
Ya ampun, Al. Kamu juga tau kan jarak dari kosan ke toko itu dekat banget." Ucapku seraya menyantap roti yang di bawakan oleh Aldi.
"Ya udah kalau gak mau di anter gak apa-apa. Tujuan utama aku cuma mastiin aja keadaan kamu, kok." Ucap Aldi yang menemaniku sarapan pagi.
"Makasih, ya! Kamu udah peduli sama aku." Aku menatap Aldi dengan senyum yang terurai dari wajahku. Aku terharu karena Aldi mencintaiku hingga ia begitu mencemaskan keadaanku. "Aku mau berangkat kerja dulu."
"aaaaaarrgh" Suara teriakan Rosa terdengar begitu jelas.
BRRUUUUKKK
Aku dan Aldi bertukar pandang dengan heran mendengar suara teriakan Rosa yang di susul suara keras seperti ada sesuatu yang berat tengah terjatuh.
"Toloong!!"
Aku dan Aldi segera bergegas masuk ke dalam rumah nya yang tidak di kunci dan mendapati Rosa tengah tergeletak di lantai dengan kaki terhimpit rak kayu.
"Rosa, kamu kenapa?" Tanyaku seraya berlari kecil menghampiri Rosa.
"Aw, sakit banget kaki aku, Rish." Rosa memekik sambil memegangi kakinya.
"Kenapa bisa begini, sih?" Tanyaku yang kini berusaha mengangkat rak kayu yang menghimpit kakinya.
"Aku gak tau kenapa rak ini bisa jatuh, Rish. Sakit banget! Kayanya aku gak bisa masuk kerja, deh hari ini." Ucap Rosa menahan tangis.
"Ya udah, gak apa-apa, kamu jangan masuk kerja dulu. Nanti biar aku yang bilang sama ci Yuzzy!" Ucapku seraya merangkul Rosa, mencoba membantunya berdiri.
"Risha, aku gak bisa berdiri. Kaki aku sakit banget!" Ucap Rosa seraya melepaskan tangan nya yang sedang perpegangan pada lenganku.
"Aku takut gak akan kuat gendong Rosa, kamu tolong bantu gendong dia ya, Al. Bawa Rosa ke kamar nya biar Rosa bisa istirahat di tempat tidurnya." Ucapku yang kemudian, di angguki Aldi, ia lekas membopong tubuh Rosa dan membawanya ke kamar, membaringkan Rosa di ranjang nya.
"Makasih, ya! Maaf aku jadi ngerepotin kalian." Ucap Rosa tampak sendu.
"Gak apa-apa, santai aja. Kita kan teman! Jadi harus saling membantu." Ucapku mencoba menenangkan nya.
"Aku suka bingung kalau sakit begini, Rish. Aku cuma sendirian aja, kalau aku mau pergi ke toilet atau mau ambil minum dan makan, aku harus gimana? Seandainya ibu aku ada disini nemenin aku." Keluh Rosa tampak kalut.
__ADS_1
"Duh, aku jadi khawatir sama kamu, di saat lagi sakit begini gak ada yang ngurusin. Apa aku jangan kerja aja, ya? Biar bisa ngurusin kamu disini." Ucapku yang mencemaskan Rosa.
"Jangan, dong, Rish. Nanti siapa yang jaga toko? Ci yuzzy pasti bakal kewalahan banget kalau harus kerja sendiri. Apalagi kamu udah dua hari gak masuk kerja, nanti gaji kamu di potong banyak." Sahut Rosa cepat.
"Iya, sih! tapi kamu gimana?" Ucapku bingung.
"Gimana kalau Aldi aja yang jagain aku? itu juga kalau kamu setuju dan Aldi nya juga gak keberatan." Ucap Rosa terdengar seperti sebuah saran yang menurut ku bukan ide buruk.
"Waduh! maaf, Ros. Bukan nya aku gak mau tapi siang ini aku ada acara." Ucap Aldi berdalih.
"Acara apa sih, Al.? Perasaan tadi bilang kamu mau nungguin aku di kosan sambil menyelesaikan baca buku agenda kakek Sukma. Sekarang bilang kalau siang ini ada acara. Gimana sih?" Ucap ku menyela.
"Nah itu dia, maksud aku itu. Aku ada acara itu, baca buku!" Sahut Aldi ambigu.
"Kamu kan bisa baca buku nya di rumah Rosa, Al. Aku gak mau tau, pokoknya kamu harus temenin Rosa, aku mau berangkat kerja dulu."
"Tapi, Rish_"
***
Lagi-lagi Rosa memekik, entah untuk yang ke berapa kalinya ia mengeluhkan rasa sakit di kakinya. "Kaya nya kaki aku harus di kompres deh, Al."
Aldi menoleh ke arah Rosa kemudian menghela nafas. "Ya, udah! Aku ambil air panas nya dulu."
Aldi mengambil air panas dan sapu tangan yang tersimpan di dapurnya kemudian, mulai mengompres kaki nya dengan pelan. Aldi kembali duduk di sofa dan melanjutkan kembali membaca buku.
Akhirnya ada juga kesempatan untuk Rosa berduaan dengan Aldi. Meskipun laki-laki ini benar-benar sangat dingin, membuat Rosa semakin penasaran. Rosa kembali mengganggu Aldi dengan berpura-pura ingin ke toilet. Aldi agak canggung, namun karena kasihan, Aldi membopong tubuh Rosa dan membawanya ke toilet kemudian meninggalkan nya setelah membuatnya duduk di closet.
Tidak lama kemudian, Rosa memanggil Aldi dan kembali membuatnya harus membopong tubuh ku dan membaringkan nya kembali di ranjang tempat tidurnya. Sungguh, aku sangat menikmati semua ini.
"Aldi?" Rosa ingin mencoba membuat Aldi memandangnya dan berbicara padanya.
Aldi menoleh ke arah Rosa dengan tatapan datar. "Kenapa?"
"Enggak, kok! Aku cuma bete aja! Aku pengen kita bisa mengobrol sebentar." Ucap Rosa yang tidak ingin melewatkan kesempatan yang ada.
__ADS_1
"Ngobrol apa?" Tanya Aldi tampak tidak bergairah.
"Kamu udah lama pacaran sama Risha?" Tanya Rosa penasaran.
"Lumayan!" Jawab Aldi sangat singkat, padat dan jelas.
"Lumayan itu maksud nya gimana, sih?" Tanya Rosa merasa tidak puas dengan jawaban yang menurutnya kurang jelas.
"Lumayan lama!" Jawab Aldi masih cukup singkat.
"Kalian terlihat cocok banget, deh! Semoga aja hubungan kalian selalu langgeng, ya." Ucap Rosa lain di bibir lain di hati.
Beberapa jam berlalu, Aldi sudah tidak sabar menunggu Risha pulang.
"Aaaaaaarrrrggh" Rosa sengaja berteriak dengan menampilkan wajah ketakutan untuk membuat Aldi mendekat kepadanya.
"Kamu kenapa?" Tanya Aldi panik.
"Tolong, Al. Ada kecoa masuk ke dalam selimut. Aku takut banget sama kecoa, geli banget tolong aku." Ucap Rosa pura-pura berusaha mengeluarkan kakinya dari balutan selimut.
"Mana, dimana kecoa nya?" Tanya Aldi seraya membuka selimut yang masih bergulung di tubuhnya.
"Bantuin aku dulu, baru cari kecoa nya." Ucapnya seakan-akan mencari kesempatan.
Aldi pun segera bersiap membopong Rosa, namun tiba-tiba Rosa memeluk dan menahan tubuh Aldi saat ia melihat bayangkan Risha mendekat ke arah rumahnya. Rosa menarik tubuh Aldi hingga ia kehilangan keseimbangan dan terjatuh menindih tubuh Rosa.
"Kamu apa-apaan, sih? Lepasin tangan kamu cepat!" Ucap Aldi yang masih menindih tubuh Rosa karena tangan nya masih memeluk Aldi sehingga Aldi tidak bisa berdiri.
"Kalian, kalian lagi ngapain?" Risha yang baru saja datang sudah diperlihatkan pemandangan yang tidak indah.
Aldi dan Rosa serempak menoleh ke arah Risha. Rosa melepaskan tangan nya yang melingkar di tubuh Aldi. Membuatnya perlahan bangkit dengan wajah panik.
"Risha, ini gak seperti yang kamu lihat!" Ucap Aldi memandang Risha dengan tatapan kuyu.
Risha mengangkat muka. Rahangnya mengeras. Risha ingin mengatakan sesuatu pada Aldi dan Rosa. Namun, lidahnya kelu. Risha hanya berusaha menahan air matanya dan pergi meninggalkan Aldi bersama Rosa.
__ADS_1
"Risha, tunggu!!" Aldi berusaha mengejar Risha yang berlari ke arah kamarnya.