
Malam beranjak semakin larut. Suasana hotel mulai sepi. Hanya tersisa pegawai hotel dan staff dari Wedding Organizer yang sedang mengemasi barang-barang.
Reino sedang berganti piyama sedangkan Kanaya membersihkan diri di kamar mandi. Keduanya merasa amat lelah karena berdiri berjam-jam selama acara berlangsung.
Di dalam kamar hotel yang mewah, Reino dan Kanaya menginap. Ranjang mewah super besar dengan taburan bunga mawar merah di atasnya. Beberapa lilin aroma terapi sengaja dinyalakan untuk membuat suasana rileks dan hangat.
"Sayang," panggil Reino dari balik pintu kamar mandi.
"Iya mas sebentar."
Tak berapa lama Kanaya keluar dari kamar mandi, masih memakai handuk kimono. Rambut hitamnya tergerai dan basah. Wajahnya sudah terbebas dari make up tebal dan terlihat kembali segar.
"Mas, aku lapar." ucapnya sambil tersenyum saat menyadari perutnya sedang berdendang keroncongan. Kanaya sama sekali belum menyentuh nasi sejak siang tadi.
"Aku sudah memesan makan malam tadi. Ayo makan." ajak Reino seraya menggenggam jemari istrinya.
Reino membimbing Kanaya berjalan menuju balkon. Sesampainya di sana, Kanaya tampak terkejut. Rupanya Reino telah memesan makan malam romantis untuk mereka berdua.
Hidangan telah tersaji di atas meja. Lilin-lilin menyala menambah suasana malam ini menjadi semakin romantis.
"Ayo, sayang. Duduklah." pinta Reino, menarik sebuah kursi untuk Kanaya.
"Terima kasih, mas."
Reino berputar menuju kursinya. Setelah itu, ia membuka tudung saji. Reino memesan steak untuk makan malam mereka berdua.
"Hmmm...kelihatannya enak." ujar Kanaya tak bisa menahan diri lagi. Perutnya semakin berontak.
"Makanlah, sayang. Anak kita pasti sudah lapar sekarang."
"Iya, mas. Aku memang sangat lapar. Dari siang cuma sempat makan roti. Eh, mas Reino juga makan dong. Jangan melihatku seperti itu." protes Kanaya saat melihat suaminya tak sedikitpun menyentuh makanannya. Ia tengah asyik memperhatikan istrinya mengunyah makanan.
Reino tersenyum.
"Iya, sayang. Kamu makan yang banyak ya? Biar bayi kita sehat."
Kanaya mengulas senyum. Ia meraba perutnya yang mulai sedikit membuncit. Rasa bahagia terselip di hatinya.
Hari ini, Kanaya telah resmi menyandang gelar sebagai istri Reino, sah secara hukum negara. Seluruh penjuru negeri menyaksikannya. Bahkan begitu banyak wartawan yang meliput resepsi pernikahan mereka.
"Nay,"
__ADS_1
"Iya mas?"
"Apa kamu bahagia?"
Kanaya meletakkan garpu dan pisau ke atas piringnya. Hidangan di piring itu sudah habis tak bersisa disantapnya.
"Aku bahagia sekali, mas. Semua ini bagaikan mimpi."
Reino beranjak dari tempat duduknya, berjalan menghampiri sang istri. Dengan lembut ia memeluk Kanaya dari belakang.
"Terima kasih, mas. Aku sungguh beruntung." ucap Kanaya bersungguh-sungguh.
"Akulah yang beruntung memilikimu sayang. Dan sebentar lagi, benih cinta kita akan lahir ke dunia ini."
Reino mengelus perut Kanaya dengan penuh cinta. Tak terasa air mata menitik di sudut matanya. Membayangkan akan ada seorang malaikat kecil di kehidupan mereka dan akan memanggilnya ayah.
"Mas ingin anak laki-laki atau perempuan?" rasa penasaran Kanaya muncul, ingin mengetahui perasaan sang suami.
"Laki-laki atau perempuan sama saja, sayang. Yang terpenting dia sehat, tidak kurang suatu apapun." jawab Reino seraya mengecup puncak kepala Kanaya.
"Berjanjilah, kau akan menjaga bayi kita dengan baik." imbuh Reino.
Waktu menunjukkan pukul 11 malam saat Reino dan Kanaya memutuskan masuk ke dalam kamar karena udara di balkon semakin dingin menusuk tulang. Mereka berdua berjalan beriringan. Tangan Reino memeluk bahu Kanaya dengan intens.
"Aku ganti baju dulu ya mas."
"Iya, sayang. Jangan lama-lama ya? Aku kangen." ujar Reino, mengerlingkan matanya dengan genit.
"Isshh...apa mas Reino nggak capek?"
"Masih kuat kok, sayang."
Kanaya menggelengkan kepala menanggapi tingkah Reino yang manja. Belakangan ini karena kesibukan mereka berdua, ritual malam mereka jadi sering absen. Tapi tidak kali ini. Reino berniat menghabiskan malam bersama sang istri dengan semangat 45.
...***...
Keesokan harinya, Kanaya bangun kesiangan. Ini akibat ulah Reino yang mengajaknya berperang semalaman. Badannya terasa pegal-pegal sekali.
"Mas, bangun. Ini sudah siang." ujar Kanaya seraya bangkit, menyambar kimono piyamanya.
"Mm..masih ngantuk, sayang. Sebentar lagi ya?" Reino menjawab sekenanya dengan mata masih setengah terpejam.
__ADS_1
"Ya, sudah. Aku mandi dulu ya mas."
"Iya, sayang. Nanti aku menyusul."
Di dalam kamar mandi, Kanaya menyalakan kran air di dalam bath up. Ia ingin berendam air hangat untuk menghilangkan rasa letihnya. Di sudut bath up, ada lilin aroma terapi. Wangi jeruk segar menyeruak memenuhi kamar mandi mewah itu.
Sambil menunggu bath up terisi, Kanaya meraih remote TV dari atas meja rias. Ia menyalakannya dan mulai mencari channel yang menarik perhatiannya.
Tak lama berselang, perhatian Kanaya tertuju pada sebuah tayangan tentang pernikahannya kemarin malam. Rupanya benar ucapan sang suami. Tak butuh waktu lama, berita tentang pernikahannya menjadi trending topik di jagad maya.
Cinderella Masa Kini.
Kanaya membaca judul berita di acara gosip yang tengah ditontonnya itu. Beberapa potongan video resepsi pernikahannya ditayangkan berulang-ulang dengan narasi yang dibumbui ini itu.
Ya, Allah, benarkah itu aku?
"Nonton apa, sayang?" tegur Reino saat menyusul masuk ke kamar mandi.
"Itu mas. Berita pernikahan kita." jawab Kanaya.
Reino mengambil remote dari tangan Kanaya lalu mematikan TV.
"Loh kok dimatikan, mas?" protes Kanaya.
"Sudah jangan dilihat, sayang. Kadang isi beritanya dilebih-lebihkan. Aku tidak mau kamu merasa stress menanggapi berita di TV."
Reino melepas kaos dan boxer yang dikenakannya lalu masuk ke dalam bath up tanpa permisi.
"Eh...mas Reino mau ngapain sih?"
"Ya mandi dong, sayang. Sudahlah. Ayo kemari. Jangan manyun gitu."
"Ck. Ujung-ujungnya pasti beda nih. Bilangnya mandi tapi..."
"Kamu tau aja sayang." potong Reino dengan seringai nakalnya.
"Tuh, kan. Ogah. Mas berendam aja sendiri. Aku nanti aja mandinya." seru Kanaya akhirnya meninggalkan sang suami sendirian di dalam bath up. Ia sudah bisa membayangkan apa yang akan terjadi bila mereka berdua mandi bersama.
Modus!!!
...----------------...
__ADS_1