
Perlahan Mentari pun berjalan mundur kala si pria itu mulai beranjak mendekat kepadanya.Dengan rasa takut yang teramat Mentari pun merogoh tasnya dan mengambil ponsel miliknya untuk menghubungi pihak hotel namun...
Grep...
Praaannngggg...
Mentari membelalakan matanya saat ponselnya kini sudah terjatuh dan hancur akibat direbut paksa dan dihempaskan kesembarang arah oleh pria itu hingga ponsel itu berbenturan dengan dinding dan hancur.
Merasa dirinya terancam dan dalam bahaya Mentrai pun bergegas lari ke arah lift namun sayang langkahnya kurang cepat sehingga kini si pria itu sudah menangkap tubuh Mentari.
Greppp....
"Aaww lepaskan brengsek"pekik Mentari mencoba berontak dan melarikan diri dari dekapan si pria yang tengah mabuk berat itu.
__ADS_1
Tanpa menghiraukan pukulan dan rontaan dari tubuh Mentari si pria itu pun langsung membuka pintu kamar Mentari dengan kartu akses yang dia punya sebagai seorang petinggi hotel memang hal yang mudak untuk mendapatkan kartu akses itu.
"Apa yang kamu lakukan dasar bajingan lepaskan brengsek,lepaskan aku.Aawww sssttt"teriak Mentari lagi dan meringis kesakitan saat tubuhnya yang semampai itu dihempaskan dengan kasar ke atas ranjang oleh si pria yang kini mulai membuka satu persatu kancing kemejanya.
Dan hal itu membuat Mentari semakin didera rasa takut.Dengan langkah cepat Mentari turun dari ranjang itu dan berlari ke arah pintu untuk melarikan diri.
Namun lagi lagi langkahnya kurang cepat dengan si pria yang kini sudah kembali menangkap tubuhnya dan kembali membawa Mentari ke arah ranjang lalu mengungkungnya.
"Aku mohon lepaskan aku,jangan lakukan itu padaku"ucap Mentari yang kini sudah menangis tersedu saat si pria sudah berada diatas tubuhnya siap menerkam dan menikmati tubuh mulusnya yang kini tertutupi oleh pakaian muslimah lengkap dengan kimarnya.
Abra?ya pria itu adalah Abra,si putra sulung pemilik hotel yang kini tengah menjabat jadi seorang CEO dari hotel yang Mentari tempati saat ini.
beberapa jam yang lalu Abra nampak mengadiri sebuah jamuan yang dihadiri beberapa pengusaha muda lain nya.
__ADS_1
Disana juga terdapat beberapa wanita cantik nan seksi untuk menemani menghabiskan malam mereka namun hal itu tidak lah disukai oleh Abra.
Meskipun telah lama tinggal diluar namun Abra tidak pernah sembarangan menabur benihnya pada sembarang lahan.
Selain tidak pernah mau mengikuti jejak sang ayah,Abra juga cukup menyayangi sang Ibu kandung yang begitu tersiksa dengan pengkhianatan yang ayahnya lakukan hingga Abra bertekad tidak akan pernah menyakiti ataupun mengkhianati pasangan nya.
Namun tampaknya hal itu berbeda dengan malam ini dimana tanpa sadar Abra sudah masuk kedalam kamar seorang wanita dan siap melahap habis wanita yang kini tengah menangis dibawah kungkungan nya.
Abra yang sudah gelap mata pun tidak menghiraukan tangisan wanita yang akan dia ajak menikmati malam indah bersama dengan nya saat ini.
Karena sudah tidak tahan lagi menahan hasratnya akhirnya Abra pun melampiskan nya pada Mentari yang begitu histeris dan menangis tak henti hentinya saat pria itu menjamah seluruh tubuhnya.
"Maafkan aku Bulan yang dulu begitu menyalahkanmu dan menuduhmu telah menggoda Mas radit.Tuhan sepertinya tengah menghukumku dengan mengalami hal yang sama denganmu"gumam mentari saat Abra tengah menikmati tubuhnya.
__ADS_1
Tidak ada lagi yang bisa Mentari lakukan saat ini,tubuhnya tengah dikuasai oleh pria yang sama sekali tidak dikenalnya.
Naas nasib baik tengah menjauh dari nya sehingga tidak bisa kabur dan melepaskan diri dari pria brengsek dan bajingan yang sudah menyetubuhinya saat ini.