
"Aku yang salah, kamu tidak pernah salah. Aku bodoh karena 2 tahun lamanya yang ku lakukan hanya untuk menunggumu datang. Dan setelahnya kamu datang, aku di buat kecewa, mungkin setelah kita menjauh perlahahan rasa itu akan pudar. Karena itu aku butuh bantuan Argam untuk membuatku kembali jatuh cinta. Dan aku harap aku memilih orang yang tepat. Tidak seperti yang dulu, aku jatuh cinta pada orang yang salah."
Bhuk!
...Ayan meninju dinding kamar mandinya dengan kuat. Membuat punggung tangan pria itu berdarah di buatnya....
Berdiri di bawah shower yang sedang menyalah. Ayan meremas dadanya, Ayan merasa sakit. Hatinya seperti tertusuk belati putih yang sangat tajam.
Sebelum ini, Ayan sudah mempersiapkan dirinya sendiri, jika dimana hari ini akan datang, Ayan akan mengiklaskannya.
Tapi, kenapa sangat berat. Rasanya sesak. saat melihatnya tepat di depan mata.
Ayan sadar, dirinya egois. Mungkin. Tapi yang dia lakukan semuanya demi Hani. Istrinya, bahkan Ayan melepaskan jabatannya menjadi tentara. Bahkan dia rela di benci keluarganya. Hanya demi Hani. Demi gadis itu dia rela dibenci oleh seluruh dunia.
Dan saat. Dia di benci oleh Hani, dirinya terasa amat menderita. Dia datang kembali bukan tanpa sebab. Semua itu karena Hani adalah alasannya dia pulang.
Ayan membenturkan pelan kepalanya ke dinding. Memejamkan matanya Ayan menangis. Lalu berteriak histeris.
Kenapa? Kenapa rasanya sesakit ini?
Ayan, tidak bisa bepura-pura lagi. Ayan sudah muak dengan sandiwara ini.
Ayan ingin permainan ini segera berakhir. Ayan menginginkan cintanya kembali. Kenapa dunia sangat kejam terhadapnya. Impiannya? Cintanya? Keluarganya? Semua di renggut darinya.
Yang tersisah hanya rasa sakit yang amat mendalam.
Ayan meremas wajahnya yang sudah memerah itu kuat. Menyandarkan tubuhnya ke dinding, perlahan tubuh yang masih di balut kemeja itu merosot ke bawah.
Kakinya di tekuk, dengan pandangan menatap lantai yang basah.
Pria itu kembali menangis saat bayangan akan Hani berkata membencinya, terus berputar di otaknya.
Jadi sesakit ini ketika orang yang kita cintai, berubah menjadi orang yang membenci kita? Ya allah ini Sangat sakit.
Flash back on.
Sepasang mata Ayan terus pokus menatap dua orang di depannya. Yang sedang berbincang-bicang dan sesekali mereka juga tertawa. Seolah mengabaikan jika ada dia disana.
"Ehem!" berdehem Ayan menajamkan matanya.
Sengaja di abaikan. Pria itu memutar bola matanya kesal.
__ADS_1
Loli yang menyaksikan itu hanya bisa diam. Dirinya merasa merinding sendiri. Tiba-tiba suasana di sekitarnya menjadi dingin. Rumor yang ada di kantor teryata benar adanya. Jika Hani adalah mantan istri bosnya. Wajar saja jika pria di sampingnya ini sedari tadi terus memandangi Hani dan Argam dengan sangar. Ada rasa cemburu terlihat jelas di mata Ayan.
Mengepalkan tangannya. Ayan benar-benar kesal.
Kenapa Hani tidak mengerti dirinya? Kenapa Hani terus mengabaikannya. Kenapa Wanita itu seolah-olah tidak menganggapnya ada.
Berdiri. Ayan berjalan medekati Hani. Menatap wanita itu lalu menarik lengannya. Mengajak Hani ke suatu tempat yang jelas hanya ada dia dan Hani.
"Ikut aku!" kata Ayan. Tanpa permisi menarik lengan wanita itu kemudian mengajaknya pergi.
Melihat itu sepasang bola mata Argam. melotot keluar. Ingin mencegah tapi tangannya sudah di tahan oleh Loli wanita yang entah kapan tiba-tiba ada di sampingnya.
"Biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka. Jangan ikut campur! Status anda belum siapa-siapanya nona Hani." tekan Loli sambil menyeringai.
Di tempat lain. Wanita itu terus memukul-mukulkan tangannya ke bahu pria yang saat ini terus manariknya.
"Lepasin sakit!" keluh Hani.
Tapi di abaikan pria yang terus menariknya.
"LEPASIN. TANGAN AKU SAKIT!" teriak Hani. Lalu tubuhnya terhuyun ke samping, saat tiba-tiba Ayan memasukkan dirinya ke dalam mobil.
"Maunya kamu tuh apa sih?! Hah!" geram Hani. Saat setelah Ayan sudah duduk di sampingnya.
Hani memasang wajah kaget. Lalu wanita itu kembali berkata.
"Kamu tidak punya hak. Untuk cemburu ke orang yang bukan siapa-siapa kamu lagi." cetus Hani. Yang kata-katanya seperti pedang yang kapan saja siap melukai orang yang akan menyentuhnya.
Hani tertawa sendiri.
Menatap ke arah cendela mobil yang ada di sampingnya. Diam-diam wanita itu menghapus jejak air mata yang akan mengalir membasahi pipinya.
"Mana ada pria yang akan mengatakan dirinya cemburu, ke mantan istrinya. Gak ada Ayan."
"Kamu lupa? Atau mau aku ingatkan. Jika status kita tidak lain bos dan bawahan. Jangan lupakan itu."
Ayan tidak bisa berkata apa-apa. Dirinya merasa tertekan setelah kemakan omongannya sendiri.
Jika waktu bisa di putar. Tolong dia tidak akan mengatakan hal seperti itu.
"Falia, aku salah. Semuanya, saat itu terjadi sangat cepat. Aku bingung dan-"
__ADS_1
"Kamu berhenti berjuang. Dan memilih untuk melepaskan. Itu bukan keputusan yang bagus Ayan." potong Hani.
"Aku sudah tahu semuanya, dari mama. Kenapa? Kamu seegois itu? Mana cinta yang katamu itu sangat besar. Bahkan lebih besar dari lautan. semua itu omong kosong!"
Mata Ayan membulat dengan sempurna. Bibirnya terasa keluh.
"Sejak kapan kamu mengetahui kebenaran itu?" tanya Ayan.
Hani tertawa mendengar pertanyaan Ayan.
"Apa itu yang terpenting sekarang?" tanya Hani balik.
"Ayan, ini semua konsekuensi atas perbuatan kamu sendiri. Kamu memutuskan untuk menyelesaikan sendiri masalah itu. Hanya karena Putri mengacam akan kembali membunuhku hah?! Apa karena itu juga kamu melepaskan impian kamu menjadi tentara! Bodoh! Kamu pria terbodoh yang pernah aku temui. "
Ayan tidak bisa berkata-kata. Semua yang ada di pikirannya menghilang entah kenapa. Sekarang yang tersisah hanya rasa sakit di hatinya.
"Aku membincimu Ayan! Kamu melepaskan ku hanya karena ancaman itu? "
Hani menitikan air matanya. Saat maniknya menangkap Ayan yang sedang menangis. Dengan bibir membungkam rapat. Kenapa setelah semuanya? Pria itu tidak meminta maaf?
"Selamat tinggal. Dan semoga kamu bahagia dengan keputusan bodoh itu!" cetus Hani. Lalu tangannya bergerak menarik handle pintu mobil yang awalnya tertutup.
Tapi saat kakinya mulai melangkah keluar. Tiba-tiba tangannya di tarik kembali, tidak hanya itu. Tubuhnya di peluk dengan erat secara tiba-tiba.
"Jangan pergi. Aku salah. Semuanya karena aku. Jika aku tidak pergi saat itu mung-"
"Aku salah. Kamu tidak pernah salah. Aku bodoh karena 2 tahunnya, yang ku lakukan hanya menunggumu datang. Setelahnya datang, aku di buat kecewa."
"Mungkin setelah kita menjauh, rasa itu akan pundar, karena itu. Aku butuh bantuan Argam. Untuk kembali membuatku jatuh cinta, dan aku harap, aku memilih orang yang tepat."
Hani melepaskan pelukan Ayan.
Lalu menatap pria di depannya dengan tatapan dingin.
"Tidak seperti yang dulu, aku jatuh cinta pada orang yang salah."
Flash back of.
"Ah!" menjerit Ayan menampar dirinya sendiri.
Sekarang bagaimana? Apa yang akan dia lakukan? Kenapa? Kenapa? Allah memberinya ujian seberat ini. Ayan tidak kuat. Ayan sangat menderita. Perasaan cinta itu terus mengusiknya.
__ADS_1
......selesai.......