Meraga Sukma

Meraga Sukma
65. Rencana Pernikahan


__ADS_3

Sebagian cerita ini memang di ambil dari kisah nyata, tapi hampir keseluruhannya itu hanyalah fiktif belaka. Dan author mengucapkan banyak terimakasih buat reader yang selalu bijak dalam membaca serta reader yang sampai saat ini masih setia mendukung author dengan memberikan Like, Coment dan vote yang menjadi penyemangat buat author untuk terus update cerita ini sampai tamat.


...*°°°°°°°°°°*...


"Dimana kamu sembunyiin Aldi, Aswasada?" Reka mencoba mendesak Aswasada. Meskipun Reka sangat mencintai Risha, tapi dia tidak egois. Baginya, melihat Risha bahagia saja sudah cukup. Meski hati Reka sebenarnya teriris saat mengetahui kehamilan Risha, tapi Reka tetap ingin menjaga Risha bahkan setelah Aldi kembali-pun Reka akan tetap bersama Risha.


"Apa imbalan nya kalau aku memberitahu kamu?" Aswasada bertanya dengan tubuh yang terduduk di tanah, di dalam jeruji besi, di ruangan bawah tanah istana.


"Kenapa harus ada imbalan? Kamu sudah menculik Aldi, kamu tidak bisa menyembunyikan Aldi selamanya, Aswasada!" Reka yang berada di luar jeruji mencoba menyadarkan Aswasada dengan cara yang lembut, karena ia tahu kalau teman kecilnya itu sangat menyukai pujian dan kehangatan. Itu sebabnya saat Risha memeluk Aswasada, ia tampak sangat menikmati kehangatan pelukan itu.


"Tidak, Reka! Dia harus merasakan bagaimana rasanya kehilangan orang yang dia cintai." Mata Aswasada berapi-api, ia sedang mempertahankan agar dendamnya tidak padam. Aswasada adalah siluman yang baik sebenarnya, dia bahkan laki-laki yang ramah dan suka berpetualang di dimensi manusia hingga ia harus terjebak disana selama bertahun-tahun. Tapi racun yang ditaburkan oleh Alpha benar-benar mematikan hingga membuat Aswasada kehilangan kepribadian sejatinya.


...*°°°°°°°°°°*...


"Mama tahu sendiri kan, kalau Reka itu siluman?" Aku mondar-mandir gelisah di kamarku. Entah apa yang telah merasuki Mama Erina hingga tiba-tiba ia menyuruhku untuk menikah dengan Reka. "Masa iya, Mama mau nikahin Risha sama Reka?"


Meskipun aku sempat merasakan cinta dari Reka, tapi ternyata itu tidak sebesar cinta aku sama Aldi. Aku bahkan sudah berjanji pada diriku sendiri untuk tidak lagi berhubungan dengan Reka dan Madavia jika aku sudah menikah dengan Aldi. Tapi kenapa jadi begini?


"Risha, Mama kan udah bilang ini cuma sementara aja. Setidaknya sampai Aldi sehat, nanti kamu tinggal cerai aja terus nikah lagi deh sama Aldi." Mama Erina berdiri dari duduknya lalu menghampiriku yang tengah berdiri menghadap jendela kamarku.

__ADS_1


"Ma, pernikahan itu sakral bukan permainan. Kok, Mama bisa begitu menggampangkan persoalan ini sih, Ma?" Aku benar-benar tidak habis pikir dengan perkataan Mama Erina, bagaimana dia bisa dengan mudahnya mengatakan itu.


"Terus mau kamu gimana, Risha? Kamu mau nunggu? Nunggu berapa lama? Setaun? dua taun? Atau mungkin tiga taun?" Mama Erina meninggikan suaranya, kali ini ia benar-benar tampak frustasi. "Risha, Mama lakuin ini buat kebaikan kamu juga, sayang. Emangnya kamu ada solusi lain selain ini? Ayo lah nak, jangan egois. Kita bakalan malu kalau tetangga sampai tahu kamu hamil di luar nikah, Mama mohon nak, jangan bikin keluarga kita malu!"


Aku menghela nafas, merasa putus asa dengan keadaan ini. Aku benar-benar tidak tega melihat Mama Erina menangis gara-gara perbuatanku yang keluargaku harus ikut menanggung malunya. Aku tidak bisa egois, Mama Erina memang benar aku tidak boleh mempermalukan Mama Erina dan Papa Johan. Aku harus mengesampingkan egoku dan mencoba menerima keputusan Mama dengan lapang dada.


"Permisi," seru seseorang dari luar rumah yang suaranya familiar bagiku.


"Nah, itu Reka! panjang umur banget anak itu." Ujar Mama Erina, aku berdiri setelah Mama Erina bergegas keluar dari kamarku.


Aku bergegas mengikuti Mama Erina untuk menemui Reka. Sementara itu Bu Wati sudah membukakan pintu dan mempersilahkan Reka masuk ke dalam rumah dan menunggu di ruang tamu.


"Maaf, saya tidak terlalu mengerti dengan apa yang ibu bicarakan!" Reka mengeryitkan dahinya, kemudian Reka menolehku yang duduk di sebelah Mama Erina.


"Iya nih, Mama apaan sih jelasin nya gak jelas banget. Risha gak ngerti Mama itu sebenarnya lagi basa basi atau gimana sih?" Aku mendelik tajam pada Mama Erina.


"Gitu ya?" Mama Erina malah menunjukan wajah polosnya. "Ya udah kalau gitu kamu aja yang jelasin sama Reka, Mama buru-buru nih mau arisan!"


Kemudian Mama Erina pergi meninggalkan aku dan Reka berdua di ruang tamu. Dia memang selalu begitu, dia yang memiliki tujuan tapi aku yang harus menjelaskan.

__ADS_1


"Apa maksud ibu kamu, Risha? Kapan aku menjemputmu dan apa yang sudah kamu ceritakan padanya?" Reka menyerbu aku dengan pertanyaan.


"Jadi waktu itu aku pernah ceritain soal Anjani sama Mama, aku juga ceritain semua yang aku alami selama di Madavia termasuk tentang kamu dan Gama." Aku tertunduk ragu untuk menjelaskan pada Reka.


"Lalu?" Reka menatapku dengan penasaran.


"Terus waktu itu Aswasada datang menyamar jadi kamu dan jemput aku pergi ke Madavia. Waktu itu Mama gak tahu kalau yang jemput aku itu adalah Reka yang aku ceritain, katanya dia bakalan ngelarang aku pergi kalau dia tahu itu kamu karena Mama gak mau kalau aku berhubungan lagi dengan siluman." Aku mencoba menjelaskan dengan jujur.


"Lalu apa maksud kalimat terakhirnya? tapi itu dulu, katanya!" Tanya Reka. Sebenarnya aku ingin menghindari pertanyaan itu, bahkan aku berharap dia melupakan kalimat Mama Erina yang itu agar aku tidak perlu menjawabnya.


"Iya itu dulu, sekarang dia udah ngizinin aku tetap berhubungan sama kamu. Malah sekarang dia pengen kita_" Aku tertegun sebentar, lalu memejamkan mata seraya menghela nafas.


"Ibumu ingin kita apa, Risha?" Reka masih mendesakku dengan pertanyaannya.


"Menikah!" Ucapku lirih, pelan-pelan aku mengangkat wajahku untuk menatap Reka dan melihat bagaimana ekspresi nya.


"Menikah?" Reka mengernyitkan dahi, namun kemudian ia tersenyum. Itu adalah senyum kebahagiaan yang tidak pernah aku lihat sebelumnya dari wajah Reka yang selalu dingin. "Kenapa ibumu ingin kita menikah?"


Aku kira pertanyaannya sudah berakhir, namun ternyata rasa penasarannya seakan masih meronta.

__ADS_1


"Mama pengen kamu menggantikan Aldi sampai Aldi sehat. Mama khawatir akan menanggung malu kalau terlalu lama menunggu, tapi ini gak akan adil buat kamu karena kita harus bercerai setelah Aldi di temukan. Btw kamu udah berhasil dapetin informasi dari Aswasada?" Kali ini aku yang bertanya, aku harap Aldi dapat segera di temukan agar Reka tidak perlu terlibat dalam masalahku.


__ADS_2