
"Apa yang kamu lakukan disini?"tanya si pria yang membuat Dani terkejut dan tersedak oleh minuman nya.
"Uhhhuukkk...uuhhuuukk...tu_tuan"jawab Dani yang begitu kaget saat melihat Fabian berdiri tidak jauh darinya.
"Aku tanya,apa yang kamu lakukan disini?"tanya Bian lagi dengan menatap tajam pada Dani yang tak jua menjawab prtanyaan nya.
Merasa kesal dengan Dani yang malah terlihat kebingungan Bian pun masuk begitu saja kedalam rumah Bulan dan disaat Bian masuk bertepatan dengan Bulan dan juga Radit yang keluar dari kamar milik Bulan secara beriringan.
"Bulan?Kak Radit?"tanya Bian menatap Bulan dan juga Radit secara bergantian.
"Bi_Bian?"ucap Bulan yang juga sama terkejutnya dengan Bian
Berbeda dengan Radit yang nampak santai saat kepergok oleh sang adik tengah berada didalam rumah Bulan malah tengah keluar dari dalam kamar Bulan bersama dengan Bulan.
__ADS_1
"Jadi selama ini pria brengsek yang terus kamu sembunyikan dan tutupi identitasnya itu Kak Radit?jadi dia bajingan yang sudah membuat kamu hamil namun mencampakan kamu begitu saja Lan?"tanya Bian penuh dengan emosi saat mengetahui siapa pria bajingan yang sudah membuat Bulan seperti saat ini.
"Apa maksud kamu dengan pria bajingan?dan siapa yang mencampakan Bulan,aku sama sekali tidak pernah meninggalkan atau pun mencampakan nya,dia yang meninggalkan aku karena sebuah kesalah pahaman"jawab Radit yang tidak terima Bian menuduhnya mencampakan Rembulan.
"Tetap saja Kakak bajingan,Pria baik baik mana yang tega memperkosa adik iparnya sendiri,hah?"serang Bian lagi yang memang sedari dulu tengah menahan emosi pada pria yang sudah membuat Bulan hamil dan melahirkan tanpa suami.
"Itu kecelakaan Bi,dan asal kamu tahu kalau Kakak juga menyesal dan mau bertanggung jawab akan perbuatan yang telah Kakak lakukan pada Bulan"
"Kak,Bian lebih baik kita duduk dan bicara baik baik,ya?jangan memakai emosi karena amarah tidak akan menyelesaikan masalah"ucap Bulan yang mencoba menjadi penengah diantara perdebatan Radit dan juga Fabian.
Saking marahnya Bian pun melempar begitu saja kotak cincin yang sengaja dia persiapkan untuk memeberi kejutan pada Bulan saat pulang dari dinas luarnya.
Namun apa?bukan nya memberi kejutan untuk Bulan tapi malah Bulan yang memberikan kejutan untuknya dengan terkuaknya siapa lelaki yang selama ini disembunyikan Bulan yang merupakan ayah dari Bintang yang tak lain adalah Kakaknya sendiri.
__ADS_1
Dan tanpa Bian sadari kalau kotak yang dia lempar mengenai kepala seseorang yang tengah berjalan menuju ke arah pantai.
"Hei,ya ampun tuh orang ga punya mata apa?main lempar lempar aja,ga lihat apa kalau disekitar sini masih banyak makluk hidup"gerutu gadis yang tengah membawa sepeda nya menuju ke arah keramaian dimana berjejer toko toko yang menjajakan berbagai dagangan khas Bali untuk dijadikan oleh oleh bagi para pelancong.
Sejenak langkah kaki gadis itu terhenti dan mengambil kotak yang baru saja menimpa kepalanya.
"Mah ayo pulang,ini sudah malam"seru gadis itu saat memasuki toko milik Bu Asih.
"Iya ini juga mau pulang kok sayang"jawab Bu Asih yang tengah membenahi barang dagangannya.
"Loh toko Kak Bulan kok sudah tutup Mah?"tanya gadis itu saat melihat toko sebelah toko sang ibu sudah nampak sepi.
"Sepertinya ada tamu tadi ada dua orang pria yang datang dan sejak saat itu Bulan menutup tokonya lalu pulang bersama kedua pria itu membawa Bintang yang sedang tertidur pulas"jawab Bu Asih yang memang melihat langsung Radit yang membawa Bintang dalam gendongan nya menuju ke arah rumah Bulan.
__ADS_1
Kini Bu Asih pun sudah berpindah rumah dan memilih tinggal tidak jauh dari tokonya sedangkan rumah miliknya yang didaerah Ubud Bu Asih jadikan villa yang bisa dipakai oleh para turis atau wisatawan yang mau memakai rumahnya sebagai rumah singgah sementara selama mereka diBali.