Meraih Mimpi

Meraih Mimpi
Bab 28 KAMU MILIKKU, NAY!


__ADS_3

Pagi ini Reino bangun dengan perasaan bahagia karena semalam Kanaya telah menerima cintanya. Kesabarannya selama ini pun tak sia-sia.


Diraihnya hp yang ada di bawah bantal kemudian mencari kontak Kanaya. Ia hanya ingin mendengar suara gadis itu sekarang.


Memanggil Kanaya....


"Assalamualaikum, mas." sapa suara di seberang sana. Suara yang entah mengapa begitu dirindukan Reino, meski kenyataannya mereka baru berpisah beberapa jam yang lalu.


Cinta memang bisa membuat seseorang jadi gila.🥰


"Wa'alaikumsalam, sayang. Baru bangun juga ya?" tanya Reino yakin karena semalam mereka berdua pulang sekitar jam 11.


"Aku udah di kantor, mas. Ini lagi ngepel lobi." jawab Kanaya sontak membuat Reino terkejut. Ia bangun dan melihat jam di hp. Jam sepuluh siang.


"Ya ampun!! Sayang, aku kesiangan.Hahaha." Reino tertawa lepas menyadari kekonyolannya.


"Hmm..pantesan mas kok tumben belum datang. Udah sana mandi dulu terus cepet berangkat mas."


"Iya sayang. Sampe ketemu di kantor ya. Muachhh.."


"Iih, pagi-pagi gombal."


"Hahaha."


Reino berguling-guling di tempat tidur saking bahagianya pagi ini. Rasanya ada energi baru yang mengalir di dalam hatinya. Dan semua itu karena Kanaya. Ia merasa beruntung bisa memilikinya.


...****...


"Siang, May." sapa Reino sumringah saat memasuki kantor.


"Siang, pak. Tumben pak terlambat ngantor?"


"Bangun kesiangan, May."


Hah?? Kesiangan?? Nggak salah denger nih? Belum pernah sekalipun pak Reino datang terlambat ke kantor.


"Apa saja jadwalku hari ini, May?"


"Tanda tangan berkas-berkas kontrak, meeting di HI dan ada visit proyek di Kuningan pak."


"Kalo gitu bawakan segera berkas-berkas itu ke ruanganku."


"Baik, pak."


Reino masuk ke dalam ruangannya, melepas jas dan meletakkannya di sandaran kursi. Sambil menunggu Maya membawakan berkas, ia memilih mengganggu Kanaya dengan mengirim pesan singkat.


Reino


Hari ini kerja di resto, sayang?


Kanaya

__ADS_1


Iya mas. Pulang kerja langsung berangkat ke resto.


Reino


Aku anter ya, sekalian nanti aku ada kerjaan deket tempat kerja kamu.


Kanaya


Iya mas.


Kanaya meletakkan hp di sakunya setelah selesai membalas chat Reino. Perasaannya sedang melayang mendapatkan perhatian yang begitu besar dari Reino lebih dari biasanya. Ia merasa beruntung memiliki Reino meskipun jauh di lubuk hatinya masih tersimpan rasa takut kehilangan yang menghantuinya.


"Ini berkasnya, pak."


Maya memperhatikan bosnya yang sedang senyum-senyum sendiri di mejanya kemudian memberanikan diri bertanya.


"Maaf, pak. Bolehkah saya bertanya?"


"Silahkan."


"Hmm..apa bapak dan Kanaya ada hubungan spesial?"


Reino menghentikan aktivitasnya menandatangani berkas lalu menjawab pertanyaan sekretarisnya itu dengan senyuman menghias di wajahnya.


"Menurutmu gimana?"


"Oh..oke, pak. Saya paham. Selamat ya, pak. Kanaya itu gadis yang baik. Semoga hubungan kalian langgeng."


Tuuhh kan beneerr! Akhirnya pak Reino dapet pasangan yang baik juga, daripada sama Jessica.🤭


...***...


"Sayang, nanti malam aku jemput ya." ujar Reino saat tiba di restoran tempat Kanaya bekerja.


"Iya, mas."


"Aku berangkat dulu." pamit Reino seraya mencium kening Kanaya. Entah mengapa sekarang menjadi suatu kebiasaan baginya mencium kening gadis itu saat berpisah.


Kanaya segera turun dari dalam mobil lalu melambaikan tangan ke arah Reino hingga mobil laki-laki itu menghilang dari pandangan.


Terima kasih ya Allah telah mempertemukan aku dengannya, batin Kanaya bahagia.


"Nay!"


"Eh, kak Bisma. Ada apa, kak?"


Bisma terengah-engah saat berhenti di depan Kanaya.


"Sinta, Nay..."


"Kenapa kak Sinta?"

__ADS_1


"Dia pingsan."


Kanaya segera berlari masuk ke dalam menuju meja kasir tempatnya bertugas. Dan benar saja, ia melihat seniornya itu tergolek lemas di lantai. Beberapa karyawan bagian dapur mengerumuninya.


"Cepat angkat ke belakang kak." pinta Kanaya panik sementara ia menggantikan pekerjaan Sinta di meja kasir meski shift nya baru dimulai setengah jam lagi.


"Maaf, bu atas ketidaknyamanan ini. Silahkan ibu mau pesan apa?" tanya Kanaya pada seorang pelanggan yang tadi belum sempat dilayani oleh Sinta.


Beruntung Kanaya cepat tanggap menggantikan pekerjaan Sinta yang tiba-tiba jatuh pingsan sehingga pelanggan yang datang bisa terlayani dengan baik. Sang manajer resto mengapresiasi kecakapan Kanaya dalam bekerja.


"Thanks ya Nay atas kerja kerasmu malam ini. Meski bertugas sendirian di kasir, kamu tetap bisa menghandle customer dengan baik. Goodjob!!" puji sang manajer.


"Sama-sama, pak. Saya hanya melakukan tugas saya." ujar Kanaya merendah. Ia tidak keberatan menggantikan tugas Sinta yang sedang sakit.


...****...


"Tumben lama, sayang?" tanya Reino begitu Kanaya masuk ke dalam mobil. Hampir setengah jam ia menunggu Kanaya keluar.


"Iya mas, maaf ya? Tadi temenku ada yang sakit jadi sementara beban tugasku bertambah."


"Nggak apa-apa sayang. Kita pulang sekarang?"


"Iya, mas. Aku juga udah capek banget."


Reino segera menghidupkan mobil dan melajukannya perlahan. Suasana malam ini cukup dingin, Reino menyelimuti Kanaya dengan jaket miliknya agar gadis itu bisa beristirahat dengan nyaman selama perjalanan pulang.


Sesaat kemudian Reino melirik sekilas ke arah Kanaya yang sudah tertidur pulas.


"Aku kagum pada kegigihanmu, Nay. Andai saja kamu mau menerima bantuanku, kamu tidak perlu bekerja sekeras ini." gumam Reino sambil menyelipkan rambut Kanaya ke belakan telinganya.


Sebenarnya Reino tidak tega melihat Kanaya bekerja di dua tempat sekaligus demi membiayai keluarganya. Ia pasti lelah. Namun, gadis itu berpendirian kuat. Ia tidak mau merepotkan siapapun termasuk Reino, meskipun ia tahu laki-laki itu akan dengan senang hati membantunya jika ia meminta.


"Sayang...bangun. Udah sampai." ujar Reino membangunkan Kanaya perlahan.


"Duh, aku ketiduran mas. Maaf ya mas."


"Nggak apa-apa sayang. Aku tahu kamu lelah."


"Aku masuk dulu ya, mas. Mas hati-hati pulangnya. Nggak usah ngebut." pesan Kanaya sebelum membuka pintu mobil.


"Iya sayang. Kamu istirahat ya?"


Satu kecupan lembut di kening, Reino berikan pada Kanaya sebelum pulang.


"Assalamualaikum, sayang."


"Wa'alaikumsalam, mas."


Kanaya segera masuk. Tubuhnya terasa lelah. Seharian ini ia tidak bisa beristirahat sama sekali. Saat ini, ia hanya ingin mandi dengan air hangat dan segera meringkuk di dalam selimut.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2