak bisa menerimanya, maka ia juga tidak bisa.


"Wenbin benar. Pil ini terlalu berharga. Kami tidak bisa menerimanya," jawab Ru Wanjing sedikit lesu.


Lin Feili tertawa kecil, "Kalian berdua adalah temanku. Jadi, jangan khawatirkan hadiah kecil ini. Lagipula, kalian sangat membutuhkan pil ini. Apalagi kau, Wenbin. Kau harus segera mengikuti ujian masuk Akademi Bintang Jatuh. Kau harus lolos."


Hati Pong Wenbin bergetar. Ucapan Lin Feili benar adanya. Ia ingin lolos ujian di Akademi Bintang Jatuh. Namun, ia sendiri ragu dengan kekuatannya.


Jika ia memiliki pil aliran darah, mungkin kekuatannya akan meningkat dan kemungkinan dia lolos juga lebih besar.


Pong Wenbin menatap Lin Feili dengan ragu-ragu, "Kalau begitu, terima kasih, Lin Feili. Di masa depan, jika kau membutuhkanku, kau bisa memanggilku kapan saja!"


Walaupun Pong Wenbin tahu selama ini Lin Feili lah yang selalu membantunya, tapi ia tetap mengatakan itu. Ia bertekad kali ini akan membantu Lin Feili.


Selama ini, ia tak pernah melakukan apapun untuk Lin Feili. Satu-satunya hal yang pernah ia lakukan adalah membantunya menyerang serigala petir.


Namun, ia sangat beruntung karena hanya kejadian itu, Lin Feili menganggapnya sebagai teman. Ia benar-benar merasa malu menerima ini semua.


Ia juga merasa sangat bersyukur karena menjadi teman Lin Feili. Walau ia tak bisa membalas apapun yang telah diberikan Lin Feili, ia berjanji pada dirinya sendiri akan melakukan apapun untuk Lin Feili.


Melihat ketegasan Pong Wenbin, Lin Feili tersenyum hangat, "Oke."


Ru Wanjing yang melihat itu juga langsung berkata, "Kalian tenang saja. Walaupun tahun ini aku belum bisa ikut ujian di Akademi Bintang Jatuh, tapi tahun depan aku pasti akan mendapatkannya!"


Mereka bertiga saling tatap dan tersenyum, kemudian meninggalkan ruangan VIP.

__ADS_1


__ADS_2