
"Ini data mengenai Ibu Bulan Pak.Dari info yang saya dapat Ibu Sekar datang kesini sewaktu masih hamil besar.Awalnya Ibu Sekar hanya berwisata namun menurut penuturan orang yang selama ini membantunya,karena merasa nyaman tinggal disini Ibu Sekar pun memutuskan untuk tinggal disini dan saat saya menanyakan prihal suaminya orang itu bilang kalau suami Ibu Sekar berasa diluar negri namun beliau juga belum bertemu dengan nya salama 5 tahun mengenal Ibu Sekar.Hanya ada seorang teman pria yang selalu menemani dan membantu nya.Begitu katanya Pak"ucap Dani menjelaskan apa yang dia dapat setelah beberapa hari mencari informasi tentang Bulan yang telah berganti nama menjadi Sekar.
"Teman pria?siapa dia?apa orang itu menyebutkan namanya?"tanya Radit saat mendengar kalau Bulan selalu dibantu oleh seorang teman pria.
"Mmmm,itu___"jawab Radit sedikit ragu untuk menjawabnya.
"Katakan saja kenapa ragu?"desak Radit karena sudah sabar ingin mengetahui siapa yang selama ini ada disamping Bulan untuk membantunya
"Itu Pak Bian Pak.Fabian Bagaskara Herlambang"
Taakkk....
Seketika bolpen yang tengah dipegang Radit jatuh kelantai saat mendengar nama sang adik disebut sebagai orang yang selama ini menemani dan membantu Bulan.
Sesempit inikah dunianya dengan Bulan?namun kenapa Radit harus melewati waktu 5 tahun untuk bertemu dengan anak dan calon istrinya?batin Radit.
__ADS_1
Merasa kecolongan oleh sang adik Radit pun bergegas beranjak dari duduknya dan pergi keluar dari ruangan kerjanya.
"Atur pemindahan Bian ke hotel utama yang ada di Jakarta.Untuk urusan resort ini biar aku yang gantikan,sial kenapa harus Bian"titah Radit pada Dani yang ditutup oleh sebuah umpatan karena kini Radit merasa Bian adalah saingan nya untuk mendapatkan Bulan.
Karena yang Radit tahu Bian begitu menyukai Bulan bahkan sebelum mereka saling mengenal sebagai saodara disaat Radit dan Mentari menikah.
Hubungan Bulan dan Bian juga terbilang cukup baik dan cukup dekat satu sama lain.Radit benar benar merasa kalah beberapa langkah dari sang adik.
"Baik Pak akan segera saya laksanakan"jawab Dani segera karena dia tahu ini adalah momen yang ditunggu tunggu oleh Radit selama ini.
"Kamu tolong jemputkan Bintang disekolahnya,urusan Bulan biar saya yang urus"
"Baik,terima kasih ya saya serahkan Bintang sama kamu tolong jaga dia selama dalam perjalanan pulang"
"Baik Pak,anda tenang saja nona Bintang akan aman bersama dengan saya"
__ADS_1
Keduanya pun berpisah dilobi resort yang kini menjadi tempat kerja untuk Radit.Rencana hanya 3hari disana namun setelah menemukan apa yang selama ini dia cari ada disana Radit pun memutuskan untuk tinggal dan bertukar posisi dengan Bian.
Radit tidak akan menyia nyiakan lagi kesempatan yang dia dapat kali ini.Sudah lama dia menunggu momen ini dan kali ini tidak akan dia biarkan Bulan pergi dan menghilang lagi.
*
*
"Bahkan untuk datang meminta penjelasan dariku saja tidak kamu lakukan.Apa sebahagia itukah hidupmu kini dengan Kak Mentari sehingga keberadaan Bintang pun tidak kau perdulikan"Gumam Bulan disela sela pekerjaan nya menyusun barang dagangan nya disebuah etalase yang terdapat ditokonya.Memang,sudah 2 hari sejak pertemuan nya dengan Radit Bulan tidak pernah bertemu dengan Radit lagi,entah sibuk atau entah sudah kembali keJakarta Bulan sama sekali tidak tahu.
Dan tanpa Bulan sadari sudah sedari 10 menit yang lalu seorang pria dewasa berbadan tinggi kekar memperhatikan nya bahkan mendengarkan semua gerutuan Bulan yang ditujukan padanya.Namun sepertinya hanya raga Bulan yang ada disana sedangkan nyawanya entah kemana.
Terbukti dari awal pria itu datang dan masuk hingga menunggu 10 menit berdiri disana Bulan sama sekali tidak menyadarinya yang memang posisi Bulan saat ini tengah membelakangi pintu masuk.
"Haiss,menyebalkan.Kenapa harus merindukan suami orang sih?"kesal Bulan protes pada dirinya sendiri yang sejak bertemu kembali dengan Radit,Bulan terus memikirkan pria itu.
__ADS_1
Bulan terlonjak kaget saat sepasang tangan kekar melingkari tubuhnya dan memeluk erat tubuhnya dari arah belakang.
"Kalau rindu kenapa terus bersembunyi,hhhmm?"