Meraga Sukma

Meraga Sukma
Part 33


__ADS_3

Terdengar nada dering ponselku berbunyi, lekas aku meraih ponsel itu di dalam tas yang ku simpan di bawah meja komputer. Nama Pacar tertera memanggil, aku segera mengangkatnya.


"Hallo, sayang?" Suara Aldi terngiang di dalam telepon itu.


Aku menoleh Rosa yang ternyata sedang memperhatikanku. Membuat aku berpikir untuk memanas-manasi dia. Aku ingin lihat bagaimana ekspresinya, jika dia memang tidak ada perasaan pada Aldi, pasti aku tidak akan menemukan ekspresi kesal di wajahnya.


"Iya sayang, ada apa?" Sahutku bergairah.


"Aku udah nungguin kamu di depan!" Ucap Aldi.


"Oh, ya?" Sahutku seraya menoleh jam dinding. Waktu sudah menunjukan pukul 14:50 Wib. Pandanganku beralih pada Rosa yang ternyata masih memperhatikan ku. Aku heran, apa dia sepenasaran itu hingga aku tidak melihat matanya berkedip memandangku dengan begitu intens.


"Ya udah, kamu tunggu aja dulu. Sebentar lagi kerjaanku beres, kok!" Ucapku yang kemudian mematikan telepon.


"Kamu mau pulang bareng sama Aldi, Rish?" Tanya Rosa.


"Iya!" Sahutku seraya merapikan meja komputer.


"Aku boleh nebeng gak?" Tanya Rosa, sontak aku menoleh ke arahnya.


Setelah berpikir cukup lama, akhirnya aku memberikan senyum kepadanya. "Boleh, kok! Kita kan, satu kosan!" Sahutku.


Setelah selesai merapikan meja komputer, aku bergegas pergi menuju parkirkan bersama Rosa dan mendapati Aldi tengah bersandar di mobilnya. Aku dan Rosa berjalan gontai menghampiri Aldi.


Aldi tersenyum ke arahku, kemudian menoleh ke arah Rosa yang tengah tersenyum pada Aldi. Aldi membalas senyum Rosa dengan terpaksa kemudian, ia membukakan pintu untuk ku dan lekas ia memutar badan lalu masuk ke dalam mobil. Sedangkan Rosa, tentu saja membuka pintu mobil dengan tangan nya sendiri, kemudian duduk di jok belakang.


"Aku mau minta penjelasan!" Seruku seraya memasang safety belt.


"Penjelasan apa?" Tanya Aldi yang mulai menjalankan mesin nya.


"Kenapa kemaren kamu bilang sama mama dan papa aku kalau kita mau menikah?" Tanyaku menyelidik.


"Loh, emang kenapa? Aku gak boleh nikahin kamu?" Jawab Aldi balik bertanya.


"Ya engga gitu, aku cuma syok aja kemaren!" Sahutku.


"Syok? Kenapa? Jangan-jangan kamu gak serius ya hubungan sama aku?" Tanya Aldi mulai menduga-duga.

__ADS_1


"Ih, apaan, sih? Bukan gitu, Al. Aku syok, karena sebelumnya kita belum pernah membahas soal pernikahan dan tiba-tiba pas di rumah kamu bilang kaya gitu!" Jelasku yang malah membuat Aldi tersenyum.


"Sayang, dengerin aku ya. Soal omongan aku di rumah kamu kemarin, ya anggap aja itu surprice dari aku buat kamu." Ungkap Aldi yang membuatku tercengang.


Aku menolehnya dengan dahi yang mengernyit. "Surprice kamu bilang?"


Aldi mengangguk. "Aku serius! Aku mau melamar kamu." Jelas Aldi yang tiba-tiba membuat Rosa batuk seperti tersedak.


"Wah, akhirnya kita sampai juga, ya!" Ucap Rosa melerai.


Setelah memarkirkan mobil, Rosa masuk ke dalam rumahnya. Sedangkan, aku dan Aldi masuk ke rumahku. Aku pergi ke dapur, memasak air untuk mandi. Aldi duduk bersandar di sofa, aku datang dari arah dapur menuju sofa dengan membawakan satu gelas teh hangat untuk Aldi dan satu gelas susu coklat untuk ku.


Sebelum duduk, aku berbalik ke arah kamar untuk mengambil patung burung elang. Aku kembali dan lekas duduk di sofa sebelah Aldi.


"Al, ternyata omongan Reka benar. Patung ini bisa bawa aku melihat masa lalu." Terangku.


"Oh, ya? Gimana caranya?" Tanya Aldi penasaran.


"Semalam aku gak sengaja menatap lekat mata patung burung elang ini. Aku hanya lagi memperhatikan nya aja. Tiba-tiba aku kaya ditarik masuk ke dalam masa dua puluh tahun yang lalu di Madavia." Jelasku.


Aldi tampak menyimak dengan penuh penasaran. "Terus, gimana? Kamu nemuin petunjuk atau apa gitu yang bisa bebasin kamu dari alam itu?"


"Belum?" Ucap Aldi seraya mengernyitkan dahi.


"Ya, belum! Soalnya aku gak lihat itu sampai tuntas. Aku keburu capek dan ngantuk banget!" Sahutku menjelaskan.


"Ya, udah! Kamu coba aja lagi sekarang!" Suruh Aldi.


"Enggak, ah! aku mau mandi dulu." Jawabku seraya bangkit dari sofa hendak menuju ke dapur.


"Aku ikut ya? Kebetulan aku juga belum mandi!" Ucap Aldi seraya berdiri menghalangi jalanku.


"Boleh, tapi nanti kalau kita udah nikah!" Sahutku seraya menggesernya dan pergi melewatinya.


Aku segera bergegas pergi ke dapur mematikan kompor gas kemudian membawa teko berisi air panas ke kamar mandi. Usai mandi, aku kembali dengan memakai handuk berjalan ke arah lemari pakaian.


"Waw, kamu seksi banget, sayang!" Ucap Aldi seraya berjalan menghampiriku yang tengah mencari pakaian di lemariku.

__ADS_1


Aku tidak menghiraukan nya. Namun, tiba-tiba ia memeluk ku dari belakang dan mulai menciumi leherku membuatku merasa geli.


"Al, aku dingin. Aku mau pake baju dulu" Ucapku mencoba menghindar.


"Aku pikir ini adalah kesempatan yang tidak boleh aku sia-siakan!" Ujar Aldi memandangku dengan tatapan nakal.


"Kamu ngomong apa, sih?" Tanyaku seraya menepis tangan nya yang hendak menyentuh dadaku.


"Kenapa? Kamu kan, calon istri aku!" Ucap Aldi seakan mengingatkanku kembali pada obrolan kami di mobil yang belum tuntas.


"Jadi, soal omongan kamu tadi di mobil itu benar?" Tanyaku masih penasaran.


"Emang sejak kapan aku pandai berbohong?" Balas Aldi dengan bertanya.


"Aku gak tahu!" Jawabku seraya meraih dress tidurku.


"Kok, gak tahu? Jangan bilang kalau kamu belum siap?" Ucap Aldi seraya merebut dress tidur yang hendak aku pakai.


"Belum siap apaan, sih? Aku cuma bingung aja, soalnya kamu gak ada konfirmasi dulu sama aku." Ucapku.


"Kan aku udah bilang, ini surprice!" Sahut Aldi.


"Aku gak suka surprice yang bikin aku bingung!" Ujarku merengut.


"Ayolah, sabtu nanti kita akan malam malam bersama!" Ucap Aldi yang membuat aku melebarkan mataku.


"Jadi kamu serius, sabtu nanti mau ngajak orang tua kamu makan malam di rumah aku?" Tanyaku.


"Aku serius, dong! Kamu ingat gak? Dulu waktu aku ngajakin kamu makan di rumah bareng orang tua aku?


Aku mencoba mengingatnya kemudian, aku mengangguk.


"Aku udah pernah cerita kan, sama kamu? Kalau orang tua aku suka sama kamu dan merestui hubungan kita. Bahkan pada saat kamu ninggalin aku, mereka tidak berharap aku bisa menemukan pengganti kamu. Setelah mereka tahu kalau kita udah balikan, mereka malah pengen aku cepat-cepat melamar kamu. Katanya, gak baik kelamaan pacaran!" Jelas Aldi seraya mengelus lenganku dan menciumi pundak ku.


"Tapi kamu kan belum kerja, emang bisa memenuhi semua kebutuhan aku?" Tanyaku seraya berbalik menghadapnya.


"Sayang, kamu jangan remehin aku begitu dong. Kamu lupa? Papa aku juga ceo, sama seperti papa kamu. Kalau aku udah nikah sama kamu, aku yang akan gantiin posisi papa aku." Ujar Aldi seraya membopongku dan membawaku ke kamar kemudian, membaringkan tubuhku di atas ranjang.

__ADS_1


"Dasar, penikmat harta orang tua!"


__ADS_2