Meraga Sukma

Meraga Sukma
Part 21


__ADS_3

"Ayah bilang, Semua penduduk di Madavia menyangka bahwa Anjani lah yang akan mengalahkan Agrapana dan Agrapana yang mencemaskan tentang kebenaran ramalan itu akhirnya membunuh Anjani." Ucap Erina yang mulai terisak. "Siluman naga itu membunuh saudaramu, Risha!!"


"Apa...?" Risha tercengang, air matanya mulai menetes. Tentu saja ia dapat merasakan penderitaan yang selama ini di rasakan oleh saudara kembarnya.


"Ternyata wanita yang tertulis di ramalan itu bukan Anjani tapi kamu." Ucap Erina kembali menjelaskan. "Sejak Anjani Meninggal, mustika ular itu hilang dari tubuh Anjani. Semua siluman di Madavia mulai merasa panik karena pintu Altar menjadi tidak bekerja sehingga para siluman tidak bisa masuk ke dimensi manusia untuk menyerap sari makanan.


Sejak itu juga penduduk Madavia menyalahkan Anjani, mereka yang kelaparan mulai marah dan memburu Anjani yang masih tinggal di Madavia sebagai roh. Karena itu, kakek Sukma harus menyembunyikan roh Anjani di tempat yang bernama Hilton.


Mereka tidak tahu, kalau sebenar nya mustika ular yang mereka cari ada di dalam dirimu, Risha. Hanya mamah, papah dan kakek mu aja yang mengetahuinya. Kakek mu gak berani ngasih tau siapapun di Madavia termasuk pada Dewari, karena kami khawatir kamu akan menjadi incaran Agrapana dan akan bernasib sama dengan Anjani.


Kami berusaha untuk menahan mustika ular itu yang selalu mencoba menarik kamu ke Madavia karena Orang yang memiliki mustika ular itu hanya bisa hidup di Madavia, itu sebab nya sejak kakek menyatukan Anjani dengan mustika ular itu Anjani tidak bisa hidup di dunia manusia.


Kami mengunci peti yang terhubung dengan Altar supaya mustika itu gak bisa menarik kamu ke Madavia. Mama kira semuanya masih berjalan dengan lancar, tapi ternyata mustika itu malah berhasil menarik sukma kamu ke Madavia di saat raga kamu tidur."


"Risha gak nyangka ternyata Mama tau sebanyak ini. Kenapa Mama sembunyiin semua ini dari Risha, Ma.?" Ucap Risha yang mulai menangis tanpa isakan.


"Maafin Mama, Risha. Mama cuman gak mau kamu benci sama Mama gara-gara Mama mendukung Kakek melakukan pesugihan." Sahut Erina yang menangis histeris. "Melihat kamu benci sama Kakek mu gara-gara kamu tahu Kakek mu melakukan pesugihan, disitu Mama merasa gelisah. Gimana kalau kamu tahu sebenarnya Mama terlibat dalam pesugihan ini, kamu juga pasti bakal benci sama Mama."


"Udah, Mama jangan nangis lagi." Ucap Risha seraya memeluk Erina. "Risha beneran gak marah sama Mama. Risha gak bakal benci sama Mama. Risha cuma kecewa karena Mama gak jujur sama Risha dari awal. Tapi sesuai janji Risha sebelum nya, apapun alasan Mama Risha pasti ngerti."

__ADS_1


"Mama benar-benar minta maaf, tolong jangan tinggalin Mama seperti Anjani. Mama gak bisa kehilangan kamu, sayang." Ucap Erina yang semakin mengeratkan pelukan nya.


"Kenapa Mama bilang kaya gitu?" Ucap Risa seraya melepaskan pelukan nya kemudian menghapus air mata di pipi Erina. "Mana mungkin Risha ninggalin Mama."


"Sekarang Mama gak bisa tenang, Mama sangat khawatir sama kamu. Sukma kamu selalu di tarik ke alam itu. Gimana kalau kamu sampai tertangkap oleh Agrapana."


Risha menghapus air matanya dan mencoba menghentikan tangisan nya. "Agrapana gak akan bisa nyakitin Risha Ma, Risha pasti akan mewujudkan ramalan itu. Risha akan membunuh Agrapana."


"Dulu Agrapana bisa bunuh Anjani karena Anjani tinggal disana sebagai manusia." Ujar Erina yang masih terisak. "Sedangkan kamu pergi ke sana dengan sukma yang keluar dari raga kamu. Agrapana tidak akan bisa bunuh kamu karena sukma gak bisa mati tapi dia bisa saja menangkap dan menyegel kamu seperti ia udah menyegel roh Kakek mu"


"Apa, jadi roh Kakek Sukma disegel Agrapana?"


...***...


"Aku udah disini dari pulang kerja!!" Jawab Rosa kemudian tersenyum. "Kamu jadi bantuin aku kan?"


"Jadi dong, Ros." Sahutku seraya membuka kunci pintu rumah kost ku. "Maaf banget ya, harus bikin kamu nungguin aku dulu"


"Gak apa-apa Rish, santai aja. Lagian cuma nunggu sejam aja kok!!" Sahut Rosa.

__ADS_1


"Masuk dulu, Ros." Ucapku mengajak Rosa masuk ke dalam rumah Yang pintu nya sudah terbuka lebar. "Aldi masih di depan, nungguin pak Adim yang lagi bawa mobil pick up!"


"Pak Adim?" Tanya Rosa seraya duduk di sofa. "Siapa pa Adim?"


"Pak Adim itu supir keluarga nya Aldi, Ros." Jawabku seraya meletakan air minum untuk Rosa di atas meja. "Jadi nanti pak Adim yang bakal bantuin kamu angkut barang!"


"Oh, gitu ya!" Rosa tampak mengangguk dengan senyum tidak ikhlas.


"Pak Adim udah datang, dia nunggu di depan." Ucap Aldi yang baru saja masuk ke dalam rumah kost ku.


"Kamu anterin Rosa ke depan ya, Al." Ucapku seraya berjalan ke arah kamar mandi. "Aku mau mandi dulu sebentar!"


Aldi pun pergi mengantar Rosa ke depan pintu gerbang rumah kost.


"Rosa, ini pak Adim. Dia yang akan nganterin kamu dan bantuin ngangkut barang-barang di kosan kamu." Ucap Aldi ketika sampai di depan mobil pick up yang terparkir di depan gerbang rumah kost.


Rosa mengangguk dengan menguraikan senyum pada Aldi. "Makasih ya, Al."


Aldi mengangguk dan tersenyum ramah pada Rosa. "Sama-sama"

__ADS_1


Beberapa jam kemudian Rosa dan pak Adim kembali dengan membawa barang-barang Rosa. Aku dan Aldi juga membantu merapikan barang-barang Rosa di rumah kost yang akan di tempati oleh Rosa.


"Akhirnya beres juga!!" Ucapku seraya memperhatikan kembali ruangan Rosa yang kini sudah rapi.


__ADS_2