
"Ma_maksud kamu apa Nak?Bu_Bulan?Bulan yang mana dan apa maksudmu dengan membawa anak kalian,hhmm?tolong jelaskan Radit"ucap Mamah Sinta meminta penjelasan pada anaknya yang kini terbaring lemah dirumah sakit.
"Aku sudah membuat Rembulan hamil Mah dan kini dia pergi membawa calon anak kami"jelas Radit sendu.
Sontak apa yang Radit ungkapkan membuat Mamah Sinta begitu syok hingga menjatuhkan ponsel yang tengah ia genggam.
Mamah sinta menutup mulutnya dengan kedua tangan nya saat tahu kalau Radit menghamili adik iparnya sendiri.
"Ja_jadi ini alasan kamu menceraikan Mentari?kamu sudah jatuh cinta dan melakukan hubungan terlarang dengan adik iparmu sendiri?ya ampun Radit kamu sudah gila ya?kenapa harus Rembulan yang jadi selingkuhanmu,hhmm?apa diluar sana tidak ada yang menarik apa,kenapa harus Bulan sayang?dia bahkan masih kuliah dan masa depan nya hancur karena kamu Nak"pekik Mamah Sinta yang begitu marah dan kecewa pada kelakuan anaknya.
"Itu kecelakaan Mah bukan disengaja.Malam itu aku terlalu mabuk dan tidak sengaja salah masuk kamar.Aku pikir saat itu Bulan adalah Mentari dan aku memaksanya melayaniku bahkan hingga beberapa kali aku melakukan pelepasan didalam dan akhirnya Bulan pun hamil anakku Mah"
__ADS_1
Mamah Sinta melorotkan tubuh lemasnya,terduduk ditepi ranjang tempat Radit terbaring.Dia begitu syok mendapati kenyataan tentang apa yang menimpa anaknya saat ini.
Mamah Sinta memang tidak begitu menyukai Mentari dan begitu mendambakan cucu dari Radit namun bukan seperti ini juga caranya.
Walaupun disatu sisi Mamah Sinta begitu senang mendapat kabar kalau Radit akan punya anak namun disatu sisi juga begitu dibuat kecewa dengan kenyataan bahwa Radit sudah melakukan kesalahan terhadap hidup seseorang dan menghancurkan masa depan gadis yang bernama Rembulan.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang?"tanya Mamah Sinta pada akhirnya mencoba berdamai dengan keadaan putra nya namun yang terpenting saat ini Radit mau mempertanggung jawabkan perbuatan nya.
"Kalau begitu rubah pola hidup kamu.Berusaha agar hidup sehat kalau kamu seperti ini terus mana mungkin kamu bisa menemukan anak dan calon istrimu itu"ucap Mamah Sinta mencoba memberi semangat pada putranya.
"Hah,calon istri?"tanya Radit bingung dengan ucapan Mamahnya.
__ADS_1
"Iya calon istri.Kenapa?jangan bilang kamu tidak berniat menikahinya setelah kamu menghamilinya?dasar anak kurang ajar,siapa yang mendidik kamu jadi pria brengsek,hhhmm.Seenaknya aja bikin anak orang hamidun tapi nggak ada niat buat nikahin dia?mau jadi apa kamu hhmm?mau jadi pendosa"pekik Mamah Sinta yang tak henti hentinya menghadiahi anaknya dengan pukulan diseluruh tubuhnya.
"Ampun Mah sakit,sudah sudah,bukan begitu maksud Radit.Mamah tenang dulu dong,sakit ini"seru Radit mencoba menangkis setiap pukulan yang Mamahnya berikan.
"Lalu maksud kamu apa?"tanya Mamah Sinta lagi disela deru nafasnya yang memburu.
"Aku akan menikahinya Mah,sungguh.Tadi aku hanya kaget Mamah bilang calon istri padahal aku belum minta restu Mamah"
"Lalu kamu pikir Mamah akan melarang kamu nikahin Bulan dan tidak pernah merestui kalian gitu?ya ampun Radit kamu ini benar benar ya.Pokoknya Mamah tidak mau tahu cepatlah sembuh dan bawa pulang secepatnya calon mantu dan cucu Mamah"
"Iya baik Mah.Terima kasih atas dukungan dan pengertiannya"
__ADS_1
"Makanya kamu harus sehat biar bisa mencari anak dan calon istrimu.Jika kondisimu seperti ini terus jangan menyesal jika nanti Bulan sudah menemukan pria lain"