Merindukan Rembulan

Merindukan Rembulan
Sisi Lain Mentari


__ADS_3

Bulan masih duduk terpaku dikursi yang sedari tadi dia duduki.Bulan begitu merutuki kebodohan nya yang mempercayai Radit begitu saja tanpa menelisik apa yang mendasari sikap baiknya selama ini.


Bahkan Bulan sempat terlena dengan kebaikan dan kelembutan Radit hingga dengan mudahnya Bulan menyerahkan kembali tubuhnya dengan suka rela pada pria yang ternyata memiliki niat memisahkan nya dengan sang anak.


Diselimuti rasa takut Bulan pun akhirnya bangkit dari duduknya dan bergegas masuk kedalam kamar lalu mengambil koper miliknya dan memasukan beberapa baju kedalam nya.


Tak lupa juga Bulan memasukan beberapa berkas penting dan buku tabungan miliknya yang mungkin akan membantunya saat hidup diluar sana jauh dari orang tua,Radit dan juga Mentari yang berniat memisahkan nya dengan anaknya nanti.


Bulan mempercepat langkahnya saat keluar dari gedung yang menjulang tinggi yang menjadi rumahnya selama beberapa bulan terakhir ini.


Tanpa memperdulikan perut buncitnya Bulan setengah berlari menuju jalan raya dimana banyak kendaraan berlalu lalang.


Secepat kilat Bulan menghentikan taksi dan menaiki taksi itu menuju tempat yang masih belum terbersit didalam benaknya.


"Kebandara ya Pak"titah Bulan begitu memasuki taksi tersebut dan di angguki oleh si supir taksi.


Dan bertepatan dengan taksi yang ditumpangi Bulan melaju menuju tujuan nya,mobil milik Radit pun memasuki pelantaran apartemen Bulan.

__ADS_1


Merasa gelisah dan selalu ingat pada Bulan Radit pun memutuskan untuk pulang padahal pekerjaan nya begitu menumpuk.Namun Radit tidak peduli yang ingin dia lakukan adalah memastikan kalau Bulan baik baik saja.


Setelah menekan beberapa nomer yang dia buat untuk mengunci otomatis pintu itu akhirnya Radit masuk dan langsung mencari keberadaan Bulan.


Radit mengernyitkan dahi nya saat melihat situasi apartemen yang sunyi sepi.Tidak ada tanda tanda kehidupan disana.


"Bulan Mas pulang Dek.Kamu dimana?"pekik Radit saat menelusuri setiap ruangan diapartemen itu.


Dadanya bergemuruh dengan tangan terkepal kuat dan juga rahang yang mengeras begitu melihat isi lemari Bulan yang sudah kosong setengahnya.


Radit bergegas meninggalkan kamar Bulan dan berjalan cepat ke arah ruang tamu dan ruang tengah.Radit mengambil sebuah benda kecil dibawah meja yang terletak di dua ruangan itu lalu beranjak keluar dari apartemen Bulan menuju ke apartemen nya.


*


*


Radit langsung menuju ruang kerjanya saat masuk kedalam unit apartemen yang sudah beberapa minggu ini dia tinggalkan karena dia terus bolak balik apartemen Bulan dan rumah mertuanya.

__ADS_1


Radit menyalakan laptop yang terletak dimeja kerjanya.Dengan lincahnya tangan Radit membuka aplikasi yang terhubung dengan cctv diapartemen Bulan.


Iya,tanpa sepengetahuan Bulan Radit telah memasang cctv dibeberapa sudut ruangan apartemen Bulan.


Menyadari betul sifat Mentari yang labil membuat Radit merasa was was.Radit begitu takut terjadi sesuatu dengan Bulan saat dirinya disibukan dengan pekerjaan dan tidak bisa selalu ada disamping Bulan.


Radit juga tidak mau melewatkan moment dimana Bulan melahirkan nanti.Karena itulah tanpa sepengetahuan Bulan Radit memasang beberapa cctv untuk memantau kondisi Bulan dari jarak jauh.


"Kamu benar benar menguji kesabaran ku Tari.Baik jika itu yang kamu inginkan,jangan salahkan aku jika semua tahu kondisi kamu yang sebenarnya"guman Radit geram dengan apa yang dilakukan calon mantan istrinya itu.


Radit mengepalkan kedua tangan nya yang berada disamping kiri dan kanan laptopnya.Radit baru saja melihat siaran ulang aktifitas Bulan selepas dirinya pergi kekantor.


Dan benar saja Tari datang setelah beberapa menit Radit keluar apartemen itu.Merasa penasaran dengan apa yang dibicarakan kedua wanita yang kini terbelenggu masalah yang cukup pelit dengan nya Radit pun mengambil satu dari dua alat penyadap yang dia ambil dibawah meja tadi sebelum dirinya meninggalkan apartemen Bulan.


Radit begitu marah begitu mendengar kata demi kata yang keluar dari mulut Mentari.Radit tidak menyangka kalau wajah lugu dan manis Mentari ternyata menyimpan sifat yang jauh dari kata manis.


Setelah menyelesaikan apa yang membuat dia penasaran dan ternyata benar pirasatnya tentang Mentari adalah dalang dari hilang nya Bulan.

__ADS_1


Radit pun menghubungi orang kepercayaan nya untuk segera mencari Bulan.


__ADS_2