Meraga Sukma

Meraga Sukma
56. Perjalanan Mencari Aldi


__ADS_3

Sesampainya di toko, aku mengetuk pintu kantor Ci Yuzzy. Walaupun sebenarnya aku tidak mengerti, kenapa Reka harus melindungiku dengan cara melamar pekerjaan di Toko tempatku bekerja.


"Masuk!" Seru Ci Yuzzy dari dalam.


Aku membuka daun pintu dan masuk ke dalam bersama Reka. Kemudian, kami duduk di kursi yang berhadapan dengan Ci Yuzzy.


"Ci, maaf kalau saya mengganggu!" Seruku sedikit ragu.


"Risha, tumben. ada apa?" Tanya Ci Yuzzy menatapku lalu melirik Reka di sebelahku.


"Ini temen saya, Ci. Namanya Reka!" Ucapku, kemudian Ci Yuzzy mengangguk dan tersenyum pada Reka, seakan-akan ia sedang berkenalan melalui pandangannya itu. "Dia mau ikut kerja disini katanya. Kebetulan kita memang butuh supir buat antar-antar barang, kan?"


Tapi Ci Yuzzy malah membelalakan mata seakan tidak percaya dengan apa yang aku katakan. Namun, tiba-tiba ia terkekeh geli seakan ada yang menggelitik perutnya. "Kalian bercanda? Cowok seganteng dan sekeren ini mau jadi supir pengantar barang? Kamu itu pantas nya kerja kantoran!"


"Saya tidak berminat bekerja kantoran, saya ingin bekerja disini." Sahut Reka memandang Ci Yuzzy dengan tatapan datar.


Ci Yuzzy memperhatikan Reka dari ujung kaki hingga ujung kepala, seakan ia akan menjadi juri untuk menilai penampilan Reka. "Kamu pasti anak orang kaya, kenapa mau kerja toko kecil kayak gini?"


"Aku sudah bosan hidup bergelimang harta!" Sahut Reka yang membuat aku terperangah. Aku menoleh ke arahnya dengan mata terbelalak. Dari mana dia mempelajari kata-kata arogan itu?


"Aku ingin merasakan hidup sederhana!" Sambung Reka.


"Waw, hebat! Jarang banget orang yang berpikir kayak gitu. Untung saja aku suka sama kamu, jadi kamu di terima kerja disni." Ujar Ci Yuzzy yang menciptakan senyum lega di wajahku. Namun, Reka hanya tersenyum tipis dengan wajah datarnya itu.


"Tapi, bukan jadi supir pengantar barang. Kamu bakalan aku tempakan jadi staf administrasi."


'What? Staf administrasi? Tapi Reja itu siluman, dia bahkan gak pernah sekolah di Madavia. Mana bisa dia menjalankan pekerjaan itu!"


"Tapi Ci, di_" Ucapku terpotong.


"Baik, terimakasih!" Sahut Reka.


'Apa?' Batinku.

__ADS_1


"Sama-sama! Kamu bisa langsung kerja hari ini. Kamu satu ruangan sama aku, tempat kamu disana!" Ucap Ci Yuzzy seraya menunjuk ke samping kanannya yang terdapat meja kerja kosong bekas staf yang baru-baru ini mengundurkan diri.


Sebelumnya, Meja itu di tempati oleh Koko Jingmi, partner kerja Ci Yuzzy. Namun, semenjak Koko jingmi mengundurkan diri, Ci Yuzzy lebih memilih mengatasi segalanya sendiri. Dia tidak pernah terpirkan untuk menggantikan Koko jingmi walaupun Koko Jingmi sudah pernah mengatakan bahwa ia tidak akan kembali lagi bekerja di Giant Jaya dan menyuruh Ci Yuzzy untuk mencari Penggantinya.


Dan aku tidak menyangka, semudah itu Ci Yuzzy menempatkan Reka di bagian pekerjaan itu. Sedangkan, aku yang sudah lama bekerja di Giant Jaya tidak pernah mendapatkan tawaran itu. Aku tidak sedang iri, aku hanya tidak mengerti saja!


Di jam istirahat, Reka mencariku ke ruang kariawan di bagian depan toko. Padahal, baru saja aku akan pergi dengan Tosa untuk makan siang di warung nasi langgananku. Tapi aku juga tidak bisa menolak ajakan Reka, sehingga akhirnya kami pergi bertiga menuju warung nasi.


"Gimana kerjaan kamu?" Tanyaku penasaran. Ah, dia pasti sudah mengacaukan pekerjaannya sendiri dan tidak akan lama lagi Ci Yuzzy akan marah-marah dan menurunkan pangkat Reka menjadi supir pengantar barang.


"Semuanya berjalan baik!" Sahutnya dengan begitu santai.


Tentu saja aku tercengang mendengar jawabannya yang singkat padat dan jelas itu. Aku tidak habis pikir, bagaimana siluman bisa melakukan pekerjaan yang hanya bisa di lakukan oleh orang berpendidikan?


"Kak Reka, hebat!" Rosa yang sedari tadi menyimak akhirnya menyahut. "Udah ganteng, kaya, mau bekerja keras lagi."


'Astaga, kumat lagi sifat ganjennya!' Batinku.


"Kapan aku bilang gak gitu, emang?" Tanyaku membantah.


"Kamu tidak mengatakannya, memang! Tapi, wajahmu menunjukannya." Sahut Reka seraya menatapku begitu dalam.


"Sotoy!" Seruku seraya memutar bola mataku jengah.


"Sotoy?" Tanya Reka dengan mengerutkan dahinya.


"Iya, alias so tahu!" Jawabku.


Waktu berlalu dengan cepat. Saat jam kerja berakhir, aku melihat ke tempat dimana Aldi selalu menungguku di parkiran depan Toko ini. Aku menunduk lesu seraya menghela nafas, teringat Aldi yang menghilang dan belum di ketahui kemana perginya.


"Kamu lagi ada masalah ya, sama Aldi?" Tanya Rosa di sebelahku tengah memperhatikan kecemasan dari wajahku.


Aku menggeleng lemas. "Aku udah bilang, Aldi lagi sibuk. Dia di suruh Mama-nya buay nyiapin pernikahan kami." Sahutku asal.

__ADS_1


"Jadi kalian mau nikah? Kapan?" Tanya Rosa.


"Ayo, kita pulang!" Ajak Reka yang baru saja keluar dari toko.


"Kalian mau kemana?" Tanya Rosa ingin tahu.


"Pulang!" Sahut Reka seraya menggamit jemariku, kemudian membawaku pergi tanpa mengajak Rosa. Namun, Rosa berusaha mengejar agar bisa pulang ke rumah kost bersama-sama.


Sesampainya di Kost-an, aku bergegas pergi bersama Reka setelah usai mandi dan sedikit bersolek. Rosa yang baru sampai di depan pintu rumah kost-ku, mengerutkan dahinya dan menunjukan ekspresi heran.


"Kalian mau kemana lagi?" Tanya Rosa.


"Aku mau pulang dulu ke rumah Mama, mau balikin mobil yang udah aku pinjam kemarin." Sahutku yang kemudian pergi tanpa menunggu Rosa bertanya lagi.


...*°°°°°°°°°°*...


Di sepanjang perjalanan, aku masih bingung harus mencari Aldi kemana. Aku berbohong pada Rosa, karena sebenarnya aku masih membutuhkan mobil Mama untuk mencari Aldi.


Hari ini, aku akan memberanikan diri untuk datang ke rumah Aldi. Mungkin sekarang Aldi udah pulang dan ia tidak sempat mengabariku karena mungkin baterai ponselnya lemah atau malah ponselnya mungkin mati.


"Risha, ini siapa? Aldi mana?" Tanya Mama Aldi yang baru saja membukakan pintu rumahnya, kemudian celingak-celinguk menerawang ke arah mobil Mama Erina yang terparkir di depan rumahnya.


Deg!!


'Ternyata Aldi belum pulang juga, terus aku harus bilang apa sama Tante Maya?' Batinku.


"Tante, kenalin ini Reka. Temannya Aldi." Sahutku. Reka mengulurkan tangan ke arah Mama Aldi dan Mama Aldi menerima jabat tangannya. "Reka sengaja dateng ke kost-an Risha buat ketemu Aldi. Risha kira, Aldi udah pulang!"


Tiba-tiba, Mama Aldi mengusap dadanya dengan tangan kanannya. Wajahnya tampak kuyu saat mendengar perkataanku dan kini dia mulai menangis tanpa isakan.


"Ya tuhan, kemana Aldi? Udah dua hari, Aldi gak pulang. Tante khawatir banget. Gimana kalau sampai_" Ujar Mama Aldi terpotong, karena aku berhasil menyela perkataannya yang terdengar lirih itu.


"Tante, Risha mohon tante jangan begini. Risha bakalan cari Aldi sampai ketemu. Risha janji."

__ADS_1


__ADS_2