
"Kenapa cincin itu ada ditangan mu,hah?"tanya Bian menatap tajam pada Laras dengan cengkraman tangan yang kuat dipergelangan tangan gadis yang nampak begitu kebingungan itu.
"Iya karena ini cincin aku ya ada ditangan aku lah,masa gitu aja nanya?lagian tidak ada angin tidaknada hujan tiba tiba ngaku ngaku barang orang kamu sakit ya?"jawab Laras tidak terima dengan tuduhan dari Bian.
Laras pun mencoba melepaskan cengkraman tangan Bian di tangan nya namun cengkraman itu begitu kuat hingga Laras kesulitan untuk melepaskan nya.
"Lepas dong,mau kamu apa sih?modus ya?ngaku ngaku barang orang tahu nya cuma mau modisin aku doangkan?ngaku deh"solot Laras yang tak kunjung bisa melepaskan cengkraman tangan Bian.
"Heh bocah,kepedean banget ya kamu?memang nya siapa yang tertarik sama anak kecil kaya kamu hah?dan lagi ini tuh aku yang pesan dan aku yang buat desain nya,jadi aku tahu betul kalau itu adalah punyaku"solot Bian lagi tidak terima barang miliknya dipakai orang lain,meskipun sudah dia buang.
"Ok fine,kalau pun ini benar milik kamu lalu kenapa ada di aku?"tanya Laras mencoba mengalihkan rasa takutnya saat melihat tatapan tajam dari Bian.
"I_itu karena___"
"Nggak bisa jawabkan?ya udah,lepas atau aku teriak kalau kamu mau lecehin aku?"ancam Laras karena Bian tak kunjung melepaskan tangan nya.
__ADS_1
"Berani?teriak aja"tantang Bian santay dengan tangan masih menggenggam erat pergelangan tangan Laras.
Merasa tertantang Laras pun nekad melakukan apa yang ada didalam benaknya saat ini agar terbebas dari pria ga jelas yang ada didepan nya.
Dengan menatap penuh rasa kesal pada Bian,Laras menarik ujung rok nya dan merobeknya hingga paha mulunya terpangpanga nyata san mebuat Bian membelalakan matanya melihat aksi nekad gadis kecil dihadapan nya.
Laras pun dengan sekuat tenaga mengeluarkan suara nya untuk berteriak sekeras mungkin agar semua orang mendengarnya.
"Toollloooonnnggggg aku dilecehkan"teriak Laras yang membuat Bian shock dan hanya diam terpaku ditempatnya.
"Bian apa yang kamu lakukan?"seru Mamah Sinta pada anaknya yang mencengkram tangan seorang gadis dengan penampilan yang cukup berantakan.
Mendengar suara sang Mamah Bian pun segera melepaskan tangan Laras dan menatap bingung pada sang Mamah.
"Aku tidak berbuat apa apa Mah,ini kesalah pahaman"jawab Bian yang dibuat salah tingkah oleh gadis kecil dihadapan nya ini.
__ADS_1
"Tante"lirih Laras berlari menghampiri Mmamah Sinta lalu memeluk erat tubuh wanita paruh baya itu.
Keduanya memang sudah sangat akrab karena Mamah sinta yang notabene nya hanya dekat dengan kedua anak laki lakinya,sedangkan anak peremouan nya sudah lama tinggal jauh darinya.
Laras juga anaknya cukup menyenangkan dan mudah akrab sehingga keduanya pun sudah dekat satu sama lain dalam waktu yang singkat.
Melihat keakraban sang mamah dan gadis bar bar itu membuat Bian melongo.Dia tidak menyangka kalau Mamah Sinta mengenal gadis itu begitu pun dengan gadis itu.
Bahkan yang membuat Bian kaget adalah kedekatan keduanya yang bagaikan Ibu dan anak.
"Kamu kenapa sayang?kenapa gaun nya berantakan gini?"tanya Mamah Sinta membelai sayang gadis yang kini ada didalam pelukan nya.
"Ini tuh karena perbuatan nya Tante,dia ngaku ngaku pemilik cincin yang kau pakai saat aku menolak memberikan nya dia malah____"Laras sengaja menjeda ucapan nya untuk membuat Mamah Sinta percaya pada yang dilakukan Bian padanya.
"Fabian Bagaskara Herlambang,ikut Mamah"seru Mamah Sinta yang geram akan sikap anak bungsunya itu.
__ADS_1
...****************...