Meraga Sukma

Meraga Sukma
Part 20


__ADS_3

*Aldi Pov*


Sudah hampir empat jam aku duduk di sebelah Risha menunggunya terbangun dari tidurnya. Aku bahkan sudah membaca beberapa halaman buku agenda kakek sukma untuk menghilangan kejenuhan ku selama di rumah kost Risha.


_Peti ini adalah sebuah portal yang bisa membawaku ke Altar, begitupun sebaliknya.


_Setahun berlalu dan hutang Erina sudah terlunasi. Masalah ekonomi sudah teratasi namun keadaan Erina masih tidak membaik. Akhirnya aku memberanikan diri untuk meminta seorang anak pada Dewari untuk Erina dan pada saat itu lah aku melakukan pesugihan dengan nya.


_Setahun kemudian Erina melahirkan anak kembar dan keduanya adalah perempuan. Dewari meminta tumbal dan aku menumbalkan salah satu anak kembar Erina.


_Dewari memberikan nya nama Anjani. Kini anak itu tumbuh besar di Madavia dan menjadi anak kesayangan Dewari.


Perasaan cemas dan sedih bercampur aduk ketika mataku melihat tubuh Risha yang tidak bergerak apalagi setelah aku mengetahui dari tulisan kakek Sukma bahwa Risha memiliki saudara kembar yang tidak hidup di dunia manusia membuatku semakin gelisah dan aku harus memastikan Risha akan terbangun hari ini atau ia akan bernasib sama seperti Anjani.


Mataku melihat tubuh Risha mulai bergerak yang menandakan sukma nya sudah kembali ke dalam raganya. Matanya perlahan terbuka dan aku yakin, aku lah orang yang pertama ia lihat pada hari ini.


"Aldi.." Ucap Risha yang tersontak ketika mendapatiku sudah berada di sebelahnya. "Kamu kok bisa ada disini sih?"


"Aku udah di sini dari empat jam lalu" Aku berusaha membantu Risha yang ingin mengangkat tubunya. Kini Risha duduk bersandar di ranjang nya dengan tubuh yang terlihat sangat lemas dan wajahnya tampak pucat. Aku tidak tau, apakah dia selalu seperti ini setiap terbangun dari tidurnya. Hatiku benar-benar merasa tidak tega melihat keadaan nya dan aku berjanji akan membantu Risha menyelesaikan segala masalah nya walau apapun yang terjadi aku tidak akan meninggalkan nya.


"Empat jam lalu?" Risha mengerenyitkan dahi kemudian menoleh ke arah jam yang terletak di meja tepat di sebelah ranjang nya. "Ya ampun, jam sepuluh. Lagi-lagi aku gak masuk kerja."


"Kamu tenang aja ya, tadi aku udah datang ke toko dan bilang kalau kamu masih sakit." Ucapku yang tersenyum seraya membelai rambutnya.


***

__ADS_1


"Jadi kamu udah tau soal Anjani?" Tanya Risha seraya mengoleskan selai coklat kesukaan nya di atas roti tawar.


Aku menyeruput kopi yang sudah Risha buatkan untuk ku kemudian meletakan nya kembali di atas meja. "Aku benar-benar gak nyangka kalau sebenarnya kamu punya saudara kembar yang hidup di madavia."


"Aku gak tau kenapa semua orang di madavia ngebohongin aku" Ucap Risha yang kemudian melahap roti nya. "mereka semua mengarang cerita yang bikin aku bingung."


"Kita harus cari tahu sendiri." Ucapku yang memandang nya dengan tatapan serius.


...***...


"Tolong mama jawab dengan jujur, Risha punya saudara kembar kan?" Tanya Rishayang kini duduk di sofa di rumah orang tua nya.


"Risha.." Mama Erina melebarkan mata seraya menyentuh dadanya seakan ia sangat terkejut mendengar pertanyaan Risha. "Kamu ngomong apa sih mama gak ngerti. Saudara kembar apa?"


"Mah, tolong jujur aja sama Risha." Ucap Risha dengan tatapan memelas. "Gak perlu main rahasia-rahasian lagi. Risha udah gede, apapun alasan mama Risha pasti bakal ngerti kok."


...*Flashback On*...


"Lihat mah, anak kembar kita dua-duanya perempuan" Kata suamiku, Johan. Dengan raut wajah bahagia ia menggendong anak kembar kami yang baru saja aku lahirkan.


Di rumah sakit ini, aku masih terbaring tidak berdaya bahkan aku baru bisa melihat wajah putriku sejak aku melahirkan nya dua jam lalu.


"Ya ampun, lucu-lucu gini anak nya mama." Ucapku seraya menyentuh pipi kedua putriku yang sudah di pakaikan kain bedong. "Cantik-cantik.!!"


***

__ADS_1


"Kamu harus memilih salah satu di antara mereka Erina" Kata Ayahku, Sukma Wijaya. Kami baru saja sampai di rumah dan aku sudah di kejutkan dengan perkataan ayahku yang terdengar seperti petir bagiku.


"Erina gak mau, yah. Erina yang udah melahirkan kedua anak kembar Erina." Ucapku seraya memeluk kedua putriku dengan sangat erat. "Ini anak Erina, kenapa Erina harus menyerahkan anak Erina sendiri sama ayah?"


"Tapi kita udah melakukan perjanjian dengan Dewari dan kita udah menyetujui syarat nya. Kalau kita sampai ingkar janji, Dewari akan marah dan bisa-bisa ia malah akan mengambil keduanya"


Dengan sangat berat hati, aku menyerahkan salah satu anakku yang baru satu hari aku lahirkan.


Ayahku memasukan sebuah mustika ular yang diberikan Dewari kepadanya di badan salah satu putri kembar kami yang hendak ia serahkan pada Dewari hingga mustika itu menyatu di tubuh bayi itu lalu ayahku membawanya ke Madavia melalui sebuah peti yang menjadi portal untuk memasuki alam siluman.


Aku selalu merasa bahagia setiap kali ayahku menceritakan bahwa putri kami yang kini tinggal di Madavia kini menjadi seorang putri mahkota, ia menjadi anak kesayangan Dewari dan Dewsri bahkan memberikan nama yang sangat indah, yaitu Anjani.


...*Flashback off*...


"Ini adalah rahasia keluarga yang tidak seorang pun mengetahuinya." Ujar Erina seraya mengusap air matanya dengan tissue. "Terus gimana bisa kalian tahu, siapa yang udah memberi tahu kalian?"


"Mah, Risha mulai ngalamin kejadian di luar nalar sejak kakek Sukma meninggal." Ucap Risha Jujur.


Erina mengerutkan dahi. "Maksudnya, kejadian di luar nalar gimana?"


Risha menghela nafas. "Sejak kakek Sukma meninggal, sukma Risha selalu masuk ke alam siluman. Risa pengen bebas dari dimensi siluman itu, mah. Risa mau hidup Risha kembali normal."


"Apa?" Erina tercengang, tangan nya menutupi kedua mulutnya dengan mata yang terbuka lebar. "Jadi ramalan itu benar!!"


Risha memiringkan wajahnya. Rupanya perkataan Erina membuat Risha mengingat kembali perkataan siluman buaya di Madavia yang berkata tentang ramalan juga. "Ramalan apa, mah.? Cepat kasih tau Risha.!"

__ADS_1


"Waktu itu kakek mu pernah bilang sama mama, kalau ada sebuah ramalan yang sangat ramai di perbincangkan di Madavia. Dalam ramalan itu, siluman naga putih yang jahat bernama Agrapana akan di kalahkan oleh seorang gadis dari dunia manusia yang berjelajah di Madavia." Ungkap Erina.


"Jadi begitu" Ucap Risha yang kemudian menggigit bibirnya. "Apa wanita yang di maksud di ramalan itu adalah Risha, mah?"


__ADS_2