Meraga Sukma

Meraga Sukma
08. Membaca Buku Agenda Kakek Sukma Wijaya


__ADS_3

"Sekarang aku udah merasa lega, Rish. Tujuan aku jelasin ini sama kamu, bukan untuk memaksa kamu supaya balik lagi sama aku, tapi karena aku mau kamu sadar dan jangan pernah lagi tertipu sama Mira. Aku gak mau kamu sampai celaka gara-gara Mira." Ujar Aldi.


"Maafin aku, Al." Aku menundukkan kepala, menahan untuk tidak menangis. "Selama ini Aku udah salah paham sama kamu. Aku tidak tahu kalo itu semua adalah rencana Mira juga"


"Udahlah, kamu gak salah, Rish. Sekarang aku bakal memenuhi kainginan kamu. Aku akan pergi." Aldi membalikan badan ke arah pintu hendak bergegas pergi.


"Tunggu..." Seketika Aldi menghentikan langkahnya kemudian menoleh ke arahku "Apa kita masih bisa berteman?"


***


"Makasih ya udah nganterin aku pulang ke kosan aku." Ujar ku yang masih duduk di jok depan sebelah Aldi.


Aldi tersenyum hangat ke arahku "Sama-sama, Rish. Kita kan sekarang teman, sebagai teman aku harus ada di saat apapun kan?"


Aku mengangguk dengan senyuman. "Jadi apa teman aku ini mau mampir?"


Aldi melihat arlojinya. "Gak enak ah, udah malam. Takut nanti di marahin ibu kost" Ucap Aldi setelah melihat arlojinya yang sudah menunjukkan pukul 20:30 Wib.


Aku membuka pintu dan lekas keluar dari mobil kemudian masuk ke dalam rumah kost setelah Aldi berlalu pergi. Baru saja aku menyalakan kompor gas, memasak air untuk mandi, tiba-tiba pintu diketuk, aku segera berjalan ke arah pintu dan membukanya.


Aku mengerutkan dahi merasa heran dengan seseorang yang tengah berdiri di depan pintu "Aldi, kamu balik lagi kesini?"


"Aku balik lagi buat nganterin barang kamu yang ketinggalan di mobil, nih" Ujar Aldi seraya memberikan sebuah lukisan berukuran 30cm serta buku agenda yang aku bawa dari ruangan kakek Sukma.


"Ya ampun, kok bisa lupa sih. Maaf ya jadi ngerepotin kamu" Ucap ku seraya meraih barang-barang itu dari tangan Aldi.


Aldi tersenyum "Gak apa-apa, lagian aku jd punya kesempatan buat ketemu kamu lagi."

__ADS_1


Aku menggeleng dengan tersenyum "Ya udah, masuk dulu yuk." Ajak ku yang di angguki oleh Aldi.


Aldi duduk di sofa tepat di sebelahku. Tentu saja di sebelahku, mau dimana lagi memangnya? Sofa di rumah kost ku hanya satu-satunya. Maklum, disini terlalu sempit. Jika satu set sofa di tempat ini mana bisa muat!!


Aku melepaskan tali yang mengikat buku itu kemudian mulai membukanya. Di halaman pertama tertulis "MERAGA SUKMA"


"Sepertinya kamu tertarik banget sama buku ini" Kata Aldi.


Aku menghela nafas "Aku lagi cari petunjuk, Al. Aku gak bisa terus-terusan masuk ke dunia yang bukan duniaku."


Aldi mengernyitkan dahi tampak heran. "Maksud kamu masuk ke dunia yang bukan dunia kamu itu gimana sih?"


"Udah ah, kamu gak akan ngerti" Ucapku seraya menutup kembali buku itu dan akan membacanya nanti. "Kamu gak akan percaya sama aku"


"Enggak lah, aku tau kamu. Kamu itu orang yang jujur dan gak suka berbohong. Gak ada alasan buat aku gak percaya sama kamu" Jelas Aldi


"Tapi ini beda. Ini tentang hal yang bahkan aku aja mikirnya gak masuk akal." Kata ku.


Dengan ragu aku mencoba memberitahu Aldi segalanya. "Kamu tau gak sih, setiap malam saat aku tertidur sukma ku selalu pergi ke dimensi siluman yang dimana kakek aku dulu melakukan pesugihan sama siluman ular di dimensi itu. Aku mengalami semua ini sejak kakek aku meninggal."


"Tapi kenapa bisa gitu?" TANYA aldi seraya memegang dagunya dan memandangku dengan serius.


"Itu dia aku bingung. Reka belum sempat menjelaskan semuanya. Jadi aku memutuskan untuk cari tau sendiri dengan pulang ke rumah orang tua aku agar bisa memeriksa ruangan kakek Sukma. Siapa tau aku dapat petunjuk!"


Aldi mengerutkan dahi "Siapa Reka?"


"Dia laki-laki yang ada di dimensi itu. Dia bilang dia akan membantu aku terbebas dari sana. Dia selalu melindungi aku dari siluman ular yang ingin menangkap aku, namanya Dewari. Aku jadi ingat, sebelum aku kembali ke dimensi ini, aku belum memastikan dia baik-baik aja atau enggak" Ungkap ku.

__ADS_1


"Keliatan nya kamu dan dia udah cukup dekat sampai-sampai kamu begitu mengkhawatirkan laki-laki itu. Apa dia istimewa?" Tanya Aldi tampak Cemburu.


"Enggak, aku hanya_" Bunyi peluit dari arah dapur menghentikan kalimat yang belum sempat aku selesaikan. Aku memukul dahiku pelan "Aku lupa belum matiin kompor, itu bunyi teko siul. Tadi aku masak air buat mandi"


"Kamu mau mandi dulu?" Tanya Aldi


Aku menggelengkan kepala "Enggak, cuma mau matiin kompor aja dulu." Jawabku seraya berjalan ke arah dapur.


Usai mematikan kompor aku Kembali duduk di sofa di sebelah Aldi. Aku meraih kembali buku agenda kakek Sukma dan mulai membuka halaman kedua.


_Meraga Sukma adalah aktivitas melepaskan sukma atau roh dari tubuh fisik agar bisa masuk ke dimensi lain. Raga itu tidak mati, tapi tertidur. Sukma atau roh akan kembali ke ragaku jika tujuanku sudah di anggap selesai.


_Meraga Sukma adalah ilmu tingkat tinggi. Tidak semua orang mampu melakukan nya. Dengan bimbingan guruku, Mbah Sarjo. 60 tahun yang lalu di Wonosobo, aku berhasil menguasai ilmu Meraga Sukma dan mendapatkan kesaktian sehingga kini aku berhasil menjadi Dukun sakti mandraguna._


_Semua orang dari berbagai daerah yang sedang dilanda masalah, mulai berbondong-bondong datang kepadaku, aku membantu mengatasi masalah mereka, sedangkan aku sendiri tidak bisa mengatasi masalah putriku sendiri yang kini tengah frustasi karena tak kunjung hamil meski sudah 10 tahun menikah dan nyaris di ceraikan oleh suaminya, Johan._


_Kala itu putriku, Erina. Sudah menghabiskan banyak uang untuk mengikuti progam hamil dan bayi tabung. Hasil nya tetap nihil, sedangkan Erina sudah terlilit hutang begitu banyak. Keadaanku dulu tidak begitu baik, penghasilanku selama menjadi dukun tidak banyak. Tidak cukup untuk membantu Erina membayar hutang-hutangnya._


Halaman kedua sudah selesai dibaca, aku menutup buku agenda itu dan akan kembali membacanya esok hari.


"Baru baca satu halaman aja udah bikin mataku jadi lelah, aku jadi ngantuk" Ucap ku seraya menutup mulutku dengan kedua tanganku ketika menguap.


"Udah lah, jangan dipaksain." Ujar Aldi seraya mengelus rambutku. "Kamu harus istirahat. Besok kamu harus kerja kan?"


Aku mengangguk "iya, besok aku harus bangun lebih pagi biar gak kesiangan masuk kerja."


"Ya udah, Rish. Aku pulang dulu, besok aku jemput kamu ya." Ucap Aldi yang kini sudah berdiri bersiap untuk pergi.

__ADS_1


"Ya ampun, al. Itu gak perlu deh.. Kamu kan tau sendiri jarak dari toko Giant Jaya ke kosan ini gak jauh"


"Aku tau. Tapi aku mau ajak kamu jalan-jalan dulu boleh kan?"


__ADS_2