
"Besok siang Kakak jemput ya.Ingat tunggu Kakak jangan sampai pergi sendiri kaya bulan kemarin.Bikin khawatir tahu nggak kalau kamu pergi sendiri kaya gitu"ucap Radit setengah menggerutu disela makan siang yang baru sempat mereka lakukan sore hari.
Sejak Bulan hamil anaknya entah karena bawaan bayi atau apa kini Radit tidak bisa makan tanpa Bulan disamping nya atau wajah Bulan terpampang dilayar ponsel nya untuk menemani Radit makan dengan melalui sambungan video call.
"Memang Kakak tidak sibuk?aku bisa kok pergi sendiri"jawab Bulan yang merasa tidak enak hati walaupun Radit memang harus melakukan itu untuk mepertanggung jawabkan perbuatan nya.
Namun tetap saja Bulan merasa itu menjadi beban untuk Radit walaupun Radit terlihat happy menjalani dua kehidupan dan dua tanggung jawab atas dua wanita dalam waktu bersamaan.
Lelah kadang menyerang raga dan juga hatinya disaat harus menghadapi istri yang terlampau sibuk dengan dunianya dan tidak menghiraukan apa yang menjadi kebutuhan sang suami.
Namun rasa itu bisa langsung hilang saat melihat senyum manis siwanita berperut buncit yang kini ada dihadapan nya.
Berdalih rasa tanggung jawab semakin hari Radit semakin tidak bisa lepas dari pandangan Rembulan dan jujur itu membuat Rembulan resah.
untuk wanita yang sudah memasuki umur dewasa bohong kalau Bulan tidak menyimpan rasa untuk Kakak Iparnya itu.
Namun semua harus Bulan simpan sendiri dan bahkan membuang rasa itu sejauh mungkin karena Bulan tidak memiliki hak untuk rasa manis itu.
__ADS_1
"Bulan.Aku ini ayahnya dan aku ingin tahu setiap perkembangan nya,bukan kah kamu sendiri sudah janji akan membiarkan aku berada disamping kalian?aku sudah lakukan bagian ku dengan menutup mulutku rapat rapat walaupun begitu sulit dan berat tapi aku tetap lakukan itu demi kamu dan anak kita.Kini giliran kamu yang harus membiarkan aku ada disampingmu apapun yang terjadi"ucap Radit yang jujur membuat hati Bulan menghangat.
"Iya baiklah Papahnya baby B cerewet deh"jawab Bulan memanggil Radit dengan sebutan Papah baby B yang sontak membuat Radit menghentikan suapan nya
"Pa_Papah Baby B?"tanya Radit mengernyitkan dahinya
"Iya.Mmmm...nanti kalau baby nya sudah lahir boleh Bulan kasih nama Bintang?"tanya Bulan ragu ragu takut Radit keberatan dengan nama yang dia sediakan untuk calon anaknya nanti.
"Kanapa harus Bintang?"tanya Radit penasaran dengan arti di balik nama Bintang
"jika makna dari nama itu seindah yang kamu ucapkan maka lakukan lah.apapun jenis kelamin nya nanti namanya akan tetap Bintang"jawab Radit yang merasa terharu dengan apa yang Bulan tuturkan tentang makna nama Bintang untuk anaknya.
*
*
Tangan Radit dan juga Bulan saling bertautan seolah memberi kekuatan untuk masing masing saat Dokter Sindy yang merupakan Dokter kandungan yang menangani Bulan sejak awal kehamilannya mengoleskan gel diperut Bulan yang sudah membuncit lalu menempelkan probe dipermukaan perut Bulan.
__ADS_1
Genggaman tangan Radit dan juga Bulan semakin erat kala layar monitor didepan mereka menunjukan bagaimana kondisi bayi didalam perut Bulan saat ini.
Dengan bantuan alat USG 4D kedua calon orang tua itu dapat melihat dengan jelas bagaimana wajah calon anak mereka yang nampaknya sudah tumbuh dengan sempurna.
Tanpa.disadari kini di ujung mata coklat milik Radit telah mengeluarkan cairan bening karena rasa haru bisa melihat calon anaknya.
"Selamat ya anak kalian tumbuh dengan sehat dan sempurna.Semua telah terlihat jelaskan?"ucap Dokter Sindy yang masih menggerak gerak probe diatas perut Bulan.
"Ini vitamin dan penambah darah untuk dikonsumsi secara rutin agar Ibu sehat dan kuat saat melalui proses lahiran nanti dan untuk Bapak mohon untuk selalu disamping Ibu ya karena dukungan dari suami sangatlah penting dimasa masa kehamilan"jelas Dokter Sindy
"Suami?"gumam kedua calon orang tua itu secara bersamaan.
*
*
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1