Merindukan Rembulan

Merindukan Rembulan
Bab.75


__ADS_3

"Apa sebaiknya aku hubungi Laras ya?siapa tahu dia tahu keberadaan kak Tari"gumam Bulan yang masih bisa didengar oleh orang yang ada disamping nya.


"Menghubungi siapa sayang,kamu terlihat cemas?ada apa?"tanya Radit yang kini memang tengah berada disamping Bulan.


Keduanya kini tengah melakukan fitting baju pengantin untuk acara akad nikah dan juga resepsi yang akan dilaksanakan dihari yang sama.


"Aku ingin menghubungi kak Tari Mas.Tapi masih tidak bisa"jawab Bulan sendu.


"Sudah nanti kita akan kirim orang ke Bali untuk memastikan keberadaan Tari disana.Kamu tenang saja ya dia pasti baik baik saja"Rendi pun menarik Bulan masuk kedalam pelukan nya untuk menenangkan calon istrinya itu.


Sementara Mentari sendiri masih terus saja menangis karena masih shock dengan apa yang dia alami saat ini.


Cklek...


Pintu kamar yang terus tertutup itu pun kini terbuka dengan menampilkan wajah cantik dengan senyum tipis dimengiasii wajah itu dan sebuah nampan berisikan satu porsi makanan dan minuman yang dia bawa ditangan nya.

__ADS_1


"Assalamualaikum kak"sapa Laras mengucap salam saat memasuki kamar Abra yang berisikan Mentari didalam nya.


"Wa'alaikumsalam,kamu siapa?"lirih Mentari mencoba menegakkan tubuhnya agar terduduk dengan menyenderkan tubuh lemasnya diheadbord.


"Kenalin aku Laras adiknya kak Abra.Kakak masih ingat kak Abra kan?"tanya Laras sembari duduk disamping Mentari.


"A_Abra?ja_jadi pria brengsek itu bernama Abra?"tanya Mentari penuh dengan emosi kala mengingat pria brengsek yang sudah menyetubuhinya tanpa ampun itu.


"Iya kak,Abra Dewa Adnyana.Dia memang brengsek bajingan iyakan kak"jawab Laras dan di angguki dengan cepat oleh Mentari.


"Kakak mau nggak balas dendam sama dia?biar Laras bantu"lanjutnya lagi yang membuat Mentari menoleh dan menatap wajah cantik Laras.


"Tentu saja,kakak tahu dia itu selain pria brengsek dam bajingan,dia juga seorang kakak yang nyebelin.Kakak tenang saja kita akan balaskan dendam kita secara bersama sama,bagaimana kakak mau kan ikut rencana aku?"tanya Laras lagi begitu antusias untuk balas dendam pada sang kakak.


"Mau,aku mau ikut rencana mu"jawab Mentari yang tidak kalah antusias dengan Laras.

__ADS_1


"Nah kalau begitu kakak harus makan dulu ya,kakak butuh tenaga yang ekstra untuk membuat rencana kita lancar"


"Baiklah aku akan makan yang banyak agar aku bisa balas dendam pada pria brengsek itu"jawab Mentari sembari meraih nampan berisikan makanan dan minuman yang dibawa oleh Laras.


"Nah gitu dong,makan yang banyak kak.Sudah itu kakak juga pulihkan kondisi tubuh kakak biar kita bisa melancarkan rencana kita dan membalas dendam pada pria brengsek itu"lanjut Laras mengompori Mentari agar bangkit dari keterpurukan nya.


Laras tersenyum lega saat Mentari mulai memakan makanan nya dengan lahap.Dia juga senang akhirnya rencana nya membujuk wanita dewasa itu untuk makan dan bangkit berhasil.


Dengan telaten dan dengan penuh perhatian Laras menemani dan membantu Mentari hingga kini Mentari pun sudah mampu tersenyum kembali kala mendengar celotehan celotehan Laras yang menceritakan bagaimana menyebalkan nya seorang Abra Dewa Adnyana.


Hingga malam pun larut dan kedua wanita yang awalnya bercengkrama dengan akrabnya kini keduanya nampak terlelap dengan saling memeluk.


Dan hal itu membuat sudut bibir seseorang terangkat dan menampilkan senyum penuh kelegaan.Seseorang yang menyelinap masuk kedalam kamar saat kedua wanita itu sudah terlelap masuk ke alam Mimpinya.


"Maafkan aku,aku berjanji akan selalu membuat wajahmu selalu tersenyum kembali"gumam nya sebelum meninggalkan kamar itu dengan kembali mengendap ngendap agar penghuni kamar itu tidak terusik oleh kehadiran nya.

__ADS_1


Dan tanpa Abra sadari sepasang mata tengah menatap heran ke arah punggung nya yang perlahan menghilang dibalik pintu kamar.


...****************...


__ADS_2