Merindukan Rembulan

Merindukan Rembulan
Dukungan Rembulan


__ADS_3

"Ini buburnya sudah siap tuan putri.Ayo silahkan dinikmati"ucap Radit menyajikan satu mangkok bubur kacang ijo yang pada akhirnya dia yang buat karena Bulan sama sekali tidak tahu menahu dengan cara memasak.


"Terima kasih Kak.Maaf merepotkan"ucap Bulan yang begitu senang mendapatkan makan yang dia inginkan.


"Kenapa nggak beli ajah sih?malah milih repot kaya gini"ujar Radit yang membayangkan bagaimana repotnya Bulan menghadapi kompor yang belum pernah dia sentuh.


"Nggak tahu.Pengen nya bikin sendiri nggak mau beli"jawab Bulan disela kunyahan nya.


Bulan nampak menikmati bubur buatan Radit hingga menghabiskan 2 mangkuk penuh.Sedangkan Radit sendiri hanya asik menikmati pemandangan bagaimana lahapnya Rembulan menyantap bubur buatan nya.


"Kakak nggak ikut makan?ini enak banget loh"


"Kayanya dengan lihat kamu makan aja sudah buat aku kenyang Dek"


"Atau mau aku suapin?"


"Boleh..."


Tanpa berpikir lagi Bulan pun menyodorkan satu sendok bubur kearah mulut Radit.Kini keduanya pun menikmati satu mangkuk bubur yang Bulan nikmati untuk ketiga kalinya nambah namun kali ini Bulan menikmati nya berdua dengan Radit.

__ADS_1


*


*


"Kakak nggak kekantor?"tanya Bulan yang masih melihat Radit bersantai diruang tv apartemen nya.


Sepertinya pria dewasa itu tidak berniat beranjak dari tempatnya saat ini.


"Kakak ambil libur hari ini dan Kakak mau nemenin kamu disini,bolehkan?"


"Tentu saja boleh"jawab Bulan dengan binar bahagia memancar dari matanya.


Bulan pun nampak menuruti permintaan Radit untuk duduk disamping nya.Radit menarik Bulan masuk kedalam pelukan nya saat Bulan sudah duduk disampingnya.


"Lan apa sebaiknya kita menikah saja?"ucap Radit tiba tiba dan membuat Bulan terkejut.


"A_apa harus nikah ya Kak?lalu bagaimana dengan Kak Tari?"ucap Bulan bertanya balik.


"Aku berencana mengakhiri hubungan kami yang tidak sehat ini Dek"jawab Radit mantap ingin mengakhiri hubungan antara dirinya dengan Mentari.

__ADS_1


Bulan yang mendengar hal itu cukup kaget dan reflek menegakan tubuhnya sedikit memberi jarak dengan tubuh Radit.


"Kenapa Kak?kenapa harus diakhiri?kalau ini karena Bulan,Bulan tidak apa apa kok jika tidak menikah.Bulan juga akan tetap memberikan hak Kakak untuk membantu membesarkan anak ini walaupun tanpa harus adanya pernikahan diantara kita"ucap Bulan yang tiba tiba panik takut kejadian 3 tahun lalu terulang pada Kakaknya.


"Tapi pernikahan kami memang sudah tidak baik baik saja sejak awal pernikahan kami Bulan.Kakak sudah lelah dengan sikap egois nya Tari,Kakak merasa tidak punya harga diri dihadapan nya.Tari selalu mengambil keputusan seorang diri tanpa melibatkan Kakak yang merupakan kepala keluarga disini.Kakak lelah dengan semua aturan yang dia terapkan Bulan.Kakak cape dengan sikap Tari yang selalu ingin dimengerti tanpa mau mengerti posisi Kakak"jelas Radit yang untuk pertama kalinya terbuka pada seseorang prihal kondisi rumah tangga nya.


"Apa tidak bisa diperbaiki lagi Kak?kalian masih punya kesempatan untuk memperbaiki semuanya"ucap Bulan yang sejujurnya merasa sakit di ulu hatinya saat mendorong Radit untuk kembali memperbaiki hubungan nya dengan Kakaknya.


Namun itulah yang seharusnya Bulan lakukan.Bulan bukanlah seorang pelakor,Bulan juga awalnya tidak memiliki perasaan apapun pada Radit sebelum malam naas itu terjadi.


Bulan hanyalah gadis remaja yang terjebak dengan perasaan yang salah pada pria yang sudah beristri yang tak lain adalah Kakak Iparnya sendiri.


Jujur rasa itu telah tumbuh didalam lubuk hatinya yang terdalam namun Bulan tidak bisa berjalan maju lebih jauh lagi karena Bulan tahu ada yang jauh lebih berhak atas diri Radit dan itu bukan dia melainkan sang Kakak.


"Terlalu sulit buat Kakak harus terus berpura pura baik baik saja Dek.Kakak ingin tertawa disaat ada yang lucu,Kakak ingin tersenyum disaat Kakak merasa bahagia dan Kakak ingin menangis disaat Kakak merasa sedih tapi itu semua tidak bisa Kakak lakukan didepan Tari.Kakak juga butuh seseorang untuk jadi tempat bersandar Dek,karena pada kenyataan nya Kakak ini hanya manusia biasa yang memiliki sisi lemah dan juga rapuh"jelas Radit sembari menyandarkan kepalanya dibahu rembulan.


*


*

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2