
"Bintang..."seru seseorang dari arah belakang tubuh Radit yang lagi lagi membuat jantung Radit seakan terhenti saat mendengar suara yang begitu dia rindukan dan dia cari selama ini.
"Mamah..."jawab Bintang saat melihat orang yang kini memanggilnya
"Ayo pulang sayang sudah sore,eh kamu kenapa sayang?"tanya Bulan saat dirinya semakin mendekat pada Bintang yang tengah duduk dikursi taman dengan dua pria asing tengah berjongkok didepan Bintang dan Gusti.
Rasa takut pun begitu menyelimuti perasaan Bulan saat melihat anaknya tengah bersama dua pria dewasa yang cukup asing dimatanya.
Bulan pun mempercepat langkahnya namun langkahnya langsung terhenti saat pria yang berjongkok dihadapan Bintang menoleh ke arah Bulan dan memperlihatkan wajahnya.
Seketika tubuh Bulan membeku ditempat begitu bersitatap dengan orang yang selama ini dia hindari bahkan tidak ingin dia temui walaupun menyimpan sejuta rindu.
"Ka_Kakak?"lirih Bulan
__ADS_1
Dadanya begitu terasa sesak kala melihat putrinya kini tengah berada dihadapan Radit.
Tak kalah terkejutnya dengan Bulan,Radit yang penasaran dengan suara yang begitu mirip dengan Bulan pun memberanikan diri melihat wanita yang bernama Sekar,kenapa suara Sekar bisa begitu mirip dengan Bulan?
Dan alanhkah dikejutkan nya Radit saat ini dimana dia tidak hanya bertemu dengan Bulan wanita yang begitu teramat dia rindukan,namun juga dengan putrinya Bintang.
*
Setelah bisa menguasai perasaan nya Bulan segera berlari ke arah Bintang yang duduk dikursi taman dengan lutut yang terbalut plester.
"Bintang jatuh tante Sekar,maaf Gusti tidak bisa menjaga Bintang dengan baik"jawab Gusti merasa bersalah karena Bintang terluka.
"Iya sayang tidak apa apa.Sekarang lebih baik kita pulang ya,kamu juga pulang ya.Ayah sama Ibu kamu tadi sudah ada dirumah dan menyuruh tante Sekar menyuruhmu pulang kalau tante ketemu sama kamu"jawab Bulan mencoba menormalkan dirinya ditengah gemuruh rasa takut,bahagia,sedih,kecewa dan juga rindu yang kini bercampur menjadi satu.
__ADS_1
Bulan bergegas mengangkat tubuh Bulan dan membawanya pergi dari hadapan Radit dan asisten nya tak lupa Bulan juga menggunakan satu tangan nya untuk menggandeng tangan Gusti dan segera membawa dua anak kecil itu pergi dari sana.Namun langkahnya terhenti saat lengan nya dicekal oleh tangan kekar Radit.
"Jelaskan apa maksudnya ini Bulan?jadi selama ini kamu disini dan dia,dia____"ucapan Radit tercekat saat kembali bersitatap dengan wajah cantik yang sudah dipastikan adalah anaknya,anak yang selama ini dia cari.
"Maaf tuan anda salah orang.Aku bukan Bulan tapi namaki Sekar"potong Bulan segera menghempaskan tangan Radit dengan cukup keras hingga tangan itu terlepas.
"Tunggu Bulan___"Radit memcoba mengejar Bulan namun ditahan oleh Dani.
"Biarkan Ibu pergi dulu Pak.Saya yakin dia masih terkejut dengan pertemuan ini.Lebih baik kita biarkan dulu Ibu Bulan tenang sambil kita cari tahu tentang Ibu.Beri Ibu waktu untuk tenang dan buktikan pada Ibu jika lima tahun lalu Ibu sudah salah paham sama Bapak"ujar Dani memberikan saran agar Radit tidak gegabah.
"Kamu benar,tolong cari tahu semua tentang dia dan sejak kapan dia ada disini"putus Radit pada akhirnya.
Walaupun teramat sangat rindu dan begitu ingin memeluk dua wanita yang kini semakin menjauh darinya tapi Radit tidak bisa gegabah.Apa yang dikatakan Dani benar adanya.
__ADS_1
Bulan butuh waktu untuk bisa menerima Radit dan percaya pada Radit kembali.Tentu Radit pun harus sedikit berusaha untuk meyakinkan Bulan dan kembali membuat Bulan percaya padanya.
Perlu waktu untuk meyakinkan Bulan agar bisa kembali percaya padanya dan mau kembali bersama dengan nya.Namun hal itu tidak akan pernah Radit sia siakan lagi.