
Grup Penghuninya gilak semua.
Bella: Gusy ada kabar baik!
Boby: apa lo gak jomblo lagi? Alhamdulillah akhirnya lo gak jomblo lagi💃
Bella : taik kau💩
Membaca itu membuat Hani terkekeh pelan.
Boby : sombong ya? Yang dapat teman baru!
Bella : betul tuh!
Hani menautkan kedua alisnya, kemudian mengetikan sesuatu dari ponselnya.
Hani : siapa sombong? Kok terasa tersindir :')
Bella : muncul juga lo? Kirain udah mati!
Hani : enak aja lo!
Boby : penasaran gue, jadi kepengen ngerasain nikah sama tente-tante.
Bella : anjir mau gue hujat lo?
Hani : jangan Bob. Cukup gue aja kalian cukup ambil yang lebih tua dari gue, semisal kakek-kakek atau nenek-nenek.
Boby : saran yang bagus ... besok-besok kalau jumpa gue gibeng lo!
Hani : sok berani lo?
"Assalamuallaikum,"
Mendengar suara Ayan membuat Hani buru-buru keluar dari kamarnya untuk menghampiri Ayan di ruang tamu. Meninggalkan percakapan bersama temannya di grup.
"Waalaikumsallam," balas Hani.
"Om kok lama pulangnya?" tanya Hani sambil berjalan ke arah Ayan.
Ayan terdiam cukup lama, selang beberapa detik setelahnya pria itu menjawab.
"Maaf,"
"Om capek ya? Mau saya buatin kopi?" tawar Hani.
Ayan mengulas senyuman hangat, lalu mendaratkan telapak tangannya ke kepala Hani, kemudian mengelusnya lembut.
"Boleh," balas Ayan.
Hani tersenyum malu-malu. Menatap wajah tampan suaminya, dengan jantung berdetak cepat.
"O-om, silahkan duduk." ujar Hani menunjuk sofa di sampingnya.
Ayan mengangguk kecil. Kemudian pria itu mendudukan bokongnya ke sofa. Memijat pelepis alisnya pria itu merasa kepalanya berdenyut sakit.
1 menit setelahnya, Hani tersenyum sambil meletakan secangkir kopi ke atas meja. Menusuk-nusuk pundak Ayan yang saat ini sedang memejamkan matanya.
Tersentak Ayan langsung membuka matanya. Menatap Hani yang tengah tersenyum ke arahnya.
__ADS_1
"Om kopinya sudah jadi," kata Hani.
Ayan mengedipkan matanya sekali, menatap Hani lama, lalu tanpa di suruh tangannya dengan sendirinya menarik tangan gadis di depannya. Membuat tubuh mungil itu reflek terjatuh menimpah tubuh Ayan.
Matanya dan mata Ayan saling bertemu. Gugup di sertai takut Hani langsung bangkit, tapi sebelum itu Ayan menahannya. Menempelkan kepalanya ke dada Ayan.
"Falia, biarkan seperti ini. Hanya sebentar," pintah Ayan sambil memejamkan matanya.
Mengangguk kecil, gadis itu tersenyum. Meletakan satu tangannya ke dada Ayan.
Menguap Hani melirik Ayan yang masih memejamkan matanya. Sudah lebih satu jam Ayan tertidur dengan posisi ini. Membuat Hani yang sudah mengantuk itu lama-kelaman juga ikut tertidur.
...****...
Ayan menggerakan sedikit pundaknya, yang seperti mati rasa. Membuka matanya perlahan. Pria itu langsung membulatkan matanya.
Saat menyadari semalaman dirinya tidur dalam posisi memeluk Hani.
Tanpa sadar senyum bahagia terbit dari bibir Ayan. Memandangi wajah polos Hani yang tengah tertidur pulas di dadanya.
Menyentuh wajah Hani secara hati-hati pria itu tersenyum gemas saat Hani menggeliat saat tangannya menyetuh wajah Hani.
"Keno stop ganggu gue!" gumam Hani dengan mata terpejam.
Membuat Ayan yang mendengar Hani menyebutkan nama pria lain langsung menghentikan aksinya.
Keno?
Perlahan Hani membuka matanya, menatap Ayan yang saat ini tengah memasang wajah datar.
"Om kok tidur di bawah si?" tanya Hani dengan suara parau. Samar-samar gadis itu menatap wajah Ayan.
"Karena kamu tidur di atas saya," balas Ayan.
"Maaf ... maaf," ucap Hani gugup.
Melihat air liurnya menempel di kemeja Ayan membuat Hani meringis karena malu.
Buru-buru gadis itu langsung masuk ke dalam kamar untuk bersembunyi.
"Mampus gue!" pekik Hani sambil mengacak-acak rambutnya.
...****...
"Mulai besok om, tidak perluh antar jemput saya." ujar Hani saat Ayan ingin membukakan sabuk pengamannya.
"Kenapa? Kamu marah karena akhir-akhir ini saya tidak menjemput kamu?" tanya Ayan.
"Bukan gitu om, saya tidak mau ngerepoti om Ayan. Yang sibuk, di tambah ngantar jemput saya takutnya om nanti kecapean," jelas Hani memperjelas.
"Kalau saya tidak antar jemput kamu, lalu kamu pergi, pulang dengan siapa?" tanya Ayan lagi.
"Teman," balas Hani.
"Cowok atau cewek?"
Hani tampak berpikir. Menjawab ragu pertanyaan Ayan.
"Cewek," ujar Hani berbohong.
__ADS_1
Ayan tersenyum, kemudian mengecup kening Hani lembut.
"Saya akan tetap ngatar jemput kamu, tidak apa jika saya lelah karena kamu." tutur Ayan.
"Tapi om--"
"Keputusan finish," potong Ayan.
Hani menghela napas,"Baiklah terserah om." tandas Hani paksa.
"Kalau gitu saya pergi ya?" ujar Hani yang di angguki Ayan.
Keluar dari mobil. Hani langsung melambai-lambaikan tangannya. Tersenyum sambil menatap Ayan.
"Cewek di depan?!" teriak Keno dari kejauhan.
Berlari pemuda itu langsung merangkul bahu Hani. Terasenyum lebar Keno mencolek pipi Hani sekali.
"Nunggui gue ya?" kata Keno sambil menaik turunkan alisnya.
"Apaan sih?" pekik Hani tidak suka seraya menghempas tangan Keno dari pundaknya.
Matanya menatap ke arah Ayan yang sedang memperhatikannya.
Semoga om gak salah paham.
"Ayo masuk! Lo liat apa sih?" tanya Keno mengedarkan pandangannya untuk menatap sekelilingnya.
Menggenggam tangan Hani pemuda itu langsung menariknya, mengajak Hani untuk masuk ke dalam sekolah.
Melihat kepergian Hani dengan pria lain membuat hati Ayan berdenyut sakit. Membuat pria itu langsung memukul stirnya. Memandangi kedua punggung yang menjadi objek penglihatannya.
Kelas
"Hari ini cukup sampai sini, ada yang mau bertanya?" ujar Bu Nia mempersilahkan.
"Saya bu!"
Kali ini Keno yang bersuara. Pemuda itu bangkit seraya mengacungkan tangannya.
"Ya, Keno silahkan," kata Bu Nia lembut.
"Begini bu, saya mempuyai masalah pada jantung,"
Semua murid ipa 2 memandang Keno dengan tatapan tidak percaya, termasuk Nia dan Hani.
"Jantung saya awalnya baik-baik saja sebelum saya bertemu dengan gadis bernama Hani,"
Mendengar namanya di sebut-sebut membuat Hani langsung menajamkan matanya.
"Lalu tiba-tiba entah mengapa jantung saya berhenti berdetak saat tubuh saya besentuhan langsung dengan tubuh Hani bu?apakah saya akan mati bu?" tanya Keno serius.
Bu Nia menglongo tidak percaya, wanita itu bingung harus menjawab pertanyaan Keno.
"Keno coba kamu tanyakan ini langsung kepada Hani!" ujar Bu Nia sambil menatap Hani.
"Cewek di de-"
"Mau mati lo?!" potong Hani mengancam.
__ADS_1
Selesai...
Update mulu😂