
Tiba-tiba Mama Erina tertawa geli. "Kamu ini ada-ada aja sih, Risha. Memang nya Kakek kamu akan minta anak untuk siapa?
Seperti nya mama Erina tidak tahu bahwa aku sebenarnya adalah anak hasil pesugihan kakek Sukma. Entah seperti apa perasaan mama Erina jika kelak ia mengetahuinya.
"Iya sih, mah." Jawabku seraya tertawa yang dipaksakan. "Itu emang terdengar konyol banget, sih!!"
"Emang kamu dapat info dari siapa?" Tanya Mama Erina yang reda dalam tawanya.
"Jadi kemarin itu Risha mimpi ketemu siluman ular." Sahutku yang kemudian menghela nafas. "Siluman itu bilang kalau kakek Sukma malakukan pesugihan dengan nya dan meminta anak untuk putri nya yang mandul"
"Ya ampun, sayang... Ternyata cuma mimpi?? Kirain mama kamu dengerin lagi gosip murahan tetangga" Ujar Mama Erina.
"Ya udah lah lupain aja. Risha mau ke ruangan kakek dulu" Aku bangkit dari sofa dan mulai berjalan menuju ruangan kakek Sukma.
"Loh, kok ke ruangan kakek sih? Padahal mama udah rapihin kamar kamu loh, Rish.." Ucap Mama Erina berhasil menghentikan langkahku.
"Sebentar aja kok, Ma. Risha cuma mau liat-liat aja." Sahutku seraya menoleh ke arah Mama Erina yang tampak Gelisah. "Mama kenapa?"
"Setelah Kakek kamu meninggal, Mama selalu dengar suara-suara aneh di dalam ruangan itu." Ujar Mama Erina.
"Suara-suara aneh?" aku mengerutkan dahi bingung serta penasaran pula. "Mama yakin suara-suara itu dari ruangan Kakek?"
"Iya, Mama yakin banget. Karena waktu itu Mama sama Papa pernah nyari asal suara itu, ternyata suara itu berasal dari ruangan Kakek kamu. Mama sempet ngira itu maling, tapi pas Mama sama Papa periksa ternyata gak ada siapa-siapa di sana." Ujar Mama Erina
Aku semakin penasaran, mungkin saja di sana ada sesuatu yang bisa aku jadikan petunjuk. Aku pun lekas pergi ke ruangan kakek sukma.
Di dalam ruangan itu terdapat cermin besar dengan ukiran ular di atas nya serta dua buah keris di letakan di sisi kanan dan sisi kiri cermin itu dan sebuah buku agenda yang di ikat dengan tali tergeletak di atas meja tepat di depan cermin.
Sebuah peti besar yang terbuat dari kayu jati menarik perhatianku. Aku menghampiri peti itu dan ingin membuka nya, penasaran dengan apa isi di dalam nya. Namun peti itu di kunci dengan gembok. Aku membuka beberapa laci untuk mencari kunci gembok agar bisa membuka peti namun masih belum menemukan nya.
Aku melihat sesuatu yang di tutupi kain putih, aku membukanya dan ternyata itu adalah sebuah lukisan yang sebelum nya sudah pernah aku lihat ketika kakek Sukma hendak memajang nya di ruang tengah rumah ini.
"Lukisan ini?" Aku teringat tempat di alam mimpiku yang tak lain adalah dimensi siluman. Aku memicingkan mata memperhatikan lukisan itu. Sama persis dengan pemandangan yang kulihat di luar rumah lindung.
__ADS_1
Kini pandangan ku beralih pada sebuah buku agenda yang usang dan berdebu. Baru saja aku menyentuhnya, tiba-tiba
"Risha!" panggil Mama Erina seraya memegang pundak ku, sontak membuat aku tersentak kaget.
"Mama?" aku mengusap dada seraya menghela nafas lega. "Bikin Risha kaget aja sih, Ma.."
"Mama minta maaf, Mama cuma mau tanya. Apa kamu panggil Aldi kesini?" Tanya Mama Erina Penasaran.
"Enggak, Ma!" aku menggelengkan kepala dengan wajah bingung. "Emang kenapa?"
"Ada Aldi datang, katanya mau ketemu kamu" kata Mama Erina.
"Kenapa Aldi tau Risha disini?" Tanya ku heran.
"Mana Mama tau, makanya Mama pikir kamu yang panggil dia kesini" Kata Mama Erina.
"Ah udah lah, Mama bilang aja Risha gak ada" Aku memalingkan wajahku, berbalik membelakangi Mama Erina.
"Tapi dia tau kamu disini." Kata Mama Erina.
"Sayang, ayolah! kamu selesaikan dulu masalah kamu sama Aldi dengan baik-baik. Jangan terus lari dari masalah" Kata Mama Erina berusaha memberi saran terbaik.
"Masalah apa yang perlu di selesaikan sih, Ma? Udah jelas-jelas Aldi bohongin Risha selama pacaran. Dia gak jujur kalo dia udah punya istri. Risha sakit sakit hati, Ma." Ujar ku dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Mama ngerti, sayang.. Tapi Aldi gak akan menyerah kalau kamu begini terus. Lebih baik kamu bicarain sama baik-baik" Mama Erina mengelus pelan rambutku.
Aku menyeka air mataku dan berjalan meninggalkan ruangan Kakek Sukma untuk menemui Aldi dengan terpaksa. Terlihat laki-laki yang bernama Aldi itu sedang duduk di sofa ruang tamu, aku lekas menghampirinya.
"Tau dari mana kamu kalau aku ada disini?" Tanyaku ketus.
"Tadi aku lihat kamu di jalan, aku pikir kamu pasti akan kesini dan ternyata benar." Sahut Aldi
"Terus mau ngapain kamu datang kesini?" Tanyaku masih dengan nada ketus.
__ADS_1
"Risha, tolong dengerin dulu penjelasan aku. Setelah itu aku janji gak akan ganggu kamu lagi kalau itu yang kamu mau" Ujar Aldi dengan tatapan meyakinkan.
Aku menatap nya dengan penuh kebencian, aku ingin segera mengusirnya tapi aku harus mendengarkan penjelasan nya terlebih dahulu agar kedepannya, Aldi tidak akan lagi menganggu hidupku.
"Ya udah cepat, mau jelasin apa?" Tanya ku dengan memalingkan tatapanku.
"Risha, sebenarnya kamu udah salah paham. Lagi-lagi kamu percaya sama orang yang jelas-jelas pengen ngancurin hidup kamu"
"Maksud kamu apa?" Tanya ku kembali menatap wajah nya yang nampak serius. "Tolong jangan bertele-tele, aku gak ada waktu ngeladenin orang seperti kamu"
"Aku tau, Mira yang udah kasih informasi palsu ke kamu bahwa aku udah punya istri. Iya kan?" Ujar Aldi.
"Emang kenapa kalau Mira yang udah kasih tau ke aku?"
"Buka mata kamu, Risha. Sedari dulu dia pengen ngancurin hidup kamu, rencana nya itu gak pernah berhasil karena aku selalu menggagalkan nya. Kamu sendiri tau itu kan?"
"Itu gak mungkin!!" aku menggelengkan kepala dengan mata yang berkaca-kaca.
"Apa nya yang gak mungkin? Coba ingat kembali bagaimana awal pertemuan kita. Kamu pasti bakal ingat bagaimana busuk nya teman kamu itu." Ujar Aldi.
"Tapi itu kan dulu, sekarang Mira udah berubah" Sahut ku.
"Dia cuma pura-pura berubah untuk kembali ngancurin hidup kamu, Risha. Setelah kamu ninggalin aku dan menuduh aku dengan apa yang gak pernah aku lakukan. Aku menyuruh orang untuk menyelidiki kasus ini" Aldi bangkit dari sofa dan berjalan ke arah ku.
Kini Aldi berdiri tepat di hadapanku. "Coba kamu liat video ini" Aldi menunjukan sebuah rekaman video dari ponsel nya.
Dalam rekaman video itu, terlihat Mira tengah memberikan amplop coklat kepada seorang wanita. Kemudian wanita itu membuka isi amplop itu dan di keluarkan nya lembaran uang yang begitu banyak.
"Thank's ya, kerja lo bagus gue puas.." Ucap Mira dengan senyuman jahat terlihat jelas di dalam rekaman video itu.
Aku terkejut dan menutup mulutku dengan tanganku. Aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat di rekaman video itu. Tubuh ku sampai terhuyung ke lantai. Aku memegangi kepalaku yang terasa sangat berat.
"Wanita ini_" Aku tak sanggup lagi berkata-kata. Kini air mataku sudah tak terbendung lagi.
__ADS_1
"Dia wanita yang mengaku istri aku kan?" Tanya Aldi. Aku hanya menjawab nya dengan anggukan kepala.
Aku sangat tercengang. Bagaimana bisa aku semudah itu percaya pada wanita iblis yang menjelma sebagai temanku. Mira membayar seseorang untuk mengaku sebagai istrinya Aldi dan dia sudah berhasil merusak hubungan ku dengan Aldi. Wanita itu sudah membuat aku membenci laki-laki yang selama ini selalu melindungiku.