Menikahi Sang Mantan

Menikahi Sang Mantan
Kehidupan Baru


__ADS_3

Berkat usaha Dinda menenangkan semua orang akhirnya keempat orang itu duduk berhadapan lalu Dinda pun akhirnya berkata jujur kepada Anya dan Lina tentang Mariana yang menyuruhnya menjadi pengantin pengganti dan menjelaskan awal mulanya namun satu hal yang tak bisa ia katakan kepada orang terdekatnya yaitu fakta bahwa ia dipaksa dan diancam untuk melakukan itu semua, Dinda yakin jika mereka berdua mengetahui kebenarannya mereka akan bereaksi lebih heboh lagi dan ia akan sulit menenangkannya.


Setelah mendengarkan penjelasan Adinda dengan cermat Anya terdiam dan menatap dalam dalam Adinda dan Arash secara bergantian, ia masih mengamati ekspresi keduanya yang mencurigakan.


"Wah, jadi kesimpulannya Kakak menjadi pengantin pengganti mantan pacar kakak, seperti di sinetron saja, karena kalian sudah resmi menjadi suami istri sah kuharap benih benih cinta tumbuh kembali dan kalian bisa terus bersama sebagai suami istri yang saling mencintai, dan bukankah memang Kalian berpisah mendadak dan kak Dinda masih mencintai--huppp" tiba tiba Dinda membungkam mulut Lina yang hendak membocorkan masalalu kelamnya yang ingin di hapus di depan si sumber permasalahannya.


"Berhenti bicara Lin, intinya ini adalah rahasia okey" Lina pun mengangguk dengan patuh kemudian Dinda melepaskan tangannya.


Anya pun menarik tangan Dinda membawanya ke ruangan lain "Aku perlu bicara berdua denganmu" ucapnya seraya berjalan.


"Aku merasa kamu masih merahasiakan sesuatu dariku, cepat katakan selagi aku bicara baik baik" ucapnya dengan wajah serius.


"Apa sih An, aku sudah mengatakan semuanya padamu"


"Tidak, pasti belum semuanya, ini kaya bukan kamu bnget loh, apa kamu di paksa atau diancam?"


Dia memang peka banget hmm..


"Sebenarnya aku akan diberi imbalan begitu masa kontrak selesai" ucapnya ragu ragu.


"Imbalan? Uang?" Dinda pun mengangguk. "Apa kamu begitu putus asanya dengan hutang pinjaman untuk tempat ini?"

__ADS_1


"Bukan begitu Ann, intinya kemarin itu semuanya terjadi begitu saja dan mau bagaimanapun semuanya sudah terjadi jadi tidak ada salahnya bekerja sampingan kan, lagian ini bukan pekerjaan sulit"


"Apa kamu yakin ini bukan pekerjaan sulit?"


"Ya, aku hanya berfikir harus mendapatkan imbalan karena sudah sampai ke titik ini, apa bagimu aku terlihat gampangan dan mata duitan?"


"Bukan begitu juga, cuma aku punya firasat yang agak mengganggu, jadi.." ia menghentikan ucapannya karena ragu ragu ia harus mengatakannya atau tidak.


"Sudah, jangan terlalu kawatir begitu, aku akan katakan padamu jika aku merasa kesulitan" Anya pun mengangguk.


Dinda pun memeluk sahabat baiknya itu agar ia berhenti menghawatirkannya "Bukan aku saja yang harus bicara, kamu juga harus bilang padaku saat kamu mengalami kesulitan, jangan di pendam sendiri, kamu tau aku akan selalu ada untukmu seperti kamu yang selalu ada untukku kan?" Anya mengangguk, "Terimakasih karena cuma kamu yang sangat peduli padaku" rasanya sedih dan campur aduk seakan ia seperti akan melepas sahabatnya ke kehidupan baru yang tak akan mudah.


Seperti orang tuanya yang adalah dokter di rumah sakit besar di indonesia, setelah perjalanan panjang Anya pun berhasil menjadi dokter dan bekerja di rumah sakit yang sama dengan orang tuanya, namun Ayahnya segera mengajukan pensiun setelah Istrinya meninggal karena kanker, saat itu Anya baru diterima bekerja di tempat itu.


Saat itu adalah saat terberat dalam hidup Anya, Dinda selalu menemani dan mengursnya yang sangat terpuruk, Dinda melakukan hal yang sama seperti yang Anya lakukan saat itu.


Ibunya yang meninggal membuat Ayahnya putus asa karena sebagai seorang Dokter ia tak bisa menyembuhkan penyakit Istrinya sendiri.


Anya melihat Ayahnya yang terpuruk karena kepergian Ibunya itu dan tak mampu lagi bangkit, saat itu Ayah Anya hidup dengan berdiam diri di rumah tanpa melakukan apapun, ia hanya hidup seperti janjinya kepada mendiang istrinya, sebagai gantinya kakak laki laki Anyalah yang bertanggung jawab mengurus Ayahnya, saat itu Kakak Anya membawa Ayahnya pindah ke luar negri untuk mengganti suasana karena Kakak Anya yang bernama Mario mendapat pekerjaan di rumah sakit di singapura, keadaan Ayahnya pun jauh lebih baik dan pada akhirnya Kakak Laki laki Anya menikah dengan rekan kerjanya yang adalah dokter di singapur dan menetap disana.


Sejak saat itu Anya dan Dinda hidup bersama di sebuah kamar kost dan saling bergantung dengan satu sama lain, namun setelah beberapa bulan bekerja sebagai Dokter Anyapun bertemu orang yang dicintai dan mencintainya, pria itu pun adalah seorang dokter senior rekannya di rumah sakit, perbedaan usia 10 tahun tak menjadi penghalang dalam hubungan mereka sampai akhirnya mereka menikah dan hingga kini pernikhan mereka telah berjalan 5 tahun.

__ADS_1


Setelah menikah Anya dan Dinda pun berpisah, Dinda tinggal sendirian dan ia masih sibuk mengejar karirnya, Satu bulan setelah menikah Anya keluar dari pekerjaannya karena mengandung anak pertamanya dan hingga kini ia menjadi seorang Ibu rumah tangga, karena suaminya memintanya fokus mengurus rumah dan Putranya.


Meski kedunya telah menjalani kehidupan masing masing Anya dan Dinda terus berkomunikasi dan sering kali bertemu untuk berbagi suka duka kehidupan masing masing.


.


Arash dan Dinda keluar dari butik dengan membawa sebuh koper hitam besar, Anya dan Lina mengantarkannya sampai mereka masuk ke dalam mobil.


Disepanjang perjalanannya menuju ke kediaman Hutama mereka hanya diam tak bersuara satu sama lain, Arash yang fokus mengemudi dan Dinda yang canggung hanya bisa melihat ke luar jalan sibuk dengan pikirannya sendiri.


Bagaimana bisa hubungan kami menjadi seperti ini, hahh setelah hari ini setiap hari dalam setahun aku harus melihat wajahnya itu, alangkah lebih baik jika kami memperbaiki hubungan yang canggung ini agar kehidupanku bisa sedikit lebih nyaman.


"Anu.. Kita tak akan memakai kamar yang sama kan meskipun status kita suami istri?" ucap Adinda tiba tiba membuat Arash mengernyit.


"Hehhh.. Apa kamu mengharapkan kita memakai kamar yang sama? Jangan mimpi Adinda!" jawabnya acuh.


"Wahh.. Kepedeanmu luar biasa meningkat setelah sepuluh tahun rupanya" ucapnya tak mau kalah.


Setelah itu suasana kembali sunyi, dan setelah beberapa saat mobil mulai memasuki kawasan perumahan elit yang suasananya terlihat sangat asri, dan mobil pun berhenti di depan sebuah rumah mewah bernuansa putih bersih berlantai tiga, Deg deg deg.. Tiba tiba jantung Adinda berdebar kencang karena mulai hari ini ia akan tinggal di rumah mewah ini bersama pria yang terasa akrab sekaligus asing baginya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2