
"Kamu?"Ucap keduanya secara bersamaan.
"Ngapain kamu disini?"tanya Bian penuh dengan selidik pada Laras.
"Ya kerjalah,tidak lihat ya seragam yang aku pake?kalau nggak ada kepentingan saya permisi dulu"ujar Laras langsung pergi meninggalkan Bian yang masih diam ditempatnya.
Bian pun langsung masuk kedalam ruangan kerjanya.Begitu banyak berkas dan dokumen yang harus dia kerjakan dan dia cek.
Beberapa hari meninggalkan resort membuatnya disibukan dengan setumpuk pekerjaan yang akan membuatnya lembur.
Namun hal itu begitu disukai Bian,setidaknya dengan dia sibuk dia akan melupakan sosok Bulan yang hingga saat ini masih melekat didalam hatinya.
Setelah berjam jam berkutat dengan pekerjaan dan juga berkas yang ada dimejanya Bian yang merasa perutnya lapar segera meraih telpon dan menghubungi asisten nya untuk membawakannya makanan.
Selang 30 menit kemudian sebuah ketukan pintu pun mengalihkan perhatian Bian dari pekerjaan nya pada pintu ruangan itu.
"Masuk"seru Bian dari dalam ruangan.
Lagi lagi keduanya dibuat terkejut dengan pertemuan yang kedua kalinya setelah tadi siang.Laras yang bertugas mengantarkan makanan untuk sang atasan tidak pernah tahu jika atasan nya itu adalah pria menyebalkan yang begitu dia hindari.
"Maaf Pak,ini pesanan anda"ucap Laras menunduk hormat sembari menyimpan sebuab nampan berisi makanan dan minuman yang dipesan oleh Bian.
__ADS_1
"Baik terima kasih"jawab Bian sembari bangkit dari duduknya dan beranjak menuju ke sofa dimana Laras menyimpan makanan untuk Bian.
"Baik Pak,jika tidak ada yang Bapak perlukan lagi saya permisi"Laras pun pamit undur diri dari ruangan itu untuk melanjutkan pekerjaan nya.
Namun sebelum membuka pintu langkahnya terhenti oleh panggilan Bian.
"Tunggu"
"Iya Pak apa masih ada yang Bapak butuhkan?"
"Mmm,apa kamu sudah makan?"tanya Bian tiba tiba.
"Sudah Pak,terima kasih atas perhatiannya saya permisi"tidak menunggu lama Laras pun kembali melangkah pergi meninggalkan Bian yang masih menatap punggung Laras hingga punggung itu hilang dibalik pintu.
Dan entah kenapa hal itu membuatnya kurang nyaman.Merasa sudah terlalu lapar Bian pun segera melahap makanan yang dibawakan oleh Laras dan kedua orang yang pernah berselisih paham itu pun kembali kedua mereka yang disibukkan dengan pekerjaan.
*
*
đ¸ 8 Bulan Kemudian...
__ADS_1
Disebuah rumah sakit nampak keramaian menyambut keluarga baru mereka.Keluarga Laksono sudah datang dari kemarin untuk menemani Mentari menjalani proses melahirkan secara normal.
Namun sayang setelah menghabiskan setengah hari yang melelahkan dan menyakitkan akhirnya Mentari pun harus menjalani operasi untuk mengeluarkan bayi nya karena pembukaan dijalan lahirnya tak kunjung berkembang.
Dan setelah melewati masa operasi sesar selama satu jam lebih akhirnya bayi berjenis kelamin laki laki itu pun lahir dengan sehat,selamat dan sempurna.
Mentari sendiri masih terkulai lemah karena pengaruh obat bius yang belum sepenuhnya hilang.Rona bahagia pun begitu terpancar dari wajah Abra yang baru saja menjadi seorang ayah.
"Selamat ya sayang,akhirnya kamu jadi seorang ibu juga"ucap Mamah Ayu yang begitu bahagia anak yang dulu begitu anti hamil kini sudah melahirkan seorang putra lewat operasi sesar.
"Terima kasih Mah,terima kasih sudah datang dan menemani Tari"jawab Tari lirih karena masih lemah pasca operasi.
Sementara si baby boy yang baru saja terlahir itu tidur anteng didalam gendongan sang Nenek yaitu Bu Asih yang enggan melepas tubuh mungil ciptaan putranya itu.
"Selamat ya sayang,kamu wanita hebat"ucap Abra sembari menciumi kening Tari dan tidak beranjak sedikit pun dari samping wanita yang sudah berjuang melahirkan anak untuknya.
Meski menjalani operasi sesar namun Tari juga sempat merasakan bagaimana nikmatnya saat sinyal sinyal cinta dari sang buah hati itu datang.
Ringisan dan tangisan pun menyertai rasa hebat yanh dirasa Mentari saat kontraksi datang.Hingga memutuskan operasi karena hingga waktu yang ditentukan pembukaan tidak kunjung sempurna serta ketuban yang kian menipis.
Bulan sendiri baru saja tiba ditemani oleh Radit dan juga Bintang.Dengan perut yang sudah membesar Bulan langsung memeluk Tari yang kini sudah menjadi seorang ibu.
__ADS_1
...****************...