Merindukan Rembulan

Merindukan Rembulan
Sikap Aneh Bulan


__ADS_3

"Ini vitamin dan penambah darah untuk dikonsumsi secara rutin agar Ibu sehat dan kuat saat melalui proses lahiran nanti dan untuk Bapak mohon untuk selalu disamping Ibu ya karena dukungan dari suami sangatlah penting dimasa masa kehamilan"jelas Dokter Sindy


"Suami?"gumam kedua calon orang tua itu secara bersamaan.


Entah mengapa saat kata 'Suami' yang terucap dari mulut Dokter Sindy membuat kedua nya merasa berbunga bunga walaupun nyatanya kata 'Suami' itu tidak ada dalam hubungan diantara kedua nya.


Setelah selesai diperiksa dan menebus vitamin untuk Bulan Radit pun menuntun Bulan menuju ke parkiran dimana mobilnya berada.


Kedua nya pun memasuki mobil dengan Bulan yang dibantu oleh Radit sebagai pegangan karena Bulan cukup kesulitan memasuki mobil dengan kondisi perutnya saat ini.


Sungguh pemandangan yang cukup romantis bagi siapa saja yang melihatnya dimana Radit melindungi kepala Bulan saat masuk kedalam mobil lalu membelai sayang surai hitam yang terurai milik Rembulan ditambah lagi senyum bahagia diwajah keduanya membuat siapa saja iri melihat keharmonisan keduanya.


Namun berbeda dengan sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan keduanya.Mulai dari keluar dari ruang obgyn hingga kini kedua nya berada di parkiran.


"Bulan?"guman orang yang berdiri dibalik pilar saat tak sengaja melihat kedua nya keluar dari ruang obgyn niat hati ingin menyapa kedua nya namun malah menyaksikan aksi romantis antara Bulan dan juga Radit yang membuatnya mengernyitkan dahi.


Orang itu berlari ke arah mobilnya saat melihat mobil milik Radit sudah melaju meninggalkan area rumah sakit.


Dengan menjaga jarak aman dia terus mengikuti mobil milik Radit yang melaju menuju ke arah apartemen Bulan.

__ADS_1


Dia terus memperhatikan gerak gerik Rembulan dan Juga Radit yang terlihat turun dari mobil.Dengan Radit terlebih dahulu lalu Radit mengitari mobil untuk membukakan pintu mobil agar Bulan bisa keluar dari sana.


Kedua nya berjalan bergandengan memasuki sebuah lift yang menuju kelantai 5 tempat dimana unit apartemen Bulan berada.


Orang itu pun turun dari mobilnya lalu bergegas menyusul kedua orang tadi dengan menggunakan lift lain dan menekan tombol nomor 5 yang tak lain adalah lantai 5 dimana unit apartemen milik Bulan berada.


Beruntung lift yang dia tumpangi terbuka setelah lift yang Bulan dan juga Radit juga terbuka sehingga dia masih bisa mengikuti keduanya dari jarak aman.


Orang itu berjalan perlahan agar kedua orang yang berjalan didepan nya tidak menyadari kehadirannya.Bahkan demi melancarkan aksinya dia rela membuka septu miliknya agar tidak menimbulkan bunyi disat dia berjalan mengikuti keduanya.


Sepasang mata itu menatap tajam pada tangan Radir yang tengah memencet beberapa nomor sandi untuk membuka pintu apartemen Bulan.


Dan itu akan mempersulitnya untuk melihat keadaan didalam.Sedang akan Bulan dan Radit tetap masuk kedalam tanpa curiga kalau pintu apartemen itu masih terbuka sedikit karena ditahan oleh seseorang.


"Istirahatlah kamu pasti cape.Kakak kembali kekantor dulu ya?"ucap Radit yang sudah memastikan kalau Bulan beristirahat dengan nyaman diapartemen nya.


"Kak..."ucap Bulan menahan tangan Radit yang akan pergi meninggalkan nya.


"Ada apa?apa ada yang kamu inginkan?"tanya Radit yang merasa heran dengan sikap Bulan yang tidak seperti biasanya.

__ADS_1


Tubuh Radit membeku saat Bulan menubrukkan tubuhnya ke tubuh Radit dan memeluk erat tubuh kekar itu.


"Maaf Kak,tapi ijinkan Bulan sepeti ini sebentar saja"lirih Bulan yang entah mengapa dia merasa kalau ini pertemuan terakhir untuk kedua nya.


"Ada apa,hhmm?"tanya Radit yang merasa dengan sikap Bulan hari ini sembari membalas pelukan Bulan tak kalah erat dengan Bulan.


"Tidak,hanya ingin seperti ini sebentar saja"jawab Bulan yang semakin menelusupkan wajahnya didada Radit.


Radit pun tidak lagi bertanya prihal keanehan sikap Rembulan,dia hanya terdiam dan sejenak menikmati kedekatan yang penuh kehangatan itu.


"Apa mau Kakak temani disini?biar Kakak cancel pertemuan hari ini"ucap Radit sembari mengurai pelukan nya pada Bulan.


Bulan hanya mengangguka kepala dengan diiringi senyum manis diwajah cantiknya.Entah angin dari mana dari sepanjang kebersamaan mereka ini kedua kali nya Radit membenamkan kecupan sayang dikening Bulan dan Bulan sendiri nampak memejamkan mata saat menerima kecupan itu.


"Ka_kalian?"ucap seseorang yang mengagetkan kadua orang yang tengah beradegan cukup mesra itu.


*


*

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2