Merindukan Rembulan

Merindukan Rembulan
Bintang Abelia Herlambang


__ADS_3

Bian pun pergi meninggalkan Bulan karena terlalu kesal dengan keputusan Bulan yang tetap tidak mau memberi tahunya siapa pria bajingan yang sudah membuat Bulan hamil dan melahirkan tanpa keluarganya.


Bulan pun hanya bisa menghela nafas panjang menghadapi sikap Bian.Bukan nya Bulan toidak ingin memberitahu Radit tentang kelahiran anak pertama mereka


Namun percakapan nya dengan Mentari tempo hari selalu terngiang ngiang dibenak Bulan.Bahkan untuk membayangkan nya saja Bulan tidak sanggup apalagi jika hal itu benar benar terjadi.


Kalau Radit akan mengambil alih Bintang dan memisahkan nya dengan Bintang.Ya nama bayi itu adalah Bintang.


Bintang Abelia Herlambang nama yang Bulan berikan untuk anak pertamanya bersama dengan Radit.


*


*


Tiga hari sudah Bulan dirawat pasca melahirkan dan hari ini Bulan dan juga putrinya sudah diperbolehkan pulang kerumah.

__ADS_1


Selama tiga hari itu Bulan ditemani dan dirawat oleh Bian.Meskipun kecewa dan marah namun Bian juga tidak bisa mengabaikan Bulan.


Dan sesekali akan dubantu oleh Bu Asih untuk menjaga Bulan kala Bian disibukan dengan pekerjaan nya.


"Kamu nggak pulang keJakarta Bi?"tanya Bulan saat ini mereka berdua tengah berada didalam mobil Bian yang akan mengantar Bulan pulang kerumah kontrakan nya.


"Aku diusir dari Jakarta Lan dan kini ini adalah tempat tinggal aku.Sebelum tugasku disini selesai aku tidak di ijinkan untuk kembali"jawab Bian yang masih fokus dengan jalanan yang dilaluinya.


"Hah,maksud kamu apa Bi?kamu diusir?''tanya Bulan begitu keget mendengar kalau Bian di usir dari rumah nya.


"Eeemmm.Bokap marah besar saat aku ketahuan pulang dini hari dalam keadaan mabuk dan ya disinilah aku sekarang"jawabnya masih dengan nada santai.


"Kerjalah.Aku ditugaskan untuk membereskan proyek pembangunan resort disekitaran sini dan nggak nyangka banget akan bertemu kamu disini bahkan merawat kamu yang habis melahirkan tanpa suami,ckckck"cibir Bian sengaja agar Bulan menyadari kesalahan nya dengan terus menerus menutupi pria bajingan yang sudah membuatnya hamil dan meninggalkan nya.


"Maaf ya sudah merepotkan kamu"ucap Bulan sendu.Bulan tahu betul kalau Bian sengaja berbuat itu agar Bulan mau mengatakan siapa dan dimana ayah dari bayinya.

__ADS_1


Namun Bulan sudah bertekad untuk tetap merahasiakan siapa ayah dari Bintang karean Bulan takut kalau Radit menemukan nya maka Radit akan membawa Bintang dan memisahkan Bintang dengan nya.


Segan sebenarnya untuk Bulan menerima bantuan dari Bian namun saat ini Bulan memang benar benar butuh seseorang yang membantunya.


Rasa takut juga pernah menghinggapi Bulan secara Bian adalah adik dari Radit.Namun selama ini Bian sepertinya belum mengtahui kalau ayah dari Bintang adalah Radit.


Maka Bulan pun mau menerima bantuan dari Bian karena sepertinya Bian benar benar tidak tahu masalahanya dengan Radit dan juga Mentari.


Lain Bulan lain juga dengan Radit.Disaat Bulan bahagia menyambut kelahiran sang anak Radit malah nampak begitu terpuruk dengan hilangnya Bulan.


Bahkan kini dia harus menginap disalah satu rumah sakit karena kondisinya yang begitu drop akibat terlalu kelelahan karena terus menerus bekerja ditambah pola makan yang buruk membuat tubuhnya lemah dan akhirnya tumbang.


"Sebenarnya ada apa denganmu Nak?cerita sama Mamah,sebenarnya apa yang terjadi?kenapa kamu tiba tiba menceraikan Mentari dan menyibukan diri dengan pekerjaan yang akhirnya jadi seperti ini"tanya Mamah Sinta saat melihat kondisi anaknya yang begitu berantakan dan kacau.


"Radit sudah berdosa Mah.Radit sudah menghancurkan hidup Bulan bahkan kini gara gara Radit Bulan pergi entah kemana membawa anak kami"jawab Radit lirih namun masih bisa didengar cukup jelas oleh pendengaran Mamah Sinta.

__ADS_1


Mamah Sinta membulatkan matanya saat mendengar penuturan anaknya saat ini.Dada nya mendadak sesaak kala mendengar apa yang terjadi dengan anak keduanya itu.


"Ma_maksud kamu apa Nak?Bu_Bulan?Bulan yang mana dan apa maksudmu dengan membawa anak kalian,hhmm?tolong jelaskan Radit"ucap Mamah Sinta meminta penjelasan pada anaknya yang kini terbaring lemah dirumah sakit.


__ADS_2