
Aku memutuskan untuk tidak memberitahukan lagi apa yang sudah aku tahu dari apa yang sudah ku baca di agenda kakek Sukma. Mungkin aku akan tetap menyimak lalu membandingkan semua cerita dan memutuskan cerita siapa yang akan aku percaya.
"Sudah lah, jangan membahas itu dulu" Ucap Alpha tampak serius. "Masih ada hal yang lebih penting dari pada itu."
Aku mengerenyitkan dahi. "Apa?"
"Mencari pecahan mustika ular hingga utuh. Mustika itu yang akan memulihkan Altar dan membebaskan mu, membebaskan kita semua." Ucap Alpha
"Altar??"
"Altar adalah sebuah pohon terbesar di Madavia dan memiliki sebuah pintu yang menjadi portal bagi siluman untuk masuk ke dunia manusia. Begitupun manusia yang sudah di izinkan oleh Dewari akan bisa masuk ke madavia melalui Altar." Jelas Alpha.
Jadi Altar adalah pohon besar yang di ceritakan kakek di agendanya. Cerita Alpha dan cerita kakek yang aku baca di agenda nya ternyata sama. aku semakin yakin, pasti apa yang tertulis di buku agenda itu semuanya benar.
"Terus apa yang udah terjadi sama Altar, kenapa harus dipulihkan?" Aku memutuskan bertanya karena belum menemukan jawaban nya di agenda kakek Sukma.
Aku yakin, pasti kakek juga menuliskan tentang apa yang udah terjadi pada Altar di agenda nya. Aku hanya belum sempat membacanya.
"Mustika ular adalah jantung nya Altar, tidak ada jantung maka tidak akan hidup. Sejak mustika ular itu hilang, pintu Altar tidak berfungsi lagi. Kami semua terjebak disini bahkan Wijaya tidak bisa kembali lagi ke alam ini."
"Tapi mustika itu hilang kemana?" Tanyaku penasaran. Waktu itu Gama hanya menceritakan bahwa mustika itu telah di curi Anjani dan tidak berkata bahwa mustika itu hilang.
"Mustika itu hancur ketika diperebutkan oleh Dewari dan Anjani hingga terpecah belah dan entah pecahan nya menjadi puluhan ataupun ratusan. Kalian harus bekerja sama untuk mencarinya. Beberapa pecahan ada di dimensimu, Risha. Di simpan oleh Wijaya. Saat itu, Wijaya juga ikut mengumpulkan pecahan mustika itu." Ucap Alpha.
"Terus dimana kita akan mencari pecahan yang lain nya?"
"Kita harus mencarinya seperti kata Alpha, kita harus bekerja sama." Sahut Gama.
"Tapi itu tidak akan mudah. Pasti akan sangat memakan waktu yang cukup lama"
__ADS_1
"Jadi kamu lebih memilih untuk tinggal disini selamanya?"
"Enggak lah, kita pasti akan menemukan nya. Aku yakin, tapi dimana kakek Sukma menyimpan pecahan mustika itu, ya?
"Tolong carilah Risha. Mustika itu akan membantumu melepaskan batu permata di jantungmu. Sementara itu, kita akan mencari bagian yang lain disini"
"Aku janji, aku akan berusaha menemukan nya. Bukan hanya untuk kebebasanku, tapi juga untuk kedamaian Madavia.
"Terimakasih Risha. Aku janji aku akan selalu ada untuk menemani dan melindungimu saat kamu berada disini."
Aku mengangguk dengan menguraikan senyuman. "Memangnya kamu akan melindungiku dari apa dan dari siapa?
"Tentu saja dari Reka dan Agrapana. Mereka akan selalu mencoba menculikmu untuk membangkitkan Anjani yang sebelah jantungnya sudah ada di sebelah jantungmu."
"Dari cerita Reka yang pernah kudengar, Agrapana itu adalah sebuah patung naga dan roh kakek sukma bahkan di segel di patung itu untuk membangkitkan patung Agrapana."
"Tidak seperti itu. Agrapana memang siluman naga putih yang terkenal kejam. Memang benar dia telah disegel oleh Dewari dengan bantuan kakekmu. Dan Reka telah melepaskan segelnya dengan menukar jiwa Wijaya untuk bisa melawan Dewari." Jelas Alpha.
"Reka ingin mendapatkan Anjani serta mustika ular dengan bantuan Agrapana." Sambung Gama.
"Dewari yang mengetahui rencana reka berhasil memberi pelajaran pada reka dengan mencambuknya. Dewari ingin sekali membunuh Reka, tapi Agrapana telah menyelamatkan Reka. Dewari berhasil dikalahkan oleh Agrapana. Ungkap Gama.
"Aku gak ngerti kenapa disini seorang ibu dan anak bisa melakukan hal seperti itu. saling menyakiti dan mengkhianati. Ini konyol banget sih menurutku."
"Itu karena Dewari bukanlah ibu kandung kami yang sebenarnya, dia hanya ibu angkat kami. Sebenarnya dia adalah Ratu Siluman Ular. Dia menjadikan kami anaknya setelah ibu kandung kami mati dibunuh oleh Agrapana yang kejam."
Jadi benar apa kata kakek, Dewari adalah siluman ular yang baik hati.
"Kok bisa sih Reka melepaskan segel Agrapana yang jelas-jelas udah bunuh kedua orang tuanya. Aku benar-benar gak habis pikir sama Reka."
__ADS_1
"Mungkin karena Reka juga ingin balas dendam karena Dewari telah membunuh kekasih yang sangat ia cintai. Lagi pula jika Agrapana yang kalah, itu tidak akan menjadi masalah. Karena setelah ia berhasil mengubah mu menjadi Anjani, ia pasti akan segera bebas dari alam ini dan pergi ke alam manusia dengan menggunakan mustika ular. Itupun jika ia berhasil."
"Aku gak bakal ngebiarin itu berhasil!!"
"Bagus. Sementara itu, datanglah pada Dewari. Ceritakan semua padanya. Dia pasti akan membantu kalian" kata Alpha.
"Percuma saja, Risha selalu menolak untuk menemui Dewari. Aku sudah beberapa kali memberi tahunya, tapi wanita ini selalu berharap Reka yang akan membebaskan nya" kata Gama mencibirku.
"Itu kan sebelum aku tahu kebenaran nya!!" Bantahku.
"Itu karena kamu selalu menolak kebenaran yang aku jelaskan dan lebih mempercayai Reka dari pada aku!" seru Gama.
"Ayolah Gama, aku tau aku salah. Jangan terus memojokan aku." Aku merengut kesal.
"Sudahlah, cepat kalian pergi ke istana Dewari" Kata Alpha.
Sesampainya di istana, mataku akhir nya melihat kembali sosok Dewari namun kali ini aku melihat nya lebih tenang dan lebih anggun.
"Sengaja aku tidak menunjukan diriku di depan mu, Risha. Aku takut kamu akan semakin salah paham padaku. Aku hanya bisa menunggu kamu yang akan datang menemuiku." Ujar Dewari yang tengah duduk di singgasana nya.
"Waktu itu Reka bilang anda mau menangkap aku dan jika aku berhasil ditangkap oleh anda, aku tidak akan bisa kembali lagi ke dimensiku dan akan terjebak disini selamanya" Terangku.
"Hahaha, anak itu memang tidak pernah berubah. Sangat pandai bersandiwara. Keunggulan nya hanya menipu dan mengkhianati." Ucap Dewari.
"Sekarang aku sudah tau segalanya dari Gama dan Alpha. Maaf karena aku udah salah faham sama anda." Aku tertunduk di hadapannya, menunjukan wajah bersalah.
"Tidak apa-apa, aku dapat memahaminya. Sebenarnya pada saat aku menangkapmu itu karena aku benar-benar tidak tahu bahwa kamu adalah Clarisha. Aku mengira dirimu adalah Anjani. Aku lupa bahwa Anjani telah tiada lima tahun yang lalu. Bagaimana bisa Anjani hidup kembali." Ucap Dewari yang kemudian meneteskan air mata.
"Bukankah Anjani memang bisa hidup kembali melalui aku?" Tanyaku memastikan kebenaran dari cerita Gama.
__ADS_1
"Itu jika aku membiarkan nya. Aku tidak akan membiarkan hal itu sampai terjadi. Kalian memang kembar, tapi aku lebih menyukaimu dari pada dia"
"Kembar?"