
"Hai sayang kenapa nangis?a_apa Papah menyakitimu?"tanya Radit yang panik melihat anaknya tiba tiba menangis.
"Papah jahat"
Bulan yang juga ikutan panik pun ikut berjongkok dan mencoba menenangkan putrinya.
"Sayang kenapa?kenapa menangis?"
"Kenapa?"tanya Radit pada Bulan hanya dengan gerakan mulut dan dijawab gelengan lemah oleh Bulan
"Bintang kenapa Nak?ayo bilang sama Papah,hhmm"ucap Radit lagi sembari mengangkat tubuh mungil itu dalam gendongan nya.
"Pa_Papah ja_jahat"ucap Bintang disela isak tangisnya.
"Papah jahat?memang Papah kenapa sayang?kok bilang Papah jahat?"Radit pun membawa Bintang yang ada dalam dekapan nya menuju kesofa yang ada ditoko Bulan di ikuti oleh Bulan.
Sedangkan Dani memilih untuk keluar dari dalam toko itu memberi keluarga kecil itu ruang untuk berbicara dan menutup toko itu agar tidak ada yang mengganggu atasan nya melepas rindu dengan anak dan juga calon istrinya.
"Ayo bilang sama Papah,Papah jahat kenapa Nak?"tanya Radit lagi sembari mengusap lembut wajah Bintang yang penuh dengan air mata.
__ADS_1
Bintang menatapa sendu wajah tampan Radit yang kini ada dihadapan nya.Seakan tak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini,Bintang mengulurkan tangan nya untuk mengusap dan membelai wajah Radit.
"Papah"ucap nya dengan mata yang kembali berkaca kaca saat menatap wajah Radit dan menyebut kan kata 'Papah'.
"Iya sayang ini Papah Nak"
"Papah..."
Bintang yang telah lama merindukan sosok ayah pun akhirnya berhambur memeluk Radit dengan begitu erat.Bagitu pun dengan Radit yang sangat menantikan momen ini sedari 5 tahun lalu membalas pelukan sang anak dengan begitu erat.
"Papah kenapa baru pulang?Papah tahu kalau Bintang kangen banget sama Papah"ucap gadis kecil itu lagi sembari kembali menangis terisak.
"Maafkan Papah Nak,Papah kan kerja dan pekerjaan Papah banyak sekali jadi Papah baru bisa pulang"jawab Radit yang juga kini ikut meneteskan air mata bahagianya karena penantian nya selama ini kini terbayar sudah.
Melihat Bulan yang tak berhenti menangis Radit pun menarik Bulan masuk kedalam dekapan nya.Kini anak dan ibunya itu ada dalam dekapan Radit melepas rindu yang selama ini terpendam.
*
*
__ADS_1
"Jadi selama ini kalian tinggal disini?"tanya Radit yang saat ini tengah berada dalam rumah Bulan.
Setelah terus menangis akhirnya Bintang pun tertidur dalam pelukan Radit.Karena toko Bulan cukup kecil dan jarak rumahnya pun tidak begitu jauh maka Bulan memutuskan untuk membawa Bintang pulang dan menidurkan nya didalam rumah.
"Iya Kak,duduklah aku buatkan minum dulu"ujar Bulan yang tiba tiba merasa canggung saat kembali harus berduaan dengan Radit.
Namun baru saja dua langkah Bulan melangkah Radit sudah kembali menariknya dan membawa Bulan masuk ke dalam kamar yang ada disamping kamar Bintang.
Bulan membulatkan matanya saat Radit membawanya masuk dan mengunci kamar itu.
"Kakak?apa yang Kakak lakukan?"tanya Bulan yang kaget dengan apa yang Radit lakukan saat ini.
Namun Radit tidak menjawab pertanyaan Bulan melainkan terus maju mendekati Bulan yang berjalan mundur perlahan.
"Ka_kakak mau apa?ja_jangan begini Kak"lirih Bulan saat Radit kembali mengungkuk tubuhnya didinding kamarnya.
"Aku merindukan mu Bulan,sungguh"ucap Radit yang kembali memeluk erat tubuh mungil Bulan.
"Ayo kita pulang dan bawa Bintang bertemu dengan Nenek dan Kakeknya,ya"bisik Radit tepat ditelinga Bulan yang membuat tubuh Bulan meremang.
__ADS_1
"Tapi Kak___"
"Ssstttt,tenanglah aku tidak akan pernah memisahkanmu dengan Bintang.Apa yang dikatakan Mentari dulu semua itu tidak benar,ayo kita besarkan dan beri status yang benar untuk Bintang agar dia tumbuh menjadi anak yang normal yang memiliki status yang sah".