
"Papah..."seru seorang gadis cantik yang baru saja keluar daris sebuah sekolah taman kanak kanak yang sudah satu tahun ini menjadi tempatnya melakukan aktifitas dari jam 8 pagi hingga jam 11 siang.
Si gadis kecil itu pun berlari kearah seorang pria yang dia panggil Papah yang tengah menunggu kepulangan dari sekolah itu.
"Jangan lari sayang nanti kamu jatuh"cegah pria tadi berlari menghampiri lalu menangkap tubuh mungil itu membawa nya dalam gendongan.
"Bukan nya Papah sudah bilang kalau Bintang nggak boleh lari lari?kok bandel?"gerutu si pria yang kini membawa gadis kecil bernama Bintang itu dalam gendongan nya menuju ke arah mobilnya.
"Habisnya Bintang kangen sama Papah,lama banget sih pulangnya?"protes Bintang pada pria yang menjemputnya pulang.
"Maaf,pekerjaan Papah mendadak banyak banget.Ya sudah ayo kita pulang,Mamah sudah nungguin kita dirumah"ajak si pria tadi.
"Kok Mamah dirumah?nggak ditoko ya?"tanya Bintang yang hapal betul kegiatan sang Ibu setiap harinya.
"Mamah sengaja nggak ke toko buat menyambut kepulangan Papah"jawab si pria sembari melajukan mobilnya membawa Bintang pulang kerumahnya.
"Bohong banget,bukan nya Mamah suka kesel banget ya kalau Papah ada disini"cebik Bintang yang kerap menyaksikan perdebatan antara pria dewasa itu dengan sang Mamah.
__ADS_1
"Itu bukan kesel sayang tapi gemes.Mamah kamu itu sayang banget sama Papah makanya kaya gitu"bela si pria tak mau kalah dengan gadis kecilnya.
"Serah deh,Bintang cape mau tidur bentar nanti bangunin Bintang ya kalau sudah sampai"
"Ok siap tuan putri"
Bintang pun mulai memejamkan matanya dan menyenderkan tubuh mungilnya disandaran kursi mobil sebelah kursi kemudi.
Sedangkan si pria tadi tersenyum melihat tingkah anak kecil itu yang semakin hari semakin tumbuh menjadi gadis kecil yang cantik dan juga pintar.
Namun ada yang selalu mengganjal dalam dirinya saat melihat gadis kecil itu.Karena jika dilihat lebih teliti lagi wajah Bintang seakan mengingatkan nya pada wajah masa kecil seseorang yang teramat sangat dia kenali.Namun hal itu selalu ditepis oleh pikiran nya.
*
*
"Ya ampun dia tidur?"tanya Bulan saat melihat pria yang tadi menjemput putrinya tengah masuk kedalam rumah sembari menggendong Bintang yang tertidur lelap.
__ADS_1
"Iya katanya dia cape lalu tidur.Ya sudah aku masuk ya mau membaringkan nya di kamar"
"Iya makasih ya,maaf merepotkan kamu"
"Tidak masalah ini adalah hal yang aku sukai jadi tidak usah sungkan"
Si pria pun berjalan masuk menuju kekamar Bintang dan membaringkan gadis kecil itu diranjang miliknya yang bertemakan hello kity.
Sudah satu tahun Bulan pindah kerumah yang berhasil dia beli dari hasil usahanya membuka sebuah toko pakaian khas pantai yang terletak di sekitaran pantai Kuta.
Bukan toko besar hanya saja penghasilan yang dia dapat dari sana sangatlah membantu menutupi kebutuhannya sehari hari.
Bahkan setelah 4 tahun membuka toko itu Bulan mampu membeli sebuah rumah sederhana namun nyaman untuk ditinggali berdua bersama dengan anak semata wayangnya.
Setahun setelah Bintang lahir tabungan Bulan pun mulai menipis dan Bulan berusaha memutar otaknya agar bisa mendapatkan penghasilan tanpa harus meninggalkan bayi nya untuk bekerja.
Dan pada saat itu Bu Asih menawarkan sebuah toko kecil yang berada disamping tokonya untuk Bulan membuka usaha.Dan Bulan pun menggunakan tabungan nya untuk membuka toko pakaian pantai yang cocok untuk sekitar nya yang memang berada dipinggir pantai.
__ADS_1
Bulan pun harus rela bulak balik antara pantai Kuta dan Ubud karena Bulan tinggal dikontrakan Bu Asih yang terletak didaerah Ubud Bali.
Namun setahun lalu Bulan berhasil membeli rumah kecil didaerah pantai Kuta dari hasil usahanya dan Bulan pun kini menempati salah satu rumah sederhana disana.