
"Ma_Mas,jangan begini"ucap Bulan berusaha melepaskan diri dari pelukan Radit yang begitu erat.
Dapat Bulan rasakan betapa merindunya pria yang kini jauh lebih matang dan dewasa dari lima tahun yang lalu dimana keduanya mengalami masa masa sulit akibat sebuah kesalahan yang tanpa disengaja dilakukan oleh Radit.
Sebuah kesalahan yang mengantarkan keduanya menjadi orang tua tanpa adanya ikatan pernikahan.
"Mas merindukan kamu Dek,sungguh.Mas mohon jangan pergi dan menghilang lagi,Mas tidak akan sanggup bertahan jika itu kamu lakukan lagi"lirih Radit yang kian mempererat pelukan nya.
"Memang aku akan pergi kemana Mas?inikan rumahku,lahan penghasilanku juga ada disini.Aku nggak akan kemana mana Mas"jawab Bulan yang berhenti memberontak dan berbalik membalas pelukan Radit saat mendengar begitu pilunya Radit disaat memintanya untuk tidak pergi dari hidupnya lagi.
Radit pun mengurai pelukan nya dan menatap dalam wajah ayu dan cantik Bulan.Sungguh tidak pernah terbayang sebelumnya kalau Radit akan takut kehilangan gadis yang dulu sering dia antarkan kekampus dengan perasaan yang biasa saja.
__ADS_1
Namun kini betapa bahagianya Radit disaat bisa memeluk erat ibu dari anaknya itu.Radit mengulurkan tangan nya membenahi rambut rambut Bulan yang menghalangi wajah cantiknya dan menyelipkan kebelakang telinga wanita cantik yang kini sudah mulai berani melingkarkan tangan mungilnya dipinggang Radit.
Perlahan Radit memajukan wajahnya menjadi lebih dekat dengan wajah Bulan.Merasa tidak ada penolakan dari Bulan Radit pun mulai menyatukan bibir kenyalnya pada bibir ranum Bulan yang begitu terasa manis dirasa oleh Radit(maklum 5 tahun puasa jadi begitu manis ya bibir nya Bulan ðŸ¤)
Bulan yang terlena akan sentuhan Radit pun mulai terbawa arus dan membalas serangan yang Radit lakukan pagi ini.
Keduanya pun kian larut dalam pergumulan panas dipagi hari.Menjadikan saliva yang saling bertukar sebagai menu sarapan pagi pertama yang mereka lalui bersama setelah lima tahun berpisah.
Sebuah ketukan pintu dan seruan Bintang yang memanggil Bulan menyadarkan keduanya dan mengembalikan keduanya kealam nyata.
Kedua oerang dewasa yang tengah menikmati indahnya surga dunia itu pun mau tidak mau harus melepaskan diri dari dekapan masing masing dan memberi jarak agar sang anak tidak menyaksikan adegan yang kurang pantas dilihat oleh mata suci putri kecil mereka.
__ADS_1
"Hey anak Papah sudah bangun?"tanya Radit setelah membuka pintu kamar milik Bulan dan mendapati Bintang tengah berdiri didepan pintu masih dengan muka bantalnya.
Sedangkan Bulan sendiri langsung melesat kembali masuk kedalam kamar mandi untuk mengurangi rasa malunya dan juga rona merah diwajahnya akibat serangan fajar yang dilakukan Radit padanya.
"Mamah kemana Pah?kok nggak ada?"tanya Bintang yang melongokan kepala kedalam kamar namun tidak menemukan sang Mamah disana.
"Mamah ada lagi dikamar mandi.Memang anak Papah ini butuh apa,hhmm?biar Papah yang bantu"Radit segera mengangkat tubuh mungil anaknya dan membawa Bintang dalam gendongan nya keluar kamar Bulan.
"Bintang mau minum susu hangat pah,memang Papah bisa buatin susu buat Bintang?"tanya Bintang yang meragukan kemampuan Radit dalam masalah perdapuran.
Bintang belum tahu saja,sebelum sang Mamah bisa masak sang Papah dululah yang dulu kerap memasak makanan untuk mengisi perut Mamahnya kala kelaparan saat Bintang masih dalam kandungan.
__ADS_1
"Bintang belum tahu ya kalau Papah ini chef handal.Kalau mari kita tunjukan ke ahlkian Papah didalam dapur"Radit pun membawa Bintang yang masih betah berada dalam gendongan nya ke arah dapur untuk memasakan apa yang putri kecilnya itu inginkan.