
Sementara itu nampak wanita cantik yang berpenampilan cukup agamis tengah menapaki setiap jalan menuju kesebuah daerah pertokoan tempat dimana Bulan tinggal selama ini.
Dengan menyeret koper berukuran sedang Mentari berjalan menelusuri jalanan dimana sang Ayah telah menuliskan alamat dimana Bulan selama lima tahun ini tinggal.
Iya,selama lima tahun Bulan keluar rumah sebenarnya Papah Bisma tahu dimana dan apa saja yang Bulan lakukan dan bersama siapa dia tinggal.
Walaupun tahu Papah Bisma yang masih kecewa dengan anak bungsunya itu mendiamkan saja Rembulan dengan jalan hidup yang dia pilih.
Papah Bisma begitu kecewa karena hingga detik ini Bulan tidak mau mengakui siapa pria yang sudah menghamilinya padahal Papah Bisma dan juga Mamah Ayu sudah mengetahui semuanya dari mulut Radit sendiri saat Radit mengembalikan Mentari kepada kedua orang tuanya dan menceraikan anak sulungnya itu.
Bahkan kekecewaan Papah Bisma bertambah dengam Bulan yang terus bersembunyi tanpa mau mempertemukan Bintang kepada Kakek dan Neneknya.
Sehingga Papah Bisma membiarkan saja Rembulan dengan jalan hidup yang telah dia pilih selama ini.Walaupun tetap membantu anaknya itu lewat tangan orang lain.
Mentari nampak celingukan didepan toko milik Bulan yang nampak sepi dan tengah tutup itu sampai seseorang datang menyapanya.
__ADS_1
"Maaf cari siapa ya?"tanya gadis manis yang nampak berpenampilan rapih seperti habis dari kantor mendatangi Mentari yang nampak kebingungan didepan toko milik Bulan.
"Astaghfirullahaladzim,ah maaf saya hanya kaget"ucap mentari mengusap dadanya yang berdenyut akibat sapaan dari gadis itu yang mengejutkan nya.
"Iya tidak apa apa Kak.Tapi Kakak lagi nyari siapa?"tanya lagi dengan senyum ramah khas miliknya.
"Pemilik toko ini kemana yah?kok tokonya sepi sepertinya juga tutup"tanya Mentari menunjuk ke arah toko milik Bulan.
"Oh toko ini?saya,saya pemilik sementara toko ini.Memang kenapa ya Kak?apa ada yang Kakak perlukan?kalau begitu tunggu sebentar saya bukakan dulu tokonya"ujar gadis itu segera merogoh tas slempang yang dipakainya untuk mengeluarkan kunci toko yang memang Bulan titipkan padanya.
"Bukan,saya mencari pemilik sebenarnya.Apa dia ada?"tanya Mentari lagi yang menghentikan pergerakan tangan gadis itu.
"Oh,memang dia kemana ya?"tanya Mentari lagi yang mengetahui kalau Bulan telah merubah namanya saat tinggal di Bali.
"Kak Sekar bilang mau pulang dulu ke Jakarta bersama dengan Papahnya Bintang.Tapi maaf Kakak ini siapa ya?"
__ADS_1
Deg....
Jawaban gadis itu membuat jantung Mentari berdenyut.Dimana Mentari harus mengingat kembali pria yang begitu dia cintai namun gagal dia pertahankan.
Mentari menarik nafas sepenuh dada untuk menetralkan perasaan nya.Dimana tidak dia pungkiri nama Radit masih terukir indah didalam hatinya walaupun sudah ikhlas melepaskan pria yang pernah menjadi suaminya itu untuk bahagia bersama dengan wanita lain yang tak lain adalah adiknya sendiri.
"Ah iya maaf perkenalkan saya Mentari Kakaknya Sekar dan kamu sendiri siapa ya?"
"Saya Saras Kak,anak dari Bu Asih ibu angkatnya Kak Sekar"
Keduanya pun saling berjabatan tangan memperkenalkan diri masing masing.
"Oh baiklah.Kalau begitu terima kasih ya informasinya,saya permisi dulu."ujar Mentari berpamitan dengan Saras yang memang anak bungsu dari Bu Asih orang yang selama ini membantu Rembulan.
Mentari pun kembali dengan tangan kosong karwna kedatangan nya sudah terlambat.Bulan sudah dibawa pulang terlebih dulu oleh Radit.
__ADS_1
Niat awalnya ingin menjadikan Bulan orang pertama yang dia temui sepulangnya dari Kairo gagal total karena terlambat pulang dan Bulan pun sudah lebih dulu dibawa pulang oleh Radit.
Mentari pun akhirnya mencari sebuah hotel untuk dijadikan tempat tinggalnya selama diBali.Berhubung Bulan sudah kembali terlebih dahulu,Mentari pun berniat berlibur selama beberapa hari disana dengan menginap disebuah hotel berbintang tepat dipinggir pantai Kute Bali.